Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.208


__ADS_3

"Akhirnya kenyang juga nih Kak. Terima kasih Kak, sudah menenuruti kemauan Syiffa." Ucap Syiffa.


"Iya Sayang. Lagi Kakak sangat senang, bila melihat kamu bahagia." Ucap Fattan.


"Ah so sweat banget Suamiku ini. Semakin sayang kepada Kakak." Ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Harus dong. Sekarang mau kemana lagi?" Tanya Fattan.


"Pulang sajalah Kak, ngantuk nih Kak." Ucap Syiffa.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Fattan.


Lalu keduanya pun pergi meninggalkan tempat tersebut  setelah membayarnya terlebih dahulu. Sekarang mereka berada disebuah mobil sedang menuju perjalanan ke rumah.


"Syiffa," panggil Fattan.


"Iya, ada apa Kak?" Ucap Syiffa.


"Maafin Saya, jika selalu menyakitimu. Kamu harus percaya sama Kakak, kamu adalah orang satu satunya yang paling berharga dalam hidupku dan kamu orang yang sangat Kakak sayangi dan cintai." Ucap Fattan sambil mencium tangannya Istrinya.


"Terima kasih Kak." Ucap Syiffa. Sebenarnya Syiffa masih ragu dengan ucapan Fattan, teringat potonya bersama mantannya. Syiffa pun pingin menanyakan hal tersebut tapi ini bukan waktunya untuk menanyakan hal tersebut. Biarkan saja sekarang waktunya kita saling mengungkapan perasaan rindu dan kangen karena hampir sudah tujuh bulan tidak bertemu karena sebuah pekerjaan.


Kini mobil yang dikendarai Syiffa dan Fattan pun sudah sampai dirumah. Lalu mereka pun keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Sepi banget ya Kak, pada kemana mereka?" Tanya Syiffa saat melihat rumahnya tidak ada siapa siapa.


"Istriku ini gimana ya, ini sudah mal sayang pasti mereka sudah tidur tuh." Ucap Fattan.


"Eh iya lupa Kak hehe." Ucap Syiffa cengengesan.


"Dasaar Istriku ini. Ya sudah ayo kita  jalan ke kamar, kita bikin anak yuk." Bisik Fattan.


"Apaan sih Kakak ini ah." Ucap Syiffa merasa salah tingkah lalu berjalan cepat meninggalkan Suaminya dan berjalan menuju kamarnya.


Ck, kenapa setiap Saya meminta Dia selalu begitu dan kelihatan salah tingkah. Apakah karena kita sudah lama tidak bertemu, yang membuat dia jadi begitu? Saya akan membuat dia merasakan kembali yang sekian lama tidak merasakannya. Tunggu Saya honey disana. Saya akan siap siap bertempur didalam gemelut Kasur. Dan akan membuatmu ketagihan ucap Fattan pada diri sendiri lalu tersenyum terhadap Istrinya yang kini sudah masuk ke dalam kamar.


Kenapa, jantungku berdetak begitu kencang.  Apa yang salah dengan diriku? Dia itu Suamimu Syiffa bahkan kamu sering melakukannya setiap hari sebelum suamimu berangkat ke America. Apakah karena sudah lama tidak bertemu dan tidak merasakannya lagi membuat diriku ini jadi salah tingkah, deg degan dan merasa... entahlah perasaan apa ini gerutu Syiffa pada diri sendiri.


Tiba tiba pintu kamar pun terbuka. Syiffa pun merasa terkejut dan menjadi cemas.


Lebih baik, aku pura pura tidur saja ucap Syiffa sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur kemudian tidur.


Yah, dia malah tidur lagi. "Sayang apakah kamu sudah tidur?" Tanya Fattan saat sudah memasuki kamar. Lalu berjalan menghampiri Istrinya yang kini sedang tidur diatas kasur dengan seluruh tubuh ditutupi oleh selimut.


Saya tahu, kamu pura pura tidurkan?  Ucap Fattan sambil membuka selimutnya yang kini menutupi tubuh Istrinya.


Oh, ternyata benar ya sudah tidur. Ya sudah kalau memang sudah tidur terpaksa nih, Saya sobek semua bajumu itu ucap Fattan dengan mengancam.


"Eiitsss... sembarangan saja kalau bicara. Main sobek sobek saja, emang pikir ini baju atau kertas hah?" Ucap Syiffa tiba tiba bangun dan menatap Suaminya.


