
"Restoran Jaya"
"Oya kamu mau pesen apa Syiff?" Tanya Rendy.
" Terserah Pak Rendy, saya ikutin saja." Ucap Syiffa.
"Oke baiklah kalau begitu, saya akan pesenin makanan yang spesial buat kamu." Ucap Rendy.
"Oya kalau Pak Fattan sama Pak Arif mau pesen apa?" Tanya Rendy.
"Urusan makanan pasti Pak Arif sudah tahu, jadi biar dia memesan makanannya." Ucap Fattan dengan datar tanpa ekspresi.
"Oke, baiklah." Jawab Rendy.
"Pelayan!" Teriak Rendy.
lalu pelayan pun berjalan mendekati Rendy.
"Saya pesen ini, dan itu yang paling spesial iya Pak." Ucap Rendy sambil menunjukan menu makanannya.
Ck, lebay sekali dia. Mentang mentang sudah akrab dari masa sekolah jadi So benar iya batin Fattan.
__ADS_1
"Baik pak." Jawab sang Pelayan
"Oya Bapak mau pesen makanannya juga?" Tanya Pelayan kepada Arif.
"Iya pastinya dong mau pesen, Saya pesen makanan ini dan minumannya ini." Ucap Ariff sambil menunjuk menu makanannya.
"Ok baiklah kalau begitu, Saya permisi dulu." Ucap Pelayan sambil berjalan pergi.
"Oya Syiff kamu sudah lama kerja di Pt.Juhes adijaya?" Tanya Rendy.
"Lumayan sih Pak, hampir mau Setahun kerja disana." Jawab Syiffa.
"Oh lumayan lama juga iya, betah banget iya kerja disana?" Tanya Rendy sambil sekilas menatap Fattan yang sedang asyik dengan Hp-nya.
"Iya emang hebat patut di jadikan panutan buat Para pengusaha. Emang enggak cape iya kerja mulu?" Tanya Rendy.
"Kalau dikatakan cape iya pasti cape, tapi sudah gimana lagi keadaan ekonomi yang terus membuat saya bertahan bekerja demi keluarga saya." Jawab Syiffa.
"Saya salut banget sama kamu Syiff, kamu benar benar tanggung jawab banget dan sudah mau bekerja demi keluarga kamu." Ucap Rendy.
"Ya itu mah harus Pak!" Ucap Syiffa.
__ADS_1
"Fattan kamu merasa enggak Kok kita kayak jadi pengawal dia? dari tadi Pak Rendy cuma ngobrol sama Syiffa berdua tanpa bertanya tanya sama kita." Bisik Ariff.
Lalu Fattan pun menatap Syiffa dan Rendy sedang asyik mengobrol. Ntahlah gimana perasaannya yang pasti ada sedikit rasa sakit hati.
"Tapi enggak apa apa sekarang cape juga nanti suatu saat kamu enggak bakal merasakan cape kok, hanya diam dirumah saja enggak perlu kerja dan hanya minta sama suami kamu." Ucap Rendy.
"Iya itu sudah pasti kalau sudah menikah mah Pak, Tapi emang ada yang mau iya sama saya? Wanita sederhana yang penuh dengan kekurangan." Ucap Syiffa merendahkan diri sendiri.
"Pasti ada kok yang mau sama wanita cantik dan pintar seperti kamu walaupun sederhana termasuk saya. Saya siap kok melamar kamu untuk menjadi suami kamu!" Ucap Rendy.
Uhuk... Uhuk..
Fattan tiba tiba merasa batuk ketika mendengar percakapan mereka.
"Loh Pak Fattan kenapa? Ini minum dulu." Ucap Syiffa sambil menyodorkan minumannya kebetulan makanan dan minumannya sudah sampai.
Lalu Fattan mengambil air minumnya yang tadi Syiffa kasih.
"Pak Fattan baik baik sajakan?" Tanya Rendy.
"Iya baik baik saja kok, enggak tahu kenapa tenggorakanku begitu gatal." Ucap Fattan berbohong.
__ADS_1
"Oh begitu iya Pak, ya sudah karena makanannya sudah sampai mari kita makan!" Ajak Rendy.
Lalu mereka pun menikmati makan siangnya tanpa ada yang berbicara.