
"Lagian Kakak ngasih kejutan apa sih ini pada banyak banget barangnya Kak," tanya Syiffa lalu turun dari kasur tersebut.
"Coba saja kamu buka, pasti kamu suka barang barang itu," jawab Fattan.
"Seriusan nih, boleh saya buka?" Tanya Syiffa.
"Iya seriuslah Sayang ngapain bohong," ucap Fattan.
"Baiklah kalau begitu saya buka ya Kak," ucap Syiffa sambil berjalan menuju barang barang tersebut.
"Heem," jawab Fattan.
"Kak ini seriusan buat saya Kak?" Tanya Syiffa benar benar tidak percaya apa yang dilihatnya.
"Iya betul serius Sayang, emang kamu pikir itu buat siapa hah?" Tanya Fattan sambil duduk di soffa.
"Terima kasih Kak, saya makin terharu deh sama Kakak," jawab Syiffa.
"Loh kok terharu sih sayang? harusnya kamu tuh bahagia kali," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Iya maksudnya terharu sama bahagia juga Kak, kok Kakak bisa tahu kalau barang ini yang saya sukai tadi?" Tanya Syiffa.
"Ya tentu sajalah tahu sama orang yang saya cintai dan sayangi apapun kemauannya pasti tahu maunya apa," ucap Fattan sambil menaikan satu alisnya.
"Yaelah ini orang so tahu lagi," ucap Syiffa menatap sebal Fattan.
"Emang iya, buktinya saja Kakak tau apa yang kamu suka kan," ucap Fattan.
"Iya ya deh, lagian enggak apa apa nih Kakak kasih barang semahal ini buat saya Kak?" Tanya Syiffa.
"Ya enggak Sayang, demi kamu apupun akan saya kasih asal kan kamu bahagia. Gimana kamu sukakan?" Tanya Fattan.
"Tentu saja suka Kak, lagian ini barang yang saya pingin hehe," ucap Syiffa cengengesan.
"Kenapa tadi saya suruh ambil enggak mau hah?" Tanya Fattan sambil menatap Syiffa.
"Habisnya kasihan saja sama Kakak nanti uangnya habis dipakai beli barang mahal kayak gini dan ada baiknya kenapa enggak dikasih sama yang membutuhkan saja Kak, diluar sana pasti banyak yang membutuhkan uang dan makan Kak," ucap Syiffa sambil ikut duduk disebelah Fattan.
"Ya itu beda lagi Syiffa, sekarang saya kasih untuk kamu dan demi membahagiakan kamu dulu kalau masalah untuk orang membutuhkan setiap seminggu sekali saya suka mengadakan donasi santunan memberikan uang ke fakir dan miskin," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Benarkah itu?" Tanya Syiffa.
__ADS_1
"Benarlah Sayang, kalau enggak percaya tanya saja sama Ariff, dia juga sama suka membantu saya membagikannya." Ucap Fattan.
"Baguslah kalau begitu Kak, sungguh mulia banget ternyata hati Kakak ini. Nanti saya boleh dong ikut gabung membantu juga." Ucap Syiffa.
"Tentu saja boleh sayang," ucap Fattan sambil mengusap lembut pucuk rambut Syiffa.
"Oya Kak terima kasih iya ini barang barangnya, Mmzz.. sekarang sudah malam nih Kakak cepat tidur sana enggak enak nih bila ketahuan sama Ibu dan Ayah nanti dikira kita melakukan apa apa lagi," ucap Syiffa.
"Iya ya sayang, lagian saya juga ngantuk nih, semoga kamu nyenyak tidurnya dan moga mimpiin saya sayang hehe," ucap Fattan sambil mencium lembut pucuk rambut Syiffa dan pergi berjalan menuju kamarnya.
"Iya Kak," jawab Syiffa. Entah kenapa Syiffa hari ini merasa senang apalagi tadi di sambut baik oleh keluarganya dan kini Fattan memberikan kejutan yang membuatnya tidak percaya. Padahal dirinya tidak meminta apa apa tadi terhadap Fattan tapi kenapa dia bisa tahu yang tadi Syiffa suka. Namun Syiffa tidak mempermasalahkan itu.