"Pintar yah Istriku ini sekarang hah.  Pintar sekali berpura pura berbohong tidur. Maksudnya apa hah melakukan seperti itu?" Tanya Fattan sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Istrinya.


"Maaf Kak hehe, tidak ada maksud apa apa kok Kak." Ucap Syiffa sambil cengengesan sambil menghindari Suaminya yang kini semakin dekat dengan dirinya.


"Jangan berbohong deh, Saya tahu kamu pasti-"


Cup.. ucapan Fattan melayang diudara saat tiba tiba benda kenyal menyentuhnya bibirnya. Dan Fattan pun tidak percaya Istrinya sekarang berani melakukan seperti itu. Fattan pun merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh istrinya. Lalu Fattan pun membalas setiap sentuhan yang diberikan Istrinya. Sehingga kini mereka terbakar gairah dan hasrat yang tinggi. Kemudian Fattan membuka satu persatu baju milik dirinya dan Istrinya sehingga polos tanpa benang sehelai pun. Karena tidak bisa di bendung lagi hasratnya dengan segera Fattan melakukan penyatuannya. Sehingga kini mereka sedang menikmati indahnya surga dunia.

__ADS_1


"Terima kasih Sayang." Ucap Fattan sambil mencium lembut bibir Istrinya setelah melepaskan hasratnya yang selama ini tertunda.


Syiffa pun hanya tersenyum kepada Suaminya. Karena merasa lelah kini akhirnya mereka pun tertidur tanpa memakai benang sama sekali dan dengan keadaan tubuh mereka polos. Kini mereka berdua sudah berada di bawah alam sadarnya.


.


.


Syiffa pun terbangun dari tidurnya. Lalu menatap jam dinding menunjukan pukul jam 05.30 wib. Waduh kesiangan bangunnya. Biasanya jam segini sudah beres mandi dan sudah siap siap  nangkrong dimeja makan. Ini semua gara gara ulah Suamiku sih, jadi begini deh kesiangan gerutu Syiffa sambil menatap Suaminya yang kini masih tertidur pulas.


Lalu Syiffa pun berjalan menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya. Tapi terlebih dahulu memunguti dulu baju miliknya dan Suaminya yang berantakan di lantai akibat ulah Suaminya semalaman. Setelah selesai berjalan menuju bathroom dengan tubuh polosnya tanpa memakai handuk.


Byyurr... ah seger banget ini. Mana tubuhku rasanya merasa remuk sekali akibat ulah Suamiku yang ntah sudah berapa kali meminta lagi hedeuh bener bener itu orang gerutu Syiffa sambil membersihkan tubuhnya dengan cairan sabun sakura yang membuat pikiran menjadi rileks karena aroma sabunnyng wangi dan segar.


Setelah selesai mandi, kemudian memakaikan handuknya setengah dada hingga sebawah lutut dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju. Namun tiba tiba handphone Fattan berdering tanda ada panggilan masuk menghubungi nomor Suaminya. Tapi Syiffa pun tidak mengangkatnya hanya membiarkan saja. Tapi berkali kali handphone Fattan terus berbunyi seolah olah orang tersebut tidak menyerah sebelum di angkat.


Siapa sih, sebenarnya yang menelpon? Kenapa Kak Fattan tidak mendengar handphonenya berbunyi. Karena penasaran Syiffa pun mengambil handphone Suaminya yang disimpan dimeja. Betapa terkejutnya Syiffa saat mengetahui siapa yang meneleponnya.


Laras?? Ngapain dia menelpon Suamiku? Dia tidak malu sekali terus mengejar Suamiku kayak tidak banyak Pria saja. Ck, benar benar itu orang. Sudah tahu Fattan sudah menikah dan memiliki Istri masih saja terus mengganggu gerutu Syiffa. Lalu mengangkat panggilan masuk tapi tiba tiba handphonenya dimatikan sama Laras.


Ck, menyebalkan sekali ini orang. Eh tunggu ini ada banyak pesan nih dari si Laras. Karena merasa penasaran terpaksa Syiffa pun membuka chat dari Laras dan betapa terkejutnya Syiffa saat mengetahui apa isi dari chat tersebut.


