Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.229


__ADS_3

"Kenapa lama sekali dan belum datang juga pesanan makanku," gerutu Syiffa yang kini sedang duduk di sofa.


"Emangnya kamu, pesan makanan ya?" Tanya Della.


"Iya Dell, mana perutku lapar sekali nih." Syiffa sambil mengusap perutnya.


"Sabar Syiff, mungkin sebentar lagi juga datang." Ucap Della.


"Ya sudah, sambil menunggu makanannya datang saya tidur dulu ya Della." Syiffa sambil menatap Della.


"Iya Syiffa. Eh tapi kamu mau tidur dimana?" Tanya Della.


"Ya disofa lah tidurnya, emangnya dimana lagi tidurnya." Ucap Syiffa.


"Ya sudah kalau begitu, jangan salahin saya iya, bila pak Fattan marah sama kamu." Della sambil menatap Syiffa.


"Iya nyantai saja Della, jika suamiku marah maka saya akan membelamu." Ucap Syiffa.


"Baiklah Syiffa." Della kembali lagi mengerjakan pekerjaannya kembali.


Lalu Syiffa pun merebahkan tubuhnya di sofa, dan menutup matanya. Dengan perlahan lahan Syiffa pun tertidur.


Tok.. tok .. tok..suara mengetuk pintu. Lalu seseorang pun memasuki ruangan.


"Maaf Mbak, saya lancang masuk kedalam. Ini ada makanan katanya pesanan dari Bu Syiffa ya?" Tanya Opik sang office boy.


"Oh iya, ya sudah makanannya taruh saja diatas meja." Della sambil menatap Opik.


"Baiklah Mbak." Jawab Opik. Kemudian opik pun menyimpan semua makanan yang Syiffa pesan.


"Banyak banget makanannya. Apakah itu pesanan Syiffa semuanya?" Tanya Della.


"Iya Mbak, kata yang nganterin makanan katanya punya Bu Syiffa. Ya sudah Mbak, saya permisi." Pamit Opik saat selesai menaruh semua pesanan makanannya.


"Iya silahkan," jawab Della.


Emang benar ya, kalau hamil bawaannya lapar mulu. Dan pinginnya makan makanan dengan jumlah banyak? Tapi ntahlah hanya Syiffa yang tahu. Gimana ya, bangunin tidak ya? Kalau dibangunin kasihan kayaknya Syiffa tidurnya begitu nyenyak gerutu Della sambil menatap Syiffa yang sedang tidur di sofa.

__ADS_1


Tiba tiba Syiffa pun terbangun saat mencium aroma makanan dan perutnya yang mengundak perutnya menjadi lapar.


Hoamm.. pegal sekali tanganku. "Eh pesanan makananku sudah datang nih Dell?" Tanya Syiffa saat menatap dimejanya banyak makanan.


"Iya Syiffa, tadi Opik membawa makanannya kesini." Jawab Della.


"Terus kenapa kamu tidak membangunkanku?" Syiffa sambil menatap Della.


"Tadinya saya mau membangunkanmu, tapi kasihan lihat kamu begitu nyenyak tidurnya." Ucap Della.


"Kata siapa nyenyak tidurnya? Yang ada malah sakit nih tangganku." Gerutu Syiffa. Bagaimana tidak, tangan sendiri dijadikan alas bantal untuk kepala.


"Lagian saya mana tahu, kalau kamu tidur tidak nyenyak. Kalau tahu mah sudah saya bangunin Syiffa." Ucap Della.


"Iya ya deh. Oya kamu mau enggak Dell?" Tanya Syiffa sambil membuka satu persatu makanannya.


"Enggak ah Syiff, kamu saja makan yang kenyang kan bukannya tadi bilang lapar." Della sekilas menatap laptopnya.


"Baiklah. Tapi serius enggak mau nih, enak loh. Lagian ini makanannya banyak kok." Syiffa mencoba menggoda Della.


"Serius enggak kok Syiff," Della sambil mencoba menelan salivanya sendiri. Sebenarnya Della pun mau, tapi gimana lagi sekarang waktunya bekerja bukan untuk makan.


"Kalau begitu saya mau dong Syiffa." Ucap Della sambil berjalan menghampiri Syiffa.


"Bukannya tadi kamu enggak mau ya hah? Ya sudah, sini kita makan bersama." Ajak Syiffa.


