Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 175


__ADS_3

Hotel Mutiara


Menikah adalah impian semua orang yang ingin membina rumah tangga. Dengan menikah hubungan kita bukan orang lain lagi tapi sudah menjadi suami Istri. Dengan diselenggarakannya pernikahan pasti menginginkan hubungan kita abadi sampai akhir hayat nanti dan bisa menjalin rumah tangga yang sakinah, saling jujur dan terbuka setiap ada permasalahan dan tentunya memiliki seorang anak. Itulah yang diinginkan Syiffa dan Fattan yang kini sudah resmi menjadi suami Istri.


Setalah akad nikah selasai dan resmi menjadi suami Istri,  Syiffa dan Fattan berjalan menuju kursi perlaminannya. Kini Syiffa dan Fattan bagaikan ratu dan raja yang dapat pujian dari tamu undangan karena ketampanan Fattan dan juga kecantikan Syiffa bagaikan dunia dongeng yang membuat para tamu undangan merasa iri dengan pasangan pangantin tersebut. Tamu undangan pun dihadiri oleh kerabatnya, para sahabat, para pengusaha, dan tetangga dekatnya. Satu persatu pun para tamu undangan berjalan menuju perlaminan dan memberikan selamat kepada mempelai wanita dan pria tersebut.


"Selamat ya Syiffa, akhirnya sudah resmi menjadi Istri dari Pak Fattan Adijaya, semoga menjadi Istri solehah, langgeng sampai akhir hayat, sakinah dan cepat dapat momongan," ucap Nurul sambil memeluk Syiffa lalu menguraikan pelukannya.


"Iya makasih ya Nurul atas doanya," jawab Syiffa sambil tersenyum.


"Selamat ya Syiffa sayang, akhirnya sudah dapat pria yang tepat dijadikan sebagai sandaran hidup semoga kalian langgeng sampai tua, harmonis dan cepat dapat momongan," ucap Nella memberikan selamat pada Syiffa lalu memeluknya.


"Ya terima kasih Nella atas doanya, kamu juga cepat nyusul sama Kak Veri jangan kelamaan pacaran," ucap Syiffa.


"Kalemlah Syiffa bentar lagi nyusul kok, apalagi bulan depan lulus kuliah dan rencananya saya mau menikah," ucap Nella.


"Seriusan Nell?" Tanya Nurul tiba tiba nyahut pembicaraan.


"Iya seriuslah, masa bohong sih," jawab Nella.


"Asyik bisa makan makan gratis lagi nih," ucap Hasna.


"Kamu itu pikirannya makanan mulu, hadeuh kapan mau langsingnya tubuhmu sudah kayak bantal guling tahu," sindir Nurul.


"Yeee biarin saja yang penting sehat!" Ucap Hasna.


"Sudah kalian ini kenapa sih jangan adu mulut malu tahu, kita berada dinikahan sang putri dan sang raja," ucap Nella.


"Lagain kita cuma bercanda kok iya kan Nur?" Tanya Hasna.


"Iya benar tuh jadi jangan berpikiran macam macam," ucap Nurul.


"Terserah kalian sajalah," ucap Nella sambil membulatkan bola matanya dengan malas.


"Oya Syiffa selamat ya atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga sakinah, harmonis, dan cepat dapat momongan juga," ucap Hasna sambil memeluk sahabatnya lalu menguraikan pelukannya.


"Ya terima kasih Hasna atas doanya,"  ucap Syiffa.


"Sama sama, oya ingat Kak Fattan jaga selalu Syiffa, jangan sampai menyakiti perasaan dia dan ingat jangan kasih kendor biar cepat dapat momongan hehe," ucap Hasna sambil cengengesan.

__ADS_1


"Hasna.... jangan jadi kompor deh manas manasin mulu," ucap Syiffa sambil menatap tajam Hasna.


"Kan biar cepat dapat momongan hehe," jawab  Hasna cengengesan.


"Oya Syiffa, saya permisi dulu mau kesana dulu nyamperin my honey," pamit Nella.


"Iya silahkan Nella." Ucap Syiffa. Lalu Nella pun berjalan menghampiri kekasihnya.


"Aku pun sama Syiffa mau makan dulu ya, laper nih mumpung gratis dan ada banyak beraneka macam makanan nih," ucap Hasna.


"Ya sudah bareng sama aku Hasna, aku pun sama lapar." Ucap Nurul.


"Ya sudah yuk kita kesana," Ajak Hasna.


"Oke. Oya Syiffa, aku kesana dulu ya." Ucap  Nurul.


"Iya silahkan Nurul." Jawab Syiffa.


Lalu Hasna dan Nurul pun berjalan menuju tempat makanan. Kini hanya ada Fattan dan Syiffa sedang bersalaman dengan para tamu undangannya.


"Kak kapan berhentinya ini, Saya cape pingin duduk," ucap Syiffa merasa lelah karena dari tadi terus bersalaman tidak ada henti hentinya.


"Sabar sayang, ya sudah duduk dulu dan minum," ucap Fattan  sambil menyodorkan minumannya buat Istrinya.


"Sama sama Sayang." Jawab Fattan.


