Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.162


__ADS_3

"Oya Syiffa makasih ya sudah menemani saya makan tadi," ucap Rendy sambil mengendarai mobilnya dan tersenyum pada Syiffa


"Iya Kak sama sama. Oya justru saya juga terima kasih tadi sudah ditraktir  eksrim dan disuruh makan sama Kakak hehe," ucap Syiffa cengengesan.


"Iya Syiff, lagian demi kamu saya rela ngelakuin apapun yang penting kamu bahagia," ucap Rendy.


"Ih kak Rendy so sweat banget, enak dong kalau jadi kekasihnya kak Rendy apapun yang Syiffa mau  pasti diturutin dong?" ucap Syiffa.


"Ya tentunya dong kamu pasti tidak  akan kecewa jika menjadi kekasih saya," ucap Rendy sambil menaikan dua alisnya.


"Asyik mau dong Kak jadi kekasihnya Kak Rendy," canda Syiffa.


"Boleh, ya sudah hari ini kita jadian gimana? Maukan?" Ucap Rendy menatap Syiffa dengan serius.


"Apaan sih Kak, lagian tadi saya cuma bercanda kok hehe," ucap Syiffa cengengesan.


"Tapi saya tidak lagi bercanda Syiffa, saya serius. Meskipun kamu sering nolak saya waktu di sekolah dulu tapi rasa cinta saya tidak pernah pudar sampai sekarang dan tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu Syiffa. Jadi gimana maukan?" Ucap Rendy sambil menatap Syiffa.


"Gimana ya Kak? Saya juga bingung harus jawab apa. Jujur saja dulu saya juga suka sama Kakak tapi-"


"Kalau emang kamu  dulu suka sama Kakak  kenapa kamu menolak terus pernyataan cinta Kakak waktu itu hah?" Tanya Rendy memotong pembicaraan Syiffa.


"Iya karena waktu itu kan saya masih kecil masih kelas satu SMA sedangkan Kakak kelas tiga SMA, jadi belum ada kepikiran buat pacaran dan lagian Ibuku suka bilang berkali kali jangan pacaran dulu fokus belajar yang benar. Suka berbicara begitu." Ucap Syiffa.


"Sekarang kamu sudah besar tuh Syiff, dan pastinya Ibumu bakal merestui hubungan kita. Jadi gimana Syiffa maukan jadi kekasihku?" Tanya Rendy penuh harap.


"Maaf tidak  bisa Kak, lagian saya ini sudah bertunangan dengan orang lain jadi benar benar tidak bisa," ucap Syiffa sambil mengelengkan kepala.


"Apa tunangan?" Ucap Rendy merasa tidak percaya apa yang di ucapkan Syiffa.

__ADS_1


"Iya Kak saya ini sudah tunangan, jadi tidak mungkin saya bisa menerima Kakak," ucap Syiffa dengan hati hati.


"Ya berarti saya telat dong untuk mendapatkanmu," ucap Rendy merasa kecewa.


"Sudahlah Kak jangan kecewa begitu, lagian disana banyak kok cewek yang cantik jauh lebih baik dari saya," ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Iya Syiff," ucap Rendy sambil menganggukan kepala dan mencoba tersenyum dan berusaha ikhlas dan menerima semua ini.


"Maaf ya Kak," ucap Syiffa merasa tidak enak hati.


"Iya tidak apa apa kok Syiffa. Tapi walaupun kamu sudah punya tunangan atau bahkan nanti menikah tetap mau dong berteman dengan saya?" Tanya Rendy.


"Tentu saja dong Kak, dengan senang hati bisa berteman dengan Kakak sampai kapan pun." Ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Makasih Syiff, oya kalau boleh tahu siapa nama tunanganmu itu?" Tanya Rendy.


"Namanya adalah-"


Lalu Syiffa pun memalingkan wajahnya menatap keluar, tanpa tidak sengaja Syiffa pun merasa terkejut dan tidak menyangka mengenal sosok seseoran yang di kenal


Aku enggak percaya dan tidak menyangka ternyata dia pergi bersama mantannya? Atau jangan jangan yang tadi menelepon dia adalah mantannya. Ck, sungguh lucu sekali dan sangat brengsek sekali kamu Fattan." Batin Syiffa merasa geram.


Lalu disisi lain karena mengetahui ada orang yang melihatnya dia dengan sengaja berpura pura membohongi Fattan.'k


"Aduh mataku Fattan!" Ucap Laras sambil mengucek matanya dengan Fattan.


"Matamu kenapa emangya Laras ?" Tanya Fattan sambil menatap Laras dan merasa khawatir


"Enggak tahu nih Tan, pedih banget nih mataku," ucap Laras sambil mengerlipkan matanya.

__ADS_1


"Ya sudah lihat sini mata kamu dan biar saya tiupin matamu," ucap Fattan.


Lalu Laras pun menuruti apa kata Fattan dan kini wajahnya mereka saling berhadapan. Lalu Fattan pun mulai meniupi mata Laras yang pedih. Namun di tempat lain ada seseorang yang berprasangka kalau mereka sedang berciuman dan merasa terkejut dengan sikap calon suaminya itu dan tidak menyangka kenapa bisa melakukan hal tidak senonoh ditempat umum.


Kini Syiffa pun merasa hancur dengan melihat kejadian barusan yang dilihatnya. Dia merasa dipermainkan oleh seorang Fattan adijaya. Kini Syiffa pun paham mungkin emang benar ternyata dirinya hanya sebagai pelampiasan saja.


ck maksud dia apaan sih melakukan begitu dihadapanku hah? Kalau emang kalian mau bersatu kembali ya sudah silahkan saja bersatu. Jangan kaya gini manas manasin saya dengan sikap kalian yang tidak senonoh. Lagian maksud kamu apa sih Fattan melakukan seperti ini hah? Sumpah aku sudah muak dan benci kamu Fattan brengsek!! Batin Syiffa. Lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.


Lalu lampu merah pun sudah berganti menjadi hijau pertanda kendaraan boleh melajukannya kembali.


"Maaf ya Syiffa saya cuekin kamu," ucap Rendy saat sudah selesai menerima panggilan telepon.


"Iya tidak apa apa kok Kak," jawab Syiffa sambil tersenyum.


"Oke  sekarang mau kemana nih?" Tanya Rendy.


"Ya pulang sajalah ke rumah Kak, lagian  saya ngantuk dan cape pingin tidur Kak," ucap Syiffa.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Rendy sambil mengemudi mobilnya berjalan menuju rumah Syiffa.


Setengah jam kemudian...


Kini mobil yang ditumpangi Syiffa pun sudah sampai tujuan. Lalu Syiffa pun keluar dari mobil tersebut.


"Terima kasih ya Kak, sudah nganterin saya pulang," ucap Syiffa.


"Iya Syiffa. Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang Syiffa!" Ucap Rendy.


"Iya silahkan Kak hati hati dijalannya Kak," ucap Syiffa.

__ADS_1


"Oke Syiffa." Jawab Rendy.


Lalu Rendy pun pergi meninggalkan rumah Syiffa dan Syiffa pun berjalan masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang kecewa, benci dan sedih.


__ADS_2