Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.182


__ADS_3

"Oya Kak, kenapa Kakak tahu kalau cita citaku pingin jadi seorang Dokter?" Tanya Syiffa saat menyadari Suaminya mengetahui cita citanya sejak dari kecil lalu menatap Fattan.


"Dari sini," ucap Fattan sambil memperlihatkan buku yang dibacanya tadi.


"Diary? Oh ya ampun itu kan punyaku. Darimana Kakak tahu tentang buku ini?" Tanya Syiffa sambil menghampiri suaminya lalu mengambil buku diary tersebut dari tangan suaminya.


"Tadi saya tidak sengaja melihat diary kamu dibawah lemari, karena merasa menarik sampulnya ya sudah saya ambil, ternyata isinya membuat saya terkejut."ucap Fattan yang kini masih duduk di atas kasur.


"Jangan bilang kalau Kakak sudah baca semuanya buku diary ini!" Ucap Syiffa sambil menilisik menatap suaminya.


"Emang sudah sayang, buku diary yang menurutku lebay sekali tentang cita citamu, persahabatanmu terus sampai tentang pria brengsek itu." Ucap Fattan menatap tidak suka Istrinya.


"Lagian bukan lebay Kak, tapi sengaja saya mencurahkan semuanya lewat buku ini dari pada dipendam dalam hatikan yang ada malah stress lagi. Jadi ini adalah buku sebagai bukti perjalanan hidup saya Kak," ucap Syiffa.


"Termasuk dengan pria brengsek itu iya hah? Lebay sekali diarymu itu sampai bilang dia cowok paling oke, ganteng apalagi cinta kedua kamu, dia yang selalu membuatmu bahagia. Ck, diary apaan itu," ucap Fattan sambil merebut buku diary tersebut.


"Apaan sih Kak, lagian ini tentang masa lalu saya Kak. Sudahlah Kak yang berlalu biarkan berlalu, sekarang waktunya menatap masa depan kita Kak. Bukannya Kakak sendiri bilang untuk tidak membicarakan masa lalu kan." Ucap Syiffa sambil menautkan wajah sedih karena merasa kecewa.


"Maafkan saya Sayang telah membuat kamu marah. Tapi saya enggak suka tentang diary kamu karena ada pria brengsek itu!" Ucap Fattan sambil berjalan menuju Istrinya dan memeluknya dari belakang.


"Kan saya sudah bilang Kak, itu cuma masa lalu. Terus apa yang harus saya lakukan sekarang hah?" Tanya Syiffa sambil memegang tangan kekar suaminya yang melingkar di pinggangnya.


"Buang buku itu!! Karena Kakak enggak suka tentang semua cerita dalam bukumu itu kecuali tentang cita cita kamu dan persahabatanmu." Jawab Fattan.


"Tapi sangat di-"


"Sayang, saya ini suami kamu sekarang jadi turutilah semua tentang perkataan suamimu ini. Dan hargai lah saya sekarang sebagai suami kamu!" Ucap Fattan sambil menarik pinggang Syiffa hingga kini saling berhadapan satu sama lain.


"Ba-baiklah Kak." Jawab Syiffa.

__ADS_1


"Bagus. Oya gimana kalau rencana kamu pingin kuliah, kamu lanjutin saja?" Ucap Fattan yang masih melingkarkan tangannya dipinggang Istrinya yang kini saling berhadapan.


"Ide bagus juga sih Kak. Tapi saya bingung enggak punya biaya untuk melanjutkan kuliahnya Kak." Ucap Syiffa sambil menatap suaminya.


"Ya ampun Istriku ini benar benar pelupa ya hah? Lagian suamimu ini kaya raya dan kamu sudah tanggung jawab saya jadi saya yang akan membiayai semua kuliah kamu." Ucap Fattan.


"Seriusan Kak? Kakak mau membiayai kuliah saya?" Tanya Syiffa merasa tidak percaya.


"Tentu saja sayang! Lagian sangat disayangkan punya istri cantik terus pintar tidak dilanjutkan kuliahnya, jadi saya berinisiatif untuk memperbolehkan kamu melanjutkan kuliah. Tapi itu terserah kamu sayang, keputusan ada dipihakmu." Ucap Fattan tersenyum.


"Terima kasih Kakak!! Karena Kakak begitu memperdulikan cita citaku, lagian jarang ada suami seperti Kakak yang mengharuskan Istrinya untuk melanjutkan kuliah demi mengejar cita citanya. Saya berjanji akan bersungguh sungguh untuk mencapai sesuatu yang ingin ku capai," ucap Syiffa sambil memeluk suaminya.