"Sebenarnya dari tadi mau sih, cuma takut pak Fattan marah, kan sekarang waktunya kerja bukan ngopi Syiffa," Della sambil menatap Syiffa.


"Lagian kamu ngapain sih harus takut mulu suamiku, dia mah orangnya baik kok," ucap Syiffa.


"Iya sama istrinya baik, tapi beda lagi kali kalau sama saya mah Syiffa tetap harus menjalankan peraturan." Gerutu Della.


"Iya juga ya. Tapi sudahlah untuk sekarang mah jangan patuh sama peraturan dan kita nikmati makanannya." Ucap Syiffa.


"Baiklah kalau begitu." Jawab Della. Lalu mengambil makanan yang ada dimeja.


Kini Syiffa dan Della pun sedang menikmati makanan yang dipesannya. Satu persatu makanan pun sudah habis.

__ADS_1


"Hedeuh kenyang sekali Dell, pasti babyku ikut juga kenyang nih." Ucap Syiffa sambil mengusap perutnya yang masih rata.


"Sama saya juga Syiffa, sangat kenyang. Terima kasih sudah mengajalku untuk menikmati makanan yang enak enak ini." Ucap Della yang kini sedang berada disoffa bersama Syiffa.


"Iya Della. Saya ngantuk nih Della, pingin tidur lagi ah, hoamm.." Syiffa menguap dan merebahkan tubuhnya di sofa.


Hoamm.. loh kenapa saya, ikut ikutan ngantuk juga ya. Masa iya harus tidur lagi sih gerutu Della.


Ceklek. Tiba tiba terdengar suara membuka pintu.


Siapa yang membuka pintu? Atau jangan pak Fattan yang buka pintu dan sudah beres rapatnya. Aduh gimana ini bisa gawat dimarahin, mana berantakan ini ruangannya. Lebih baik saya harus kembali bekerja lagi supaya tidak kena ambukan pak Fattan ah ucap Della sambil kembali ketempat kerjanya.


Karena rapatnya sudah selesai. Kini Fattan dan Ariff pun masuk ke dalam ruangannya. Betapa terkejutnya Fattan saat melihat ruangannya berantakan bekas bekas makanan diatas meja.


Syiffa... gerutu Fattan sambil menatap istrinya yang tertidur diatas sofa dengan perasaan kesal.


"Sabar Tan, kamu jangan marah marah sama Syiffa. Dia lagi hamil loh." Ariff mencoba mengingatkan Fattan.


Huuh.. Fattan mencoba menarik napas dan mengeluarkan napasnya dengan kasar.


"Kalau saja istriku tidak hamil, sudah saya hukum dia." Gerutu Fattan sambil berjalan menghampiri istrinya.


"Ya begitulah orang lagi hamil harus sabar menghadapi dia, jangan sampai membuat istrimu strees karena tingkahmu. Kan sangat berpengaruh juga untuk janin." Ariff sambil menatap Fattan.


"Iya saya tahu kok." Jawab Fattan.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Ariff.


"Oya Della, apakah semua makanan ini istriku yang menghabiskan semuanya?" Tanya Fattan.


"I-iya tentu saja Syiffa yang makan semuanya. Hingga dia bilang katanya kenyang dan ngantuk pingin tidur." Ucap Della berbohong.


"Istriku ini benar benar ya. Makanan sebanyak ini dia habiskan sendiri? Tapi tidak apa apalah yang penting kamu senang dan sehat. Oya Riff, tolong panggilkan Office boy untuk membersikan ruangan ini," Ucap Fattan sambil menyelipkan anak rambutnya yang menghalangi wajahnya.


"Baik Tan." Jawab Ariff sambil berjalan keluar untuk memanggil office boy.


Lalu Fattan pun dengan segera menggendong istrinya ke dalam ruangan lain, dimana diruangan tersebut ada tempat tidur khusus dirinya.

__ADS_1


Setelah sampai diruangan tersebut, dengan segera Fattan pun mentidurkan istrinya diatas ranjang dengan pelan pelan hingga kini Syiffa tertidur di ranjang dengan nyenyak. Lalu dibukanya sepatu yang dikenakan istrinya dan menyelimutkan selimutnya menutupi sebawah pundak.


Kamu tidur saja disini sayang, kamu harus banyak istirahat biar baby kita sehat dan nyenyak diperutmu sayang, ucap Fattan sambil mencium kening istrinya dan berlalu pergi untuk bekerja kembali.


__ADS_2