Jadi ternyata benar,  seseorang yang mengirimkan poto itu kepada saya. Jadi benar juga


Oleh istrinya. Lalu Fattan pun membalas setiap sentuhan yang diberikan Istrinya. Sehingga kini mereka terbakar gairah dan hasrat yang tinggi. Kemudian Fattan membuka satu persatu baju milik dirinya dan Istrinya sehingga polos tanpa benang sehelai pun. Karena tidak bisa di bendung lagi hasratnya dengan segera Fattan melakukan penyatuannya. Sehingga kini mereka sedang menikmati indahnya surga dunia.


"Terima kasih Sayang." Ucap Fattan sambil mencium lembut bibir Istrinya setelah melepaskan hasratnya yang selama ini tertunda.


Syiffa pun hanya tersenyum kepada Suaminya. Karena merasa lelah kini akhirnya mereka pun tertidur tanpa memakai benang sama sekali dan dengan keadaan tubuh mereka polos. Kini mereka berdua sudah berada di bawah alam sadarnya.


.


.


Syiffa pun terbangun dari tidurnya. Lalu menatap jam dinding menunjukan pukul jam 05.30 wib. Waduh kesiangan bangunnya. Biasanya jam segini sudah beres mandi dan sudah siap siap  nangkrong dimeja makan. Ini semua gara gara ulah Suamiku sih, jadi begini deh kesiangan gerutu Syiffa sambil menatap Suaminya yang kini masih tertidur pulas.


Lalu Syiffa pun berjalan menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya. Tapi terlebih dahulu memunguti dulu baju miliknya dan Suaminya yang berantakan di lantai akibat ulah Suaminya semalaman. Setelah selesai berjalan menuju bathroom dengan tubuh polosnya tanpa memakai handuk.


Byyurr... ah seger banget ini. Mana tubuhku rasanya merasa remuk sekali akibat ulah Suamiku yang ntah sudah berapa kali meminta lagi hedeuh bener bener itu orang gerutu Syiffa sambil membersihkan tubuhnya dengan cairan sabun sakura yang membuat pikiran menjadi rileks karena aroma sabun yang wangi dan segar.


Setelah selesai mandi, kemudian memakaikan handuknya setengah dada hingga sebawah lutut dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju. Namun tiba tiba handphone Fattan berdering tanda ada panggilan masuk menghubungi nomor Suaminya. Tapi Syiffa pun tidak mengangkatnya hanya membiarkan saja. Tapi berkali kali handphone Fattan terus berbunyi seolah olah orang tersebut tidak menyerah sebelum di angkat.


Siapa sih, sebenarnya yang menelpon? Kenapa Kak Fattan tidak mendengar handphonenya berbunyi. Karena penasaran Syiffa pun mengambil handphone Suaminya yang disimpan dimeja. Betapa terkejutnya Syiffa saat mengetahui siapa yang meneleponnya.


Laras?? Ngapain dia menelpon Suamiku? Dia tidak malu sekali terus mengejar Suamiku kayak tidak banyak Pria saja. Ck, benar benar itu orang. Sudah tahu Fattan sudah menikah dan memiliki Istri masih saja terus mengganggu gerutu Syiffa. Lalu mengangkat panggilan masuk tapi tiba tiba handphonenya dimatikan sama Laras.


Ck, menyebalkan sekali ini orang. Eh tunggu ini ada banyak pesan nih dari si Laras. Karena merasa penasaran terpaksa Syiffa pun membuka chat dari Laras dan betapa terkejutnya Syiffa saat mengetahui apa isi dari chat tersebut.


Jadi ternyata benar,  seseorang yang mengirimkan poto itu kepada saya. Jadi benar juga  selama ini Fattan selalu menghabiskan waktunya untuk berduaan sama Laras? Kenapa kamu tega sekali Fattan melakukan hal itu? Jika kamu masih berharap sama mantanmu kenapa kamu harus memilih aku jadi Istrimu Fattan. Kenapa kamu tidak pernah jujur kalau disana menghabiskan waktunya hanya untuk bersama Laras. Aku benci kamu Fattan, sangat benci gerutu batin Syiffa sambil menatap kecewa Suaminya yang masih tertidur. Kemudian Syiffa pun menyimpan kembali handpone Suaminya.


Aku harus segera pergi berangkat sekarang juga, jangan sampai Kak Fattan bangun sebelum aku berangkat gerutu Syiffa sambil segera mencari baju didalam lemari.


Setelah semuanya selesai, Syiffa pun dengan segera pergi dari kamarnya tanpa ingin berpamitan dulu terhadap Suaminya. Syiffa pun sengaja tidak membangunkan Suaminya karena merasa muak dan tidak ingin melihat wajah Suaminya. Dan Syiffa pun sangat kecewa terhadap Suaminya, bagaimana bisa  dia bermain api dibelakangnya.