"Iya sayang. Terus kamu mau mengambil jurusan kuliah tentang apa? Kedokterankah?" Tanya Fattan sambil menguraikan pelukan Istrinya.


"Pinginnya sih begitu  Kak, mengambil perkuliahan Kedokteran tapi saya berubah pikiran untuk mengambil jurusan kuliah tentang perusahaan dan admistrasi Kak, gimana bolehkan Kak?" Tanya Syiffa sambil menatap suaminya.


"Enggak tahu kenapa saya juga Kak! Yang pasti setelah saya bekerja jadi sekretaris Kakak waktu diperusahaan itu membuatku nyaman dan ingin berkuliah tentang perusahaan, adminstasi dan pokoknya banyak deh Kak." Ucap Syiffa menatap kembali suaminya.


"Oh jadi begitu alasannya." Ucap Fattan.


"Iya Kak, apalagi sekarang Ibu mau membuka usaha warung makan kan lumayan bisa membantu untuk mengarahkan semua ilmu yang nanti diajarkan oleh sang Dosen." Ucap Syiffa sambil tersenyum terhadap suaminya.


"Baguslah kalau begitu." Fattan membalas kembali senyuman Istrinya.


"Iya Kak. Sebelumnya Syiffa sangat berterima kasih sama Kakak yang sudah mau membiayai kuliah Syiffa dan juga sudah memberikan tempat usaha Ibu untuk membuka warung makannya. Syiffa tidak tahu harus berkata apa lagi dan tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas semua kebaikan Kakak terhadap saya dan Ibu saya." Ucap Syiffa.


"Sudahlah sayang, cukup menjadi Istri yang penurut, suka menyenangkan suami dan tentunya memuaskan diranjang itu yang paling penting." Fattan sambil membisikan mulutnya ke telinga Istrinya.


"Ih apaan sih Kak\, kenapa sekarang Ka-"  ucapan Syiffa tergantung saat merasakan benda kenyal menyentuh bib*rnya. Lalu Fattan pun terus ******* bib*r manis Istrinya yang kini sudah menjadi candu baginya. Dengan segera Syiffa pun merespon setiap sentuhan bib*r suaminya yang menjelajahi bib*r milikinya dan beralih ke jenjang lehernya dengan meninggalkan jejak berkas merah lalu menci*m kembali bib*r mungil milik Istrinya dan mereka saling membuka mulutnya untuk menjul*rkan lid*hnya dan menukar saliv*nya masing masing. Setelah menikmati ci*mannya lalu Fattan pun dengan segera melepaskan ci*mannya lalu mengusap lembut bib*r mungil milik Istrinya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, kamu sudah hadir dalam kehidupanku yang begitu berwarna meski awal pertemuan kita di awali dengan sering adu mulut dan suka saling menjatuhkan satu sama lain," ucap Fattan sambil mencium pucuk rambut Istrinya lalu tersenyum terhadap Istrinya sambil mengingat awal kejadian pertama kali bertemu bersama Istrinya.


"Iya Kak, saya juga enggak menyangka kenapa seorang pimpinan yang sangat saya benci, suka membuatku emosi dan suka membuat seenaknya bersikap kini malah jadi jodohku bahkan saya tidak percaya Kak kini Pimpinan yang menyebalkan ini jadi suamiku." Gerutu Syiffa sambil menatap Suaminya.


"Kurang ajar banget ya, ngatain gitu sama suami sendiri hah kualat loh nanti, jadi gemes nih sama Istriku," ucap Fattan sambil mengelitiki perut Istrinya.


"Hahaha... ampun Kak geli tahu lepasin ih, lagian itu dulu Kak waktu kita kaya tom and jerry sekarang mah  beda lagi Kak, tidak Kak malah-"


"Romantis, nyaman dan memuaskan diranjangkan?" Ucap Fattan menarik kembali pinggang Istrinya sehingga mata mereka saling bertemu kembali.


"Ih apaan sih Kak, sekarang Kakak suka ngantain rajang mulu ah. Sudah Syiffa mau beresin baju dulu tuh belum kelar Kak. Mau sampai kapan beresnya Kalau Kakak mengganggu terus." Ucap Syiffa sambil melepaskan tangan suaminya yang melingkar dipinggangnya lalu berjalan untuk kembali membereskan bajunya ke dalam koper.


