
"Eh Kak Fattan, sudah beres Kak?" Tanya Syiffa.
"Sudah Syiff, ya sudah ayo kita pulang!" Ajak Fattan.
"Baik Kak!" Jawab Syiffa.
"Oya Pak Rendy sama permisi dulu!" Pamit Fattan.
"Iya silahkan Pak!" Jawab Rendy.
"Selamat tinggal Pak dan permisi!" Pamit Syiffa.
"Iya Syiffa." jawab Rendy.
Lalu Fattan dan Syiffa pun pergi meninggalkan restoran dan pergi menuju pulang.
Apakah mereka menjalin hubungan? Ntahlah, tapi saya merasa mereka begitu kelihatan bahagia dan saya rasa mereka pasangan yang cocok. Apakah saya sudah terlambat untuk memiliki dia? Tapi tidak apa apa, yang penting kamu bahagia dengan pilihanmu saya akan ikut bahagia juga. Tapi kalau dia menyakitimu disini saya akan selalu ada untukmu batin Rendy sambil tersenyum tipis.
"Ehmzzz... " Suara deheman membuyarkan lamunann Rendy.
"Oya Pak, karena acara pertemuan sudah selesai kita mau pulang saja atau-"
"Kita pulang sekarang!" ucap Rendy memotong pembicaraan sang asistennya.
"Baik Pak!" Jawab Asisten pribadinya.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan restoran tersebut.
--
__ADS_1
"Oya Kak, saya boleh nanya sesuatu enggak?" Tanya Syiffa.
"Boleh, emangnya mau nanya apa Syiff?" Jawab Fattan yang sedang fokus dengan menjalankan mobilnya.
"Boleh enggak kalau saya bekerja sambil kuliah?" Ucap Syiffa.
"Mmzz.. Boleh Kok, lagian enggak ada yang ngelarang kok kuliah sambil bekerja, terus kenapa harus izin sama saya?" ucap Fattan.
"Kan Kak Fattan yang punya perusahaan, jadi saya minta izin dulu. Lagian dengan kuliah pasti ada hari hari tersebut saya enggak bisa masuk kerja." Ucap Syiffa.
"Beneran kamu mau melanjutkan kuliah?" Tanya Fattan.
"Iya Kak, saya pingin melanjutkan kuliah untuk mencapai cita cita saya Kak!" jawab Syiffa.
"Emangnya apa yang kamu cita citakan?" Tanya Fattan.
"Cita cita saya pingin menjadi seorang dokter Pak, kan lumayan kalau saya sudah menjadi seorang Dokter bisa membantu orang orang yang membutuhkan kesehatan yang ekonominya dibawah rata rata." ucap Syiffa.
"Beneran Kak? tapi itu juga baru rencana sih Kak. Oya Kak bukannya tadi Kakak bilang mau beli eskrim buat saya?" Ucap Syiffa.
"Oh iya saya hampir saja lupa, habisnya kamu kalau lagi bicara bikin saya lupa segalanya." ucap Fattan.
"Aneh deh masa sih hanya saya bicara saja, kok bisa sampai kakak lupa ada ada saja." ucap Syiffa sambil menggelengkan kepala.
Hehe.. " Ya sudah ayo kita beli eskrim di situ!" ajak Fattan sambil menunjuk tempat tersebut.
" Iya sudah yuk Kak." jawab Syiffa.
Lalu keduanya pun keluar dari mobil berjalan ke suatu tempat untuk membeli eskrim.
__ADS_1
"Oya Kak Fattan mau beli juga?" Tanya Syiffa.
"Enggak Syiff, kamu saja yang beli." Ucap Fattan.
"Oke, baiklah Kak!" jawab Syiffa.
"Oya pak saya mau pesen eskrim yang ini, yang banyak toping dan coklatnya." ucap Syiffa sambil menunjuk buku menu tersebut.
"Iya Mbak, tunggu sebentar iya!" ucap sang pegawai tersebut.
"Iya Pak!" ucap Syiffa.
"Eh Cin, lihat itu ada si anak gatel itu sama Pak Fattan loh." ucap Metta menepuk pelan pundak Cindy.
"Maksudnya siapa?" Tanya Cindy langsung mematikan hpnya.
"Itu si Syiffa sekretaris pak Fattan, kok bisa dia berduaan sama Pak Fattan?" tanya Metta.
" Mana aku tahu, kok aku merasa dia ada hubungan dengan Pak Fattan. Kamu kenal Pak Fattan kan Mett? Orang yang sangat susah didekati wanita." ucap Cindy.
"Iya benar juga apa yang kamu katakan. Jangan jangan beneran nih Syiffa sama Pak Fattan jadian Cin." Ucap Metta.
"Aku enggak bakal biarkan mereka jadian, enak saja dia mengambil orang yang sangat aku sukai." ucap Cindy.
"Oya Cin, kayaknya si anak gat*l itu ke toilet deh, yuk kita samperin?" Ajak Metta.
"Boleh juga tuh, kita kerjain dia habis habisan." Ucap Cindy.
"Siap bos!" ucap Metta.
__ADS_1
Lalu keduanya pun pergi menuju toilet.