
"Oya Bu, Ayah tidak ada lagi kan yang harus dibicarakan?" Tanya Syiffa sambil menatap Bu Angel dan Ayah Anwar.
"Tidak ada kok Nak, emangnya kenapa?" Tanya Bu Angel sambil menatap Syiffa.
"Tidak ada apa apa kok Bu. Cuma saya mau pamit saja dengan Ibu Saya untuk pulang lagian ini sudah malam Bu," ucap Syiffa yang saat ini masih menikmati makan malamnya.
"Loh kenapa kalian tidak menginap saja di sini Nak Syiffa, Bu Nina? lagian disini ada kok kamar tamu yang kosong jadi bisa tidur disana." Ucap Bu Angel.
"Ah enggak Bu Angel malu sama tetangga bila saya sama anak saya harus menginap disini Bu, jadi lebih baik saya pulang saja Bu," ucap Bu Nina sambil menatap besannya.
"Kenapa harus malu? Lagian kaliankan tidak melakukan apa apa, lagian disini banyak orang kok jadi mana mungkin orang lain bisa menganggap aneh aneh kepada Bu Nina dan Syiffa. Kecuali kalau disini tidak ada orang dan hanya berduaan dengan yang bukan muhrimnya baru tidak boleh, bisa jadi fitnah tuh." ucap Bu Angel sambil menatap Fattan dan Syiffa bergiliran.
"Ibu apaan sih kenapa menatap Fattan sama Syiffa begitu. Lagian kita belum pernah ngapain ngapain kok. Walaupun pernah juga tidak apa apalah lagian kan bentar lagi mau menikah Bu," ucap Fattan sambil menatap Ibu Angel dan tersenyum kepada Syiffa.
"Tidak boleh!!" Ucap Syiffa, Bu Nina dan Bu Angel bersamaan lalu menatap tajam Fattan.
"Wah bidadariku pada kompak semua ya protes. Lagian saya cuma bercanda kok hehe," ucap Fattan cengengesan.
"Tapi itu tidak lucu Nak bercandanya, jangan samakan putriku dengan orang lain yang bisa disentuh seenaknya," ucap Bu Nina sambil menatap Fattan.
"Iya maaf ya Bu," ucap Fattan sambil menatap Bu Nina.
"Jadi gimana kalian mau tidur disinikan? Kan besok kita harus berangkat untuk menemui organizer weeding biar enggak cape bolak balik jadi bisa berangkat bareng Bu Nina." Ucap Bu Angel.
"Gimana ya Bu Angel? Mmzz.. baiklah kalau begitu Bu," ucap Bu Nina.
"Oya Bu, kayaknya Syiffa enggak bisa ikut besok kan harus kerja." Ucap Syiffa.
"Kalau urusan kerja, Ibu sudah mengajukan cuti buat kamu kok jadi kamu tidak boleh khawatir Nak tentang pekerjaan kamu dan mulai sekarang fokus dulu tentang persiapan pernikahan kalian," ucap Bu Angel sambil sambil menatap Syiffa.
"Baiklah kalau begitu Bu, terima kasih ya Bu," ucap Syiffa sambil tersenyum pada Bu Angel.
"Iya Nak," jawab Bu Angel.
"Oya sekarang waktunya kita tidur sudah malam, dan Bi Ati tolong antarkan Bu Nina dan Syiffa ke kamar tamu ya Bi," ucap Ayah Anwar.
"Iya Baik Tuan," jawab Bi Ati.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi ya Bu Nina, Nak Syiffa, Saya ke kamar duluan," ucap Ayah Anwar.
"Iya silahkan Ayah," jawab Syiffa sambil tersenyum.
"Ya sudah saya juga permisi ya, dan kamu Fattan cepat sana tidur, ngapain masih berdiri disana." Ucap Bu Angel menatap putranya.
"Saya kan mau ikut anterin Bu Nina sama calon Istriku ke kamar tamu sama Bi Ati, enggak boleh ya Bu?" Tanya Fattan pada Ibunya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, tapi ingat jangan macam macam ya." Ucap Bu Angel.
"Yaelah Bu, enggak bakal kok Bu lagian kan acara pernikahannya tinggal sebentar lagi jadi bisalah jaga diri Bu," ucap Fattan.
"Baguslah kalau begitu, ya sudah saya permisi ya Bu Nina, Nak Syiffa." Ucap Bu Angel.
"Iya Bu Angel, selamat beristirahat ya Bu," ucap Bu Nina.
"Iya terima kasih Bu Nina." Jawab Bu Angel.
Lalu Bu Angel pun berjalan menuju kamarnya setelah Ayah Anwar jalan terlebih dahulu ke kamarnya. Kini hanya ada Bu Nina, Syiffa, Fattan dan Bu Ati.
"Ya sudah Yuk mari Bu, Non Syiffa ikutin saya biar saya anterin ke ruangan tamu," ucap Bi Ati.
"Baik Bi," ucap Syiffa dan Bu Nina bersamaan. Lalu mereka pun berjalan mengikuti Bi Ati dan juga Fattan.
"Ini Bu kamarnya disini," ucap Bi Ati saat sudah sampai ditempat tersebut dan membukakan kamar tamunya.
"Ya ampun gusti ini kamar atau apaan ya? Kok mewah benar mana besar lagi kasurnya dan lihat ada soffanya nih Syiffa empuk banget nih," ucap Bu Nina merasa bahagia lalu berjalan menuju kasur dan Soffa lalu duduk.