"Ck, dasar Istriku ini ya." Ucap Fattan sambil menggelengkan kepala dan menatap Istrinya yang sedang memasukan barang barangnya kedalam koper.


"Ternyata benar ya Kak cinta itu tidak perlu dicari, biar sang Maha Kuasa yang menentukan masalah jodoh. Seperti saya ini yang belum pernah pacaran sama sekali cuma menganggumi seseorang saja eh tidak menyangka bisa berjodoh dengan pengusaha kaya raya. Ternyata jodoh itu sudah ditadkdirkan oleh sang Pemilik Alam harus dengan siapa pasangan kita seperti yang terjadi antara saya dan Kakak." Ucap Syiffa masih dengan fokus membereskan bajunya dan barang barang lainnya kedalam koper.


Namun tiba tiba Syiffa pun merasa perkataannya tidak direspon suaminya lalu menatap terhadap suaminya.


Ya ampun ternyata dia sudah tertidur tuh, pantesan saja perkataanku tidak dijawab sama sekali menyebalkan sekali. Tapi tidak apalah mungkin dia kecapean apalagi pas tadi mengemudi mobil suamiku ini menguap mulu gerutu Syiffa sambil tersenyum melihat Suaminya yang kini sedang tidur diatas kasur.


Saya berharap kehidupan rumah tangga kita selalu harmonis, dan bila ada masalah selalu menyelesaikan dengan baik baik. Semoga kamu juga menjadi suami yang bertanggung jawab dan selalu setia Fattan Adijaya. Dan saya saya sangat berterima kasih atas kebaikan yang kamu lakukan terhadap saya dan keluarga saya ucap Syiffa sambil menatap suaminya yang kini nyenyak dengan tidur siangnya. Kemudian Syiffa pun kembali membereskan baju bajunya dan barang barang yang akan dibawa lalu memasukannya kedalam koper.


Season 1 selesai.


💞💞💞


 ASsalmualaikum... sebelumnya saya ucapkan terima kasih terhadap readers yang masih setia dikaryaku ini yang tidak sebagus seperti author author yang lainnya. Maklum saya penulis pemula bahkan saya jujur saja akui emang karyaku masih berantakan, banyak pengejaan dan kata kata tertinggal  didalam cerita ini dan banyak lagi harus direvisi di karya pertamaku ini. Tapi jujur masih males untuk ngerevisi apalah daya saya cuma Ibu rumah tangga yang ngurus dua anak dan sibuk didunia nyata(eh maaf malam curhat nih😅😅🙏🙏) tapi pastinya nanti saya akan revisi kalau lagi ada waktu.


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya yang sudah mampir ke karyaku dan kasih dukungan buat saya dan kritik sarannya dari Kakak semuanya sehingga saya banyak ilmu yang di dapat dari dalam menulis novel disini😍😍.  Oya Kakak, mommy, teteh atau abang yang sudah setia dikaryaku season sudah selesai nanti saya akan update memasuki season dua ya Kak, jadi terus setia menunggu season duanya menceritakan kehidupan rumah tangga Fattan dan Syiffa. Apalagi kini Syiffa mulai melanjutkan kuliahnya dan Fattan yang perusahaannya semakin terkenal diluar negeri sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya diluar negeri karena pekerjaan sehingga hubungan mereka harus  LDR an. Apakah nanti rumah tangga mereka akan ada orang ketiga? Ntahlah saya juga enggak tahu😅😅. Yang pastinya kehidupan rumah tangga mereka akan diterpa masalah karena kesalahpahaman apalagi Syiffa terkenal dikampusnya sebagai primadona dan banyak pria yang jatuh cinta dan mengejarnya padahal Syiffa sudah menikah tapi pada tidak percaya karena usia Syiffa masih belia 20tahun. Pingin tahunkan gimana ceritanya gimana? Tetap tunggu update season 2 nya disini ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kasih like, comen dan Votenya. Sempat kecewa nih author banyak readers yang mampir baca karyaku tapi tidak pernah kasih likenya sungguh licikkan😝😝 tapi tidak apa apa kok yang penting Kakak semua sudah baca karyaku sudah senang banget. Dan terima kasih untuk semuanya tetap tunggu update season duanya. I love you readers semoga sehat selalu sekeluarga dan baik baik ya. Peluk jauh dari saya😘😘😍😍  wassalamualaikum wr wrb.

__ADS_1


__ADS_2