Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.21


__ADS_3

"Doarr..."


" Eh kambing copot, anak kambing terbang.." Lirih Nella dengan suara latah.


"Ich Syiffa kagetin aja tau, untung aku tidak jantungan." teriak Nella dengan kesal.


"Sorry sorry hehehe habisnya kalian serius banget sih sampai kedatanganku dari tadi tidak dihiraukan, tidak sadar ya?" Lirih Syiffa.


"What dari tadi?" Lirih Nurul.


"Iya tau dari tadi aku sudah ada dibelakang kalian tapi kalian tidak sadar apa? Emang lagi liatin apa sih?" Lirih Syiffa.


"Sini tuh lihat romantis bangeet kan, wah pacarnya ganteng banget pasti dia orang kaya deh dan lihat dia melamar wanita tersebut dengan cincin bagus dan sangat elegan." lirih Hasna.


"Heem Aku juga jadi pingin deh kayak gitu di lamar sama orang kaya, ganteng, baik dan tentu nya setia." lirih Nella sambil menghayal.


"Huss kalian menghayal mulu, sudah ah yuk kita jalan ke tempat lain kita beli baju couple tanda persahabatan kita gimana?" Lirih Syiffa.


"Boleh juga, bagus tuh ide kamu," lirih Nurul.


Lalu mereka pun pergi mencari tempat baju couple.


"Wah lihat ini baju couple nya bagus banget cocok buat kita yang seumurnya masih abg." lirih Hasna dengan tertawa nyinyir


"Iya bagus juga," lirih Nurul.


"Ya udah kita sepakat beli baju yang ini ya oke?" Tanya Syiffa


"Oke.. " jawab Hasna dan Nurul.

__ADS_1


"Oya Nella kemana?" Lirih Syiffa sambil tengok kiri kanan mencari Nella.


"Oya aku lupa bilang tadi kata nya mau beli sepatu dulu ke tempat itu." lirih Hasna sambil menunjuk toko tersebut.


"Oh begitu ya, terus ini.."


"Kata nya pilih aja baju couple nya mana yang bagus, dia mah nurut saja. Mau pake baju mana pun hayu saja katanyanya." lirih Hasna langsung memotong pembicaraan syiffa.


"Ya sudah kalau gitu mah," ucap Syiffa.


"Bu ini baju yang ini beli 8 ya Bu." lirih Syiffa sambil menyodorkan baju.


"Iya baik Neng," jawab Bu pedagang.


"Ini Neng barang nya." ucap Ibu pedagang saat sudah beres mengantongi baju pesannya.


"Dan ini uang nya Bu, makasih ya Bu." lirih Syiffa


"Yuk kita kesana susul si Nella," ucap Hasna.


Lalu Syiffa, Hasna dan Nurul pun berjalan untuk menemui sahabatnya.


.


Wah bagus banget sepatu ini. yang ini juga, yang itu juga, wah malahan yang ini lebih keren." gerutu Nella pada diri sendiri Lalu mengambil sepatu tersebut.


Lalu dengan kebetulan seseorang bersamaan mengambil sepatu tersebut.


"Ini punya saya?" Lirih Nella sambil memegang sepatu tersebut.

__ADS_1


"Tapi Saya yang duluan lihat sepatu ini!" lirih wanita tersebut sama memegang kuat sepatu tersebut


"Kalau kamu yang pertama lihat kenapa tidak langsung ambil hah?" Tanya Nella.


"Ya karena tadi aku sedang ke toilet dulu," lirih wanita tersebut dengan berbohong.


"Tapi tetap saja ini sudah milik aku sepatunya." ucap Nella.


"Tidak bisa, sepatu itu harus milik aku," ucap Laras menatap tajam Nella.


"Enggak bisa gitu dong, itu juga harus milik aku," ucap Nella menatap tajam balik Nella.


Lalu terjadilah tarik menarik antara keduanya untuk mendapatkan sepatu tersebut.


"Tuh lihat itu si Nella lagi berantem sama cewek,"m ayo kita pisahin dia!" lirih Nurul.


Lalu mereka bertiga berjalan ke arah Nella.


"Ada apaan sih kok rame ya? Oh my good Laras ?" lirih Fattan sambil berjalan menuju ke arah Laras.


"Sudah Nel, jangan ribut Malu tau ini di tempat umum, lihat banyak orang yang lihatin." lirih Syiffa.


"Enak saja, terus aku harus ngalah gitu sama cewek ini, tidak bisa gitu dong Orang aku yang duluan ngambil sepatu ini." lirih Nella dengan kesel.


"Enak saja, aku yang duluan kesini dan lihat sepatu ini!" Lirih Laras dengan kesal.


"Kalau gitu kenapa dari tadi tidak di ambil sepatu nya? Sudah aku ambil baru kamu ngerebutnya hah?" lirih Nella dengan emosi tak bisa di tahan.


"Ada apa ini?" Lirih Fattan yang baru saja nyampai ditempat tersebut.

__ADS_1


"Pak Fattan?" Lirih Syiffa dan Nurul tidak percaya.


__ADS_2