
"Eh pak, bolehkah saya bertanya?" lirih Cindy.
"Tentu saja boleh, apa yang kamu ingin tanya kan?" jawab Ariff.
"Itu tentang gadis itu pak, yang tadi sama pak Ariff!" lirih Cindy.
"Oh gadis itu yang nama nya Syiffa?emang nya ada apa ya Cin?" Tanya Ariff.
"Iya Syiffa, emang nya pak Ariff ada hubungan apa ya pak sama dia? barang kali dia saudara pak Arif, adik atau bahkan pacar? Soalnya pak Ariff akrab bangett sama dia." Baru kali ini saya liat pak Ariff akrab banget sama karyawan nya seperti tadi di kantin tanya Cindy.
"Oh jadi dia memperhatikan aku sama syiffa di kantin. Terus maksud bicara gitu apa ya? punya rencana apa dia ?" batin Ariff.
"Bisa jadi dia bentar lagi jadi pacar saya, bahkan pendamping hidup saya." jawab Ariff.
"Whatt?"
"Kenapa kok kaget gitu? Emang ada yang salah ya saya bicara." tanya Ariff.
"Eh enggak kok pak, tapi emang nya pak Ariff yakin sama gadis itu? Dia kan cuma karyawan biasa, sedangkan pak Ariff seorang manager." lirih Cindy
__ADS_1
"Terus kalau dia karyawan biasa masalahnya apa?" Lirih Ariff.
Ga...
"Ya sudah saya permisi duluan ya Cin, sudah sampai di tempat kerja saya." lirih Ariff memotong pembicaraan Cindy.
"Ya pak..."
Saya enggak akan biarkan gadis itu mendapatkan apa yang saya belum dapatkan, dia hanya milik aku. Enggak boleh ada yang menjadi kekasih dia! batin Cindy dengan senyum sinis.
Di tempat lain.
"Ya begitulah pak, betah enggak betah harus bertahan bekerja disini!! Demi orang tua saya pak." lirih Syiffa sambil mengecek barang.
"Emmmzz... bagus kalo gitu, saya salut sama kamu di usia kamu yang belia kamu sudah jadi tulang punggung keluarga kamu." ucap Ariff.
"Itu sudah kewajiban saya pak, saatnya saya membalas semua jasa kedua orang tua. Biarkan orang tua saya pensiun kerja dan saya yang harus melanjutkan kerja untuk mereka dan harus membuat mereka bahagia." lirih Syiffa.
"Sungguh engkau anak yang berbakti dan bertanggung jawab Syiff, saya bangga sama kamu." lirih Angga .
__ADS_1
"Oya kamu kenal dekat dengan pak Ariff?"
"Enggak kok pak!" lirih Syiffa.
"Massa? Tadi saya lihat loh kamu berbincang sama pak Arif sambil ketawa ketawa akrab bangett." lirih Angga.
O"h tadi itu mah cuma kebetulan saja pak, saya mah orang nya sama siapa aja suka langsung akrab pak." lirih Syiffa.
"oh begitu ya, baguslah kirain... "
"Maksud nya kirain apa pak? pasti mikirnya saya pacaran ya pak, sama pak Ariff! Mana mungkin saya pacaran sama dia lah pak." lirih Syiffa.
"Emang nya kamu enggak tertarik sama dia? Dia itu seorang manager loh Syiff, ganteng lagi." goda Angga.
"Ya dimana mana nama nya cewek pasti tertarik sama dia, seperti yang pak Angga bilang dia itu ganteng terus seorang manager pasti banyak yang ngejar dia." lirih Syiffa.
"Oh gitu ya Syiff." lirih Angga dengan wajah galau.
Sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan aku selama ini padamu syiff, tapi sayang cintaku bertepuk sebelah tangan. Mungkin kamu akan memilih dia batin Angga.
__ADS_1
Tapi enggak dengan saya, bagi saya dia itu hanya seorang atasan enggak lebih. Walapun dia nanti menyatakan cinta padaku, aku lebih memilih berteman saja dengan dia. Teman lebih enak dari pada pacaran terus nanti putus enggak saling kenal deh lirih Syiffa.