Hoamm... ngantuk nih saya harus cepat tidur sekarang, lagian besok harus menemui organisasion wedding." Gerutu Syiffa pada diri sendiri lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Perlahan lahan Syiffa pun mulai terlelap dan kini berada dibawah alam sadarnya.
.
.
Keesokan Harinya
"Selamat pagi cantik," ucap Fattan tiba tiba masuk ke dalam kamar Syiffa.
"Pagi juga," jawab Syiffa tapi masih dalam dibawah alam sadarnya.
Namun tiba tiba Syiffa pun terbangun ketika merasa ada suara yang tidak asing menurutnya.
"Aarrgh...Kakak ngapaian disini hah?" Teriak Syiffa dan merasa kaget saat ada Fattan di depannya.
"Kenapa kamu kaget? Bukannya kamu tahu dari tadi kalau saya ada disini?" Tanya Fattan.
"Tahu? Sejak kapan emangnya saya mengetahui Kakak ada disini hah?" Tanya Syiffa menatap Fattan.
"Loh tadi kan kamu menyambut kedatangan saya disini, kamu ini pikun ya." Ucap Fattan merasa kesal.
"Heh Kakak ini kurang ajar banget ngatain saya pikun ya lagain.. Sudahlah enggak bakal kelar urusannya bila bergerutu dengan Kakak. Lagian Kakak mau ngapain sih kesini hah?" Tanya Syiffa.
"Ya tentu saja untuk membangunkanmu. Ibumu tadi yang suruh buat bangunin kamu," ucap Fattan.
"Masa iya Ibuku menyuruh kamu untuk membangunkanku sungguh aneh sekali, jangan jangan ini cuma akal akalan Kakak kan?" Tanya Syiffa.
"Ya ampun ini orang tidak percayaan banget ya. Ya sudah sekarang saya susul Ibu kamu biar kamu percaya sama saya." Ucap Fattan.
__ADS_1
"Eh jangan Kak, lagian saya percaya kok sama Kakak." Jawab Syiffa.
"Ya sudah sana kamu mandi dulu, nanti keburu siang kesananya lagian saya ada rapat siang dikantor," ucap Fattan.
"Baiklah. Terus Kakak ngapain disini?" Tanya Syiffa.
"Kan mau nungguin kamu," jawab Fattan dengan datar.
"Iss.. enak saja saya ditungguin. Mending Kakak tunggu saja diluar deh, kalau enggak saya teriak nih," ucap Syiffa sambil membuka mulutnya untuk berteriak.
"Eh jangan dong nanti dikira saya ngapain kamu," ucap Fattan.
"Ya sudah sana cepat keluar!" Perintah Syiffa.
"Oke baiklah saya akan keluar dari sini," ucap Fattan sambil berjalan menuju keluar kamar.
Iss.. itu orang ada ada saja tingkahnya semakin seenaknya saja gerutu Syiffa sambil menggelengkan kepala. Lalu berjalan ke bathroom.
.
.
Setengah jam kemudian..
Kini mereka sedang menikmati sarapan paginya. Mereka sangat bahagia sebentar lagi akan menyambut pernikahan putra dan putri sulung mereka. Orangtua Fattan dan Syiffa berharap mereka langgeng sampai tua nanti dan ini bisa menjadi pernikahan terakhir mereka.
"Oya sayang kamu sudah siapkan?" Tanya Bu Angel pada Syiffa saat sudah beres menyelesaikan sarapan paginya.
"Sudah kok Bu," jawab Syiffa sambil tersenyum.
"Karena kita sudah selesai sarapan paginya, gimana kalau berangkat sekarang?" Ucap Bu Nina.
"Boleh juga tuh, ya sudah mari kita berangkat sekarang," jawab Bu Angel.
"Oya Bu, kok Ayah enggak ikut sarapan pagi juga ya?" Tanya Syiffa sambil menatap Bu Angel.
"Enggak Nak, tadi pagi pagi Ayah sudah berangkat ke luar kota ada urusan penting." Jawab Bu Angel.
"Oh gitu ya Bu," ucap Syiffa.
"Ya sudah mari kita berangkat sekarang Bu, nanti Fattan siang ada rapat di kantor," ucap Fattan.
__ADS_1
"Baiklah, ayo!!" Ajak Bu Ange.
Lalu mereka pun berjalan menuju mobil, dan pergi menuju ke suatu tempat.