"Yaelah Ibu sampai begitunya lihat kamar seperti ini, ada ada saja tingkah Ibu ini," ucap Syiffa sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.
"Habisnya Ibu baru kali ini Syiffa lihat kamar semewah ini, dan kasurnya juga aduh emput banget," ucap Bu Nina sambil menjatuhkan badannya ke dalam kasur.
"Ya sudah Ibu mau tidur dulu sudah ngantuk nih," ucap Bu Nina sambil menatap Syiffa, Fattan dan Bi Ati.
"Iya Bi," ucap Bu Nina.
"Ya sudah saya pun sama ngantuk Bu," ucap Syiffa.
"Kamu mau tidur disini?" Tanya Fattan kepada Syiffa.
"Iya, emangnya kenapa Kak?" Tanya Syiffa.
"Lagian kamar tamu masih banyak tuh, masa iya tidur sekamar sama Ibu kamu enggak malu tuh sekamar dengan orangtuamu?" Ucap Fattan.
"Loh ngapain harus malu lagian ini Ibu kandung saya loh bukan orang lain," ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Tapi apa yang dikatakan Fattan benar Nak, sudah sana tidur dikamar lain lagian kalau tidur sama kamu berisik tahu suka ngorok," ucap Bu Nina sambil menatap Syiffa.
"Yaela Bu ini mah fitnah yang ada Ibu kali yang suka gitu," ucap Syiffa sambil menatap Bu Nina.
"Sudah ah Ibu ngantuk, sudah sana cari kamar tamu lagi. Lagian Ibu lagi pingin sendiri nih tidak pingin di ganggu," ucap Bu Nina sambil merebahkan tubuhnya dikasur.
"Tapi saya tidak tahu dimana kamarnya Bu?" Ucap Syiffa merasa sedih.
__ADS_1
"Kamu itu gimana sih Nak, kan ada suami kamu tuh, tanya sama suami kamu yang punya rumah ini," ucap Bu Nina.
"Calon kali Bu, lagian saya ogah Bu dianter sama dia?" Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Loh emangnya kenapa? Kalau dia macam macam sama Ibu bilang ya Syiffa, tapi enggak mungkin kayaknya Fattan berani macam macam sama kamu Syiff," ucap Bu Nina seolah olah tahu apa yang ada dipikiran Syiffa.
"Ya sudah yuk saya antar Sayang." Ucap Fattan.
"Tapi janji iya jangan macem macem ya?" Ucap Syiffa menatap tajam Fattan.
"Iya janji kok Sayang, kok kamu tega benar berpikir kayak gitu," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Ya sudah sana Ibu sudah ngantuk banget ini mata tidak bisa dikondisikan," ucap Bu Nina.
"Iya ya Bu," ucap Syiffa lalu pergi meninggalkan Ibunya dan berjalan menuji kamar tamu lain.
"Oya sayang, saya punya kejutan nih buat kamu?" Ucap Fattan.
"Kejutan? Emangnya apaan Kak?" Tanya Syiffa.
"Ada deh rahasia!" Ucap Fattan.
"Ih main rahasia segala," ucap Syiffa.
"Namanya juga kejutan sayang, oya kamu ke dalam kamar sendirian tuh itu kamarnya. Saya mau ngambil sesuatu dulu buat kamu." Ucap Fattan sambil menunjuk kamar yang dimaksud.
"Oke baiklah Kak," ucap Syiffa sambil berjalan menuju kamar dan Fattan pun berjalan ke tempat lain untuk mengambil sesuatu.
Huh lelah banget hari ini. Hari ini benar benar membuatku sangat lelah apalagi tentang kejadian tadi pagi sungguh membuatku terbawa emosi. Tapi apakah benar yang dikatakan Kak Fattan kalau dia enggak ada hubungan apa apa? Ntahlah mungkin kalau sampai dia membohongiku lagi mungkin sampai kapan pun saya tidak sudi bertemu dengan dia lagi." Gerutu Syiffa sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Hello sayang senang ya bisa merebahkan tubuh di atas kasur," ucap Fattan datang tiba tiba.
"Ih Kak Fattan mau ngapain sih kesini hah? Nanti kalau kedua orangtua kita lihat kita ada dikamar gimana? Bisa panjang urusannya nanti dikira melakukan yang tidak tidak lagi." Gerutu Syiffa sambil menatap kesal Fattan.
"Tenang Syiffa lagian semuanya sudah pada tidur kok, lagian saya kesini kan mau kasih kejutan sama kamu." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Mereka sudah tidur bukan berarti kita bebas melakukan apa apa kali Kak. Lagian Kakak mau ngasih kejutan apa sih Kak?" Tanya Syiffa.
Bentar!! "Pak Tata bawa kesini," teriak Fattan. Lalu Pak Tata pun melakukan apa yang disuruh Fattan. Lalu membawa barang barang ke dalam kamar Syiffa di bantu oleh Pak Ozan dan Bi Ati.
"Terima kasih iya Bi Ati, Pak Tata dan Pak Ozan sudah membawakan barangnya kesini," ucap Fattan.
"Iya sama sama tuan, ya sudah kalau gitu saya permisi." Pamit Bi Ati mewakili pembicaraannya.
"Iya silahkan Bi," jawab Fattan.
__ADS_1
Lalu Bi Ati, Pak Tata dan Pak Ozan pun pergi meninggalkan Fattan dan Syiffa. Dan kini hanya tinggal Syiffa dan Fattan berada di dalam kamar.