Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.212


__ADS_3

Keesokan harinya.


Fattan pun terbangun dari tidurnya. lalu menatap istrinya yang kini masih tidur dengan nyenyak. Kemudian mengusap lembut wajah istrinya yang terlihat semakin cantik.


Maafkan suamimu ini sayang, mungkin selalu menyakiti perasaanmu. Dan asal kamu tahu sayang, hatiku disini hanya ada kamu seorang istri cantikku. Saya berharap jangan ada kesalahpahaman lagi. Kamu harus percaya kalau kamu, satu satunya wanita yang paling aku cintai ucap Fattan sambil mencium lembut kening istrinya. Lalu berjalan menuju bathroom.


Lalu tiba tiba Syiffa pun terbangun, dan menatap disampingnya tidak menemukan Fattan.


Kemana dia? Tumben sekali jam segini sudah bangun. Biasanya suka masih sedih gerutu Syiffa merasa sedih. Dimana hari ini tepat Laras menyuruh Fattan untuk berangkat ke Amerika untuk menemani operasinya.


Kamu tega sekali sih Kak, lebih mementingkan mantanmu dari pada aku. Aku pun merasa bingung, sebenarnya hati Kakak buat siapa sih? Arrgh.. aku jadi benci lagi sama kamu.. aku benci teriak Syiffa.


"Maksudnya siapa yang kamu benci?" Tanya Fattan yang tiba tiba masuk ke dalam dan sudah beres mandinya.


"Eh Kak Fattan. Maksudnya benci bila harus bangun, masih ngantuk Kak hehe." Ucap Syiffa berbohong sambil cengengesan.

__ADS_1


"Hmmzz... ya sudah tidur lagi, apa salahnya kan tinggal tidur." Ucap Fattan sambil menatap istrinya.


"Iya juga ya Kak. Ya sudah saya tidur lagi ya Kak hehe." Ucap Syiffa sambil mengambil selimutnya kembali dan menutupinya seluruh kepala dan tubuhnya lalu pura pura tidur.


ya ampun Syiffa, kenapa jadi suka berpikir negatif begitu. Dan kenapa juga tidak menyadari kalau Kak Fattan pasti ada di kamar mandi. Tapi tidak apa apa deh yang penting Kak Fattan tidak tahu yang sudah aku katakan ucap Syiffa sambil menghembuskan napas kasarnya.


"Wah benar nih, yang mau tidur lagi. Sebenarnya ngantuk apa pura pura akting ya?" Ucap Fattan yang kini sudah selesai memakaikan bajunya lalu membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya.


"Eh Kak hehe." Ucap Syiffa cengengesan saat selimutnya dibula oleh istrinya.


"Mmzz... sudah pintar berbohong ya sekarang. Lagian kenapa jujur saja hah?" Ucap Fattan sambi menatap istrinya.


"Mau berbohong lagi iya hah? Lagian kenapa sih sayang, harus salah paham terus. Kakak sudah ngejelasin semuanya sama kamu. Lagian dihatiku cuma ada kamu seorang." Ucap Fattan sambil duduk diatas ranjang sambil menatap istrinya yang kini masih tergelentak diatas ranjang.


"Serius nih kak. Di hati Kak Fattan cuma ada saya, enggak ada yang lain kan juga enggak ada mantan kakak itu kan." Gerutu Syiffa sambil mengembungkan keduanya pipinya.

__ADS_1


"Serius sayang. Walaupun dia tetap menggoda atau meminta apa yang ingin dia mau, tapi hati Kakak tidak akan sama sekali tergoda. Kecuali kamu jika yang meminta." Ucap Fattan sambil mengusap lembut rambut istrinya.


Lalu Syiffa pun bangun, dan langsung memeluk suaminya.


"Terima kasih suamiku." Ucap Syiffa sambil menguraikan pelukannya.


"Iya istri cantikku." Jawab Fattan.


"Oya Kak, bukannya sekarang Kak Laras meminta Kakak untuk pergi kesana menemani operasi ya." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.


"Emangnya kamu izinin nih kalau Kakak pergi lagi dan hanya menemani Laras disana?" Tanya Fatan.


"Ya sudah sana pergi saja Kak, temani saja Kak Laras. Biarkan aku disini saja sendiri." Ucap Syiffa.


"Bener nih sayang? Ya sudah kakak mau pesan dulu tiket nih." Ucap Fattan sambil mengambil handphonenya untuk memesan tiket online.

__ADS_1


"Ya benar!! Ya sudah awas minggir, aku mandi nih." Gerutu Syiffa sambil menyenggol pundak suaminya lalu berjalan menuju bathroom.


Punya istri jadi serba salah ya, tadi iya ngizinin. Tapi kenapa dia malah marah? Ucap Fattan pada diri sendiri sambil menghembuskan napas kasarnya.


__ADS_2