Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.211


__ADS_3

Kini mereka pun sudah sampai dirumah.


"Ayo kita kita keluar dari mobil sayang." Ajak Fattan.


"Baiklah Kak." Jawab Syiffa sambil membuka salbeltnya.


Lalu keduanya berjalan menuju rumah, setelah keluar dari mobil tersebut.


"Eh menatu Ibu sudah pulang ya?" Tanya Bu Angel.


"Iya Bu. Ibu lagi ngapain?" Tanya Syiffa saat melihat Bu Angel kini sedang mengulek.


"Ini Ibu lagi mau bikin rujak, siang siang gini kayaknya enak nih makan rujak." Ucap Bu Angel.


"Iya benar Bu Kayaknya asik nih ngerujak." ucap Syiffa


"Ya sudah sini kita ngerujak yuk. Nih coba kamu lihat ada berbagai macam buah-buahan." Ucap Bu Angel.


"Iya benar Bu ternyata ada belimbing, buah mangga, juga ada jeruk Bali kayaknya sedap tuh." Gerutu Syiffa sambil menghampiri Ibu Angel yang kini sedang mengulek.


"Kamu mau ke mana Kak, sini kita ikutan ngerujak sama Ibu." ucap Syifa sambil menatap suaminya.


"Enggak ah sayang, soalnya itu asam semua tuh buahnya. Nanti bikin gigiku linu dan tidak bisa makan." ucap Fattan.


"Wah padahal ini enak lho Kak. Coba sekali saja untuk mencoba pasti ketagihan tuh." ucap Syifa


"Tapi saya tidak mau sayang. Ih ini orang  memaksa mulu nih nanti kalau kakak sakit perut mau nih tanggung jawab." ucap Fattan.


"Enggak kak hehe. Paling juga kalau Kakak sakit perut dan parah sama Syiffa paling dibawa ke rumah sakit." Ucap Syiffa cengengesan.


"Kalau jadinya kayak begitu, saya enggak mau banget untuk memakan rujak tersebut." Ucap Fattan.


"Ya sudah kalau tidak mau rujak, pergi saja sana ke kamar." gerutu  Bu  Angel.


"Iya Bu, lagian ini juga mau ke kamar kok." Ucap Fattan.


"Ya sudah sana ke kamar tuh." ucap Syifa.


"Ngusir nih ceritanya, tega benar ya sekarang punya Istri." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Bukan ngusir Kakak. Tapi kan Kakak bilang sendiri katanya mau ke kamar." Ucap Syiffa.


"Iya kakak lupa. Ya sudah saya pamit dulu ya Ibu sama Istriku yang cantik untuk pergi ke kamar." Ucap Fattan.

__ADS_1


"Heem." Jawab Syiffa yang kini sedang membantu Ibu Angel mengiris buahnya.


"Sudah jadi nih Sayang, Ayo kita makan." Ucap Bu Angel.


" Iya siap bu." Lalu Syiffa  dan Bu Angel kini sedang menikmati rujak buatan dirinya dan Bu Angel.


"Gimana Sayang. Enak kan rujaknya?" Tanya Bu Angel kepada Menantunya.


"Iya enak Bu. Apalagi ini buahnya ini beuh manis manis asam gitu Bu, ditambah pedas beuh mantap betul Bu." Ucap Syiffa.


"Lagi pada ngapian nih Nyonya Angel dan Non syiffa." Ucap Bi Ati yang tiba tiba datang menghampiri mereka.


"Ini Bi, lagi makan rujak buatan Ibu. Coba Bi sini kita makan rujak bareng." Ajak Syiffa.


"Baiklah Non Syiffa." Ucap Bi  Ati sambil duduk dibawah lantai bersama Syiffa dan Bu Angel lalu mencobanya.


"Gimana Bi, enak kan?" Tanya BU Angel.


"Enak nyonya. Apalagi bumbunya nih manis, pedas di tambah buah mangga muda beuh mantap abis nih Bu." Ucap Bi Ati.


"Serius Bi?" Tanya Bu  Angel.


"Iya serius Nyonya. Sebenarnya siapa yang ngidam pingin rujak nih?" Tanya Bi Ati.


"Ih Ibu mah, nuduh sembarangan saja. Enggak kok Bi Ati bukan saya. Mungkin Ibu kali yang ngidam." Ucap Syiffa.


"Yang benar saja, Nyonya ngidam nih?" Tanya Bi Ati.


"Nggak kok Bi. Ah itu mah Syiffa saja yang ngawur bicaranya." Ucap Bu Angel.


