
"Apakah benar Syiffa dia adalah tunanganmu sekaligus calon suami kamu?" Tanya Rendy meminta penjelasan Syiffa.
"Iya Kak," Jawab Syiffa sambil menundukan kepala.
"Ck, dibilangin malah tidak percaya dan malah balik tanya sama orangnya!" ucap Fattan sambil menatap sinis Rendy.
"Jadi yang dimaksud pria brengsek itu dia Syiffa? Orang yang telah mempermainkan kamu dan dengan teganya melakukan tindakan yang tidak pantas tepat didepanmu!" ucap Rendy menatap tajam Fattan.
"Maksud kamu apa berbicara begitu hah?" ucap Fattan merasa geram lalu tiba tiba memukul Rendy karena merasa tidak terima apa yang diucapakan oleh Rendy.
Bugkh... satu pukulan mendarat tepat dibibir Rendy.
"Kamu itu apa apaan sih Fattan hah? Oh jadi kamu mau kita main fisik begitu iya hah? Oke kalau begitu saya tantang kamu!" ucap Rendy merasa geram lalu memukul balik terhadap Fattan.
Bugkk.. Satu pukulan mendarat dibibir Fattan.
"Lagian kamu tuh yang memulai memancing saya emosi hah? Dan kamu bilang saya brengs*ek dan mempermainkan Syiffa hah? Emangnya kamu tahu apa hah?" Geram Fattan sambil mecengkram baju Rendy lalu memukul bibirnya kembali sehingga mengeluarkan luka sobek dan mengeluarkan darah.
"Lagian emang benar kamu itu brengsek Fattan!! Kamu sudah menyakiti wanita yang saya sangat cintai dan saya tidak rela bila kamu melukai dia Fattan!! Bugkk.." Rendy kembali memukul balik Fattan.
Kini mereka saling membaku hantam satu sama lainnya. Sehingga sama sama terguras luka sobek dibibinya dan semakin mengeluarkan darah banyak.
__ADS_1
"Hentikan semuanya!! kalian ini apa apaan hah kenapa kalian malah saling melukai hah?" Ucap Syiffa sambil menatap tajam Fattan dan Rendy bergiliran.
"Tapi saya tidak terima kamu disakiti sama pria brengs*ek ini Syiffa!! Aku rela ngorbankan kamu demi bahagia dengan tunanganmu tapi mana Syiffa? Dia malah mengkhianati kamu Syiffa!!" Ucap Rendy sekilas menatap Syiffa lalu menatap tajam Fattan.
"Kamu bilang barusan apa hah? Saya mengkhianati dia, kamu tahu dari mana sampai bicara gitu hah?" ucap Fattan sambil mencengkram kembali baju Rendy.
"Stoop Kak!! Kak Fattan sudah malu tahu, lihat banyak orang yang lihat Kalian berkelahi mulu Kak," ucap Syiffa sambil menarik tangan Fattan untuk memisahkannya.
"Tadi dia sudah berani kurang ajar Syiffa dan sudah menuduh yang enggak enggak Syiff!" Ucap Fattan dengan emosi lalu melepaskan cengkramannya.
"Lagian emang benar, itu juga Syiffa sendiri yang cerita sama saya. Dan asal kamu tahu dia menangis karena ulahmu Fattan!! Kamu seenaknya mempermainkan dia dan lebih memilih menjaga perasaan mantanmu dari pada di hah?" ucap Rendy sambil menatap tajam Fattan.
"Kamu!!" ucap Fattan sambil tanggannya menunjuk ke wajah Rendy.
"Saya bilang cukup!! Kenapa sih kalian tidak dengar perkataan saya hah? Kalian sudah mempermalukan saya dan sudah membuka aib saya di depan umum!! Bentak Syiffa merasa geram melihat perkelahian Fattan dan Rendy.
"Ya sudah sekarang kita pulang dari sini," ucap Fattan sambil menarik kasar tangan Syiffa.
"Kak sakit tahu lepasin, saya bisa jalan sendiri kok," ucap Syiffa merasa sakit dengan tangannya.
"Kamu jangan kasar gitu dong sama dia hah," ucap Rendy sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Fattan dari Syiffa dan menghalangi jalannya.
__ADS_1
"Kamu jangan ikut campur ya ini urusan saya dengan Syiffa!!" ucap Fattan sambil menginbaskan tangan Rendy yang mencoba melepskan tangannya.
"Tapi-"
"Sudahlah Kak Rendy, saya tidak apa apa kok Kak. Lagian apa yang dikatakan Kak Fattan benar ini urusan saya dengan dia," ucap Syiffa sambil memberikan kode pada Rendy bahwa dirinya akan baik baik saja.
"Kamu dengar kan dia bilang apa hah? jadi minggirlah." ucap Fattan.
"Oke baiklah kalau begitu. Tapi ingat jika kamu berani melukai Syiffa lagi maka kamu akan berurusan dengan saya, ingat itu!!" ucap Rendy sambil menatap tajam Fattan.
"Ck, kamu pikir saya takut sama kamu hah." ucap Fattan sambil berlalu berjalan menuju parkiran mobil dengan memaksa mencengkram tangan Syiffa supaya ikut dengannya.
"Kak sudah lepasin tanganku sakit tahu kak." Protes Syiffa yang kini sudah dekat dengan mobil milik Fattan. Lalu Fattan pun melepaskan tangan Syiffa.
"Masuk!" Perintah Fattan kepada Syiffa untuk masuk ke dalam mobil. Lalu Syiffa pun memutarkan bola matanya dengan malas kemudian masuk kedalam mobil.
Setelah mereka berada didalam mobil, Fattan pun dengan segera melajukan mobilnya. Kini suasana di dalam mobil pun terasa mencengkram tidak ada di antara mereka yang saling berbicara. Lalu Fattan pun membawa Syiffa ke suatu tempat tanpa Syiffa ketahui dimana tempat tersebut.
"Ayo kita keluar dari sini!" ucap Fattan saat sudah sampai di suatu tempat.
"Kakak benar benar gil*a ya hah? Masa iya kita turun ditempat begini." Gerutu Syiffa.
__ADS_1
"Lagian Saya sengaja membawa kamu kesini biar tidak ada orang yang tahu," Ucap Fattan.
"Maksudnya agar tidak ada orang yang tahu? Kamu mau membunuhku ya hah?" Ucap Syiffa menatap tajam Fattan.