
"Sudah sudah kalian ini bertengkar mulu hadeuuh." Ucap Ariff menengahi pertengkaran mereka.
Lagi pula bener tuh Ttan, Apa yang di ucapkan Syiffa. Ketika kita pacaran harus nanggung resiko nya "broken heart" ketika dia menghianati kita dan jika dia putusin kita tanpa sebab ucap Ariff.
"Seperti yang kamu alami kan dulu." ucap fattan menatap sinis Ariff.
"Ngapain kamu bahas masa laluku? Sudahlah yuk makan nih sudah di hidangkan nih sama pelayan nya." ajak Ariff.
"Makasih pak pelayan." ucap Syiffa.
"Ya sama sama." balas pelayan.
Lalu mereka pun menikmati makan malamnya tanpa ada yang berbicara satu orang pun.
"Alhamdulilah enak dan nikmat banget makananya pak, sampai habis nih saya pak makan nya hehe.. " ucap Syiffa.
"Mau saya pesenin lagi Syiff?" tawar Ariff.
"Enggak usah ah pak, makasih sudah kenyang pak. permisi dulu ya pak ke toilet dulu." ucap Syiffa.
"Jangan lama lama ke toilet nya, nanti kemalaman pulang nya!!" Ucap Fattan dengan sinis.
"Ya enggak bakalan lama kok pak!!" Lalu Syiffa pun pergi menuju toilet.
"Ck, kamu lihat tuh cewek tadi menyebalkan banget sih. Benci banget sama cewek seperti dia." ucap Fattan dengan kesal.
"Sekarang benci, nanti bakal jadi cinta lho goda." Ariff.
__ADS_1
"Ich Ogah banget sama cewek seperti dia." ucap Fattan.
_
Di tempat lain.
"Sayang besok kamu sibuk enggak?bisakan temenin saya belanja ke mall?" ucap wanita tersebut.
"Enggak sibuk kok sayang, siap pasti bisa kok buat kamu apa yang sih sayang?" lirih pria tersebut sambil mencium lengan wanita tersebut.
"Makasih sayang, kau memang yang terbaik." ucap Laras.
"Ya sudah lanjutin makan nya nanti keburu dingin setelah itu kita pulang sayang." ucap Rio.
"Iya sayang." jawab Laras.
_
"Apaan sich Riff. Jangan ngaco dech kalo bicara... Mana mungkin dia ada disini dia masih ada di Amerika kerja lah." ucap Fattan yang sedang fokus main game di hp nya.
"Saya serius Ttan itu seperti cewek kamu sama laki laki lain ttan." ucap Ariff sambil menunjuk yang di maksud.
"Berisik tau!" Lalu Fattan menatap yang di maksud Ariff.
Bukan nya itu si Laras?? Tapi ngapain dia sama laki laki lain. Tapi enggak mungkin si Laras dia menghianatiku batin Fattan.
Lalu mengambil hp dan menelepon Laras.
__ADS_1
"Haloo sayang kamu lagi apa?" Tanya Fattan.
"Emm.. Sa-saya lagi mau tidur sayang." jawab Laras dengan nada kaku.
"Oh.. Begitu ya sayang. Kapan ke indonesia lagi?" Tanya Fattan.
"Enggak tau sayang, saya sibuk disini banyak pasien yang berkunjung jadi enggak tau kapan sayang. Sudah dulu ya sayang sudah malam saya tidur duluan ya sayang." ucap Laras.
Lalu memutuskan telepon nya.
CK, dasar kau wanita brengsek, pembohong, Kau kira ku tidak lihat. Dasar penghianat batin Fattan.
"Maaf lama ya pak." ucap Syiffa yang habis dari toilet.
"Brrakkk. " ayo kalian ikut saya!! Ucap Fattan dengan tegas.
"Ma-mau kemana pak." ucap Syiffa.
Sstt... Sudahlah jangan banyak protes Syiff, ayo ikuti saja bisik Ariff.
Lalu berjalan mengikuti Fattan.
-
"Ehmzzz..." Suara deheman Fattan membuat kedua orang tersebut terhenti makan nya.
"Eh sa-sayang.... Apa ka-kabar?" Ucap Laras dengan suara gugup.
__ADS_1