"Jadi sebenarnya ini yang ngidam siapa sih sebenarnya?" Tanya Bi Ati merasa bingung.


"Emangny bibi pikir kalau ada orang yang ngerujak dikatakan sedang hamil apa hah?" Gerutu Bu Angel.


"Enggak juga sih Nyonya hehe." Ucap Bi Ati cengengesan.


"Huh dasar Bi  Ati ini ya." Gerutu Syiffa.


"Ya sudah, ayo kita habisin lagi rujaknya nih, tinggal dikit lagi nih." Ucap Bu Angel.


Lalu Syiffa, Bu Angel dan Bi Ati pun kini sedang menikmati rujaknya hingga habis tidak tersisa.


"Aduh Nak Syiffa, kenyang banget nih makan rujaknya." Ucap Bu Angel.

__ADS_1


"Iya sama Bu, Syiffa juga kenyang Bu." Ucap Syiffa.


"Ya sudah kalau begitu Ibu mau ke kamar dulu ya Nak. Ngantuk nih Nak." Ucap Bu Angel.


"Iya silahkan Bu." Jawab Syiffa.


Lalu Bu Angel pun kini pergi meninggalkan Syiffa dan Bi Ati.


"Kirain Bibi Non Syiffa yang lagi ngidam hehe." Ucap Bi Ati cengengesan.


"Ah Bibi bisa saja. Lagian mana mungkin Syiffa langsung hamil, orang semalam baru melakukannya." Ucap Syiffa dengan polos.


"Eh, iya juga ya Non. Padahal Non Syiffa dan Den Fattan baru merasakannya kembali semalam ya, setelah berbulan bulan ditinggal pergi Den Fattan. Nikmat ya Non, kembali merasakan surga dunia hehe." Ucap Bi Ati cengengesan.


"Eh Bibi kenapa sih, kenapa jadi berpikiran mesum ih." Gerutu Syiffa.


"Lagian siapa yang duluan yang bahas, hayoo.. " ucap Bi Ati.


"Ih Bibi sendirian ya duluan bahas. Sudah ah Bi, Syiffa mau ke kamar dulu ya Bi." Syiffa sambil berlalu pergi meninggalkn Bi Ati.


Aneh banget itu Non Syiffa, dia duluan yang bahas, kenapa jadi Bibi yang disalahin ya? Ada ada saja itu Non Syiffa ucap Bi Ati sambil membereskan piring piring yang kotor.


Kak? Panggil  Syiffa yang kini sudah berada di kamar dan tidak mendapati suaminya ada di sana.


Kak Fattan mana ya? Kok tidak ada. Bukannya tadi mau tidur ya. Kak.. Kak Fattan panggil Syiffa sambil berjalan ke atas kasur.


Hoamm... ngantuk banget nih, padahal masih jam empat sore. Sudahlah mending tidur saja. Lagian males ah cari Kak Fattan ucap Syiffa yang kini langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan  tiba tiba tertidur dan berada di alam bawah sadarnya.


💞💞


hei Kakak kakak semuanya, apa kabarnya Kak? Semoga kalian sehat sehat semuanya. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Kakak yang sudah mampir ke karyaku yang masih berantakan ini. Karena sebentar lagi karya ini mau tamat. Sekalian mau promo nih, novel terbaru saya yang judulnya "Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty).



Sinopis novel:


Namaku Aleena Santika, umurku 22 tahun. Aku baru saja lulus kuliah dari fakultas manajemen. Dengan segera aku melamar di sebuah perusahaan yang terkenal itu yaitu Intern group. Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.


Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?


Lalu bagaimana jika Veri selama ini memendam perasaannya terhadap Aleena. Sedangkan Aleena harus menikah dengan Juna Prakasa karena kesalahan pada malam itu. Akankah Aleena membatalkan pernikahannya dan memilih Veri yang sudah banyak membantu Aleena?


Jangan lupa mampir ke karya baruku ini ya Kak. Alhamdulilah berkat kritik dan saran dari Kakak semua sehingga ada pelajaran dan tahu bagaimana cara menulis yang benar dan alhamdulilah karya terbaruku ini masuk ikutan lomba even mengubah takdir. Tapi untuk bisa masuk ikutan lomba pastinya dibimbing langsung oleh editornya. Yuk ah mampir tidak kalah seru ceritanya nih, jangan lupa kasih dukungannya Kak, dengan kasih like, comen dan vote. Terima kasih Kakak semuanya.😍😍

__ADS_1


__ADS_2