Setelah semuanya sudah siap Syiffa pun berjalan menuju bawah tangga. Tiba tiba bertemu dengan Ibu mertuanya.


"Sayang mau kemana?" Tanya Bu Angel.

__ADS_1


"Eh Ibu, mau berangkat ke kampus Bu." Jawab Syiffa.


"Tumben sekali kamu pagi berangkatnya? Apakah Fattan sudah bangun juga?" Tanya Bu Angel.


"Iya karena ada jadwal piket bu sekarang. Kak Fattan belum bangun Bu. Kasihan kalau dibangunin, biarkan saja Kak Fattan tidur dengan nyenyak Bu. Mungkin selama di Amerika, terus sibuk kerja mulu sehingga pulang kesini nyenyak Bu." Ucap Syiffa berbohong.


"Ibu benar benar salut banget. Ternyata Fattan sangat beruntung memiliki Istri yang begitu pengertian dan baik hati." Puji Bu Angel.


"Itu harus dong Bu. Ya sudah Syiffa berangkat dulu ya Bu." Pamit Syiffa.


"Enggak mau sarapan dulu Nak." Tanya Bu Angel.


"Ah enggak Bu. Nanti saja di kantin berasama teman teman Bu. Lagian kalau sarapan dulu nanti bisa telat piketnya, kan bisa malu sama teman teman Bu." Ucap Syiffa.


"Ya sudah kalau begitu hati hati dijalannya ya Nak." Ucap Bu Angel.


"Iya Bu. Terima kasih Bu." Jawab Syiffa. Lalu salim dan mencium tangan pungung Ibu mertuanya.


Dengan segera Syiffa pun berjalan menuju mobil yang seperti biasa di antar oleh Pak Toni.


"Ya sudah, yuk Pak jalan." Ucap Syiffa kepada Pak Toni.


"Baik Non, oya Non Syiffa tumben masih pagi sudah berangkat." Tanya pak Toni.


"Lagi ada piket Pak, makanya berangkat pagi pagi." Ucap Syiffa sambil menatap Pak Toni.


"Oh gitu ya Non." Ucap Pak Toni.


"Iya Pak." Jawab Syiffa.


Kini di setiap perjalanannya Syiffa hanya diam saja sambil menatap pemandangan yang dilewatiny dan ada rasa kekecewaan yang dirasakan Syiffa. Bagaimana bisa Suaminya tega bermain dibelakang, mentang mentang jauh jadi bisa berbuat seenaknya.


Kini mobil yang ditumpangi Syiffa pun sudah sampai dikampus. Dengan segera Syiffa pun membukakan saltbeltnya.


"Non, kok masih sepi ya?" Tanya Pak Toni sambil menatap kampus.


"Iya kan mereka biasanya datang siang, Saya kan ada piket Pak, jadi harus pagi sebelum seluruh Para Mahasiswa/siswi masuk ." Jawab Syiffa.


"Oh begitu ya Non." Ucap Pak Toni.


"Iya Pak. Ya sudah Pak, kalau begitu Saya permisi dulu ya Pak." Pamit Syiffa


"Iya silahkan Non." Jawab Pak Toni.


Dengan segera Syiffa pun, keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kampus. Dan Pak Toni pun pergi meninggalkan Syiffa saat Syiffa sudah memasuki kampusnya.


Sudah pergi kah dia? Ucap Syiffa sambil berjalan balik menuju jalan untuk memastikan Pak Toni sudah pergi.


Akhirnya dia sudah pergi. Maafkan Syiffa ya Bu, pak Toni, Syiffa sudah membohongi kalian ucap Syiffa sambil menatap kepergian mobil yang disupiri oleh Pak Toni.


Lapar sekali perutku ini. Lagian enggak lapar gimana Syiffa, kan kamu belum sarapan tadi. Habisnya kalau tadi sarapan dulu takut Kak Fattan sudah bangun. Lagian sedang tidak ingin melihat wajah  Suamiku.


Lalu Syiffa pun berjalan ke warteg, kemudin memesan makanannya untuk sarapan paginya.


"Bu, pesan nasi kuning pakai telur sama udangnya ya Bu." Ucap Syiffa kepada pedagang tersebut.


"Iya baik Neng. Tunggu sebentar ya Neng." Jawab Bu Milah.

__ADS_1


__ADS_2