"Hei Sobat, selamat ya akhirnya kalian menikah juga setelah perjalanan panjang badai menimpa Kalian. Benar benar tidak menyangka berawal dari kalian suka berantem adu mulut hingga kini jadi resmi pasangan suami Istri. Emang benar kan apa yang saya ucapkan ternyata awalnya kita saling membenci akhirnya bisa saling jatuh cinta. Emang jodoh enggak tahu kan. Semoga kalian menjadi keluarga sakinah, harmonis dan cepat dapat momongan," ucap Ariff sambil memeluk sahabatnya lalu menguraikan pelukannya.


"Aamiin.. Iya terima kasih Riff. Emang benar apa yang kamu katakan Riff, saya pun tidak menyangka bisa berjodoh sama dia, coba saja kalau tahu sejak awal saya berjodoh sama Istriku ini pasti bakal saya baik baikin tidak akan saya kerjain seperti waktu itu sama dia. Kalau di ingat ingat kejam juga ya diriku ini sama Istriku memperlakukan seperti itu hahah," tawa Fattan sambil  mengingat ngingat gimana dulu yang suka ngerjain Syiffa.


"Iya namanya juga jodoh tuh, enggak tahu kan awalnya pertemuannya kayak gimana. Sudah sekarang kamu harus baik baik tuh sama Istri kamu jangan sampai memperlakukan dia kayak seorang babu lagi;" ucap Ariff.


"Iya enggak bakalanlah Riff, pastinya saya akan memberlakukan dia sebagai seorang putri. Lagian saya tidak akan pernah mensia-siakan dia, cukup dia bagiku wanita seumur hidupku." Jawab Fattan.


"Baguslah kalau begitulah. Tetaplah menjadi pria yang bertanggung jawab, setia dan bisa membimbing Istrimu ke jalan yang benar," ucap Ariff sambil menatap Fattan.


"Siaplah Riff, makasih ya selama ini kamu suka memberikan nasehat untukku," ucap Fattan sambil menatap Ariff.


"Iya Tan," jawab Ariff sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kalian pada ngobrolin apa sih, dari tadi dikit dikit pandangin saya mulu?" Tanya Syiffa saat sudah selesai  mengobrol dengan saudaranya.


"Kita lagi bahas malam pertama  kamu di ranjang nanti bakal seperti apa ya? Wah serunya kayaknya nih hehe,"  canda Ariff sambil cengengesan.


"Iss enak saja pakai bahas kayak gituan , lagian ini urusan pribadi tahu." Ucap Syiffa menatap Ariff.


"Tapi bohong hahaha.. lagian tadi kita cuma bahas masalah pertemuan kamu dengan Fattan kayak gimana hingga sampai sekarang menjadi suami Istri." Ucap Ariff sambil menatap Syiffa.


"Oh gitu ya. Saya pun enggak menyangka bisa berjodoh sama pria yang dulunya menyebalkan dan suka bisa seenaknya." Ucap Syiffa sambil menatap Suaminya.


"Iss Sayang itukan dulu sebelum kita belum berjodoh lagian mana tahu sekarang kita berjodoh maafin saya ya  sayaang. Sudah jangan bahas masa lalu lah," Ucap Fattan sambil merangkul pundak Istrinya.


"Baiklah Kak," ucap Syiffa.


"Ya sudah saya permisi dulu ya Syiffa, Fattan mau nyamperin dulu seseorang." Bisik Ariff.


"Ciee seseorang, siapa tuh?" Tanya Syiffa.


"Ada deh, rahasia!" Jawab Ariff.


"Yaealah main rahasian segala. Ya sudah sana pergi." Ucap Syiffa.


"Ya sudah saya permisi my princes and my prince!" Ucap Ariff sambil meninggalkan Fattan dan Syiffa lalu berjalan mendekati seseorang.


Empat jam sudah Syiffa dan Fattan  bersalam salaman bahkan sambil berbincang bincang dengan Sahabatnya, dan rekan bisnisnya. Kini acara pun sudah selesai satu persatu para tamu undangan pun pergi keluar meninggalkan Hotel Mutiara. Kini hanya tinggal Syiffa, Fattan dan kedua orang tua Syiffa dan Fattan serta saudara saudaranya.


"Oya Bu, Ayah, Fattan sama Syiffa mau pamit dulu untuk pulang ke rumah pingin mandi dulu," ucap Fattan.


"Iya silahkan Nak, lagian pasti kamu cape mending Istirahat dulu dirumah," ucap Bu Angel sambil menatap Syiffa dan Fattan bergiliran.


"Baiklah kalau begitu Bu, Syiffa permisi ya," ucap Syiffa sambil menatap semua orang yang disana.


"Iya Nak," jawab Bu Nina.


Lalu Fattan dan Syiffa pun pergi meninggalkan hotel mutiara dan kini sedang dalam sebuah mobil menuju rumah kediaman suaminya.


"Akhirnya kita sudah resmi jadi suami Istri Sayang,  Kakak sangat bersyukur telah memilikimu seutuhnya. Dan berharap cinta kita abadi hingga maut yang memisahkan kita." Ucap Fattan sambil mencium punggung tangan Istrinya.


"Aamiin.. Iya Kak, oya Kak besok anterin saya ke rumah untuk mengambil barang barang saya dirumah Ibu," ucap Syiffa.

__ADS_1


"Iya siap sayang," jawab Fattan.


Lalu Fattan pun menjalankan mobilnya menuju rumah kediamannya. Dan kini Syiffa dan Fattan pun saling berbincang satu sama lain membahas bagai mana lucunya awal pertemuan mereka hingga sampai menjadi pasangan suami Istri.


__ADS_2