Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.116.


__ADS_3

"Karena acara makan siang sudah selesai maka saya permisi, dan harus kembali ke perusahaan lagi." ucap Fattan.


"Oke baiklah kalau begitu, terima kasih atas makan siangnya Pak Fattan." ucap Rendy.


"Iya sama sama." ucap Fattan sambil melangkah pergi meninggalkan restoran tersebut.


"Ayo Syiffa kita pulang!" ajak Ariff.


"Iya baik Pak Arif, ya sudah saya permisi iya Pak Rendy." ucap Syiffa.


"Iya silahkan Syiff." ucap Rendy.


Lalu Syiffa dan Ariff pun pergi meninggalkan tempat restoran tersebut dan harus kembali ke perusahaannya.


Treng.. Treng .. Treng.. Suara bell berbunyi pertanda kembali beraktivitas lagi seperti biasa.


"Oya mana berkas berkas yang tadi, sudah kamu kerjakan semuanya?" Tanya Fattan dengan datar.


"Maaf Pak belum beres, tinggal beberapa berkas lagi Pak yang harus di kerjakan." ucap Syiffa.


"Ck enggak becus banget kamu bekerja, masa enggak bisa mengerjakan dengan cepat?" Ucap Fattan sinis.


"Iya maaf Pak lagian mana mungkin saya mengerjakan dengan cepat Pak, lihat yang berkas yang Pak Fattan kasih tuh banyak jadi enggak mungkin bisa mengerjakan secepat itu Pak." Protes Syiffa.

__ADS_1


"Jangan banyak alasan! sudah berani iya sama saya? Protes mulu kerjaannya." ucap Fattan sambil menyilangkan kedua tanggannya.


"Maaf Pak," Ucap Syiffa.


"Sudah sekarang kerjakan! dan cepat selesaikan." ucap Fattan lalu pergi menuju kursi kebesarannya."


"Baik Pak," Ucap Syiffa lalu mengerjakan tugas kembali sampai selesai.


Akhirnya beres juga, waktunya pulang nih ucap Syiffa sambil membereskan tempat kerjaannya kembali."


"Bbuukkk... Ini berkas berkas yang harus kamu kerjakan lagi, dan kamu harus." ucap Fattan sambil memberikan berkas berkas tersebut dan pergi.


Benar benar bikin kaget saja, kenapa dia marah marah sama saya? mungkin karena saya tadi enggak bisa mengerjakannya tugasnya dengan cepat. Lagi pula kenapa dia enggak cari sekretaris baru saja kalau begitu dari pada saya jadi sekretaris dia, kan saya belum ada pengalaman jadi masih belum bisa cepat mengerjakan tugasnya gerutu Syiffa pada diri sendiri.


"Eh Pak Ariff, iya masih semangat dong Pak." jawab Syiffa.


"Baguslah kalau begitu tetap harus semangat. Oya Pak Fattan kemana iya?" Tanya Ariff.


"Tadi sih pergi keluar." jawab Syiffa.


"Oh.. emang pergi kemana dia?" Tanya Ariff.


"Mana Syiffa tahu Pak, dia enggak bilang sama saya." ucap Syiffa.

__ADS_1


Kebiasaan deh kalau lagi marah, suka kekanak kanakan mulu sifatnya gerutu Ariff.


"Lagi marah? emang nya dia marah kenapa Pak? Pak Fattan juga marah marah mulu tadi sama saya Pak ucap Syiffa.


" Oya sungguh, dia marah marah sama kamu?" Tanya Ariff.


"Iya Pak, mungkin karena pekerjaan tadi saya belum beres jadi dia marah marah sama saya." ucap Syiffa.


"Oh.. tapi kamu pingin tau sebenarnya dia marah kenapa?" ucap Ariff.


" Emangnya dia marah kenapa gitu?" Tanya Syiffa.


" Dia marah karena dia cemburu sama kamu." ucap Ariff.


"Whatt ? Ce-cemburu?" ucap Syiffa tidak percaya dengan perkataan Ariff.


"Iya dia cemburu melihat kedekatan kamu sama Pak Rendy." ucap Ariff.


"Sungguh tidak masuk akal alasan Pak Ariff ini, masa dia cemburu sama saya? Lagian Saya sama Pak Fattan enggak ada hubungan apa apa." Ucap Syiffa.


Ck, ini anak enggak percaya sama saya iya gerutu Ariff.


"Ehmzz.... suara deheman memberhentikan percakapan mereka."

__ADS_1


__ADS_2