Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.147


__ADS_3

Restoran King Foods


Disinilah Fattan, Syiffa dan Ariff berada. Mereka sedang menunggu seseorang yang sangat penting baginya. Sudah hampir satu jam seseorang yang ingin ditemui pun belum menunjukan batang hidungnya membuat Syiffa merasa kesal dan jenuh harus menunggu lama.


"Mana orangnya? Kok dari tadi saya nunggu belum datang juga sih. Jangan bilang kalau kalian cuma mau mempermainkan saya kan?" Tanya Syiffa menatap tajam  Fattan dan Ariff secara bergantian.


"Sabar bentar napa sih. lagian bentar lagi dia datang kok." Jawab Fattan menatap Syiffa.


"Dari tadi saya sudah sabar  menunggu tahu. Kalau tidak sabar sudah saya pulang dari tadi." Kesal Syiffa sambil mengerucuti bibir.


"Ih ini orang bikin saya jadi gemes tau. Saya cium tuh bibir kamu." Fattan merasa gemas melihat tingkah Syiffa.


"Enak saja kalau bicara ya. Emangnya Kamu pikir siapa saya hah?" Syiffa menatap tidak suka Fattan.


"Kan saya ini calon suami kamu. Iya kan?" Goda Fattan sambil menaikan dua alisnya.


Deg


Jantung Syiffa pun berdenyut begitu cepat. Ada rasa senang dihatinya jika emang apa yang dikatakan Fattan. Tapi saya semuanya harus ditepis jauh jauh karena itu hanya mimpi baginya. Bentar lagi sahabatnya lah yang akan menjadi pendamping hidup Fattan.


"Hallo Syiff, kenapa bengong?" Tanya Fattan menyadarkan Syiffa.


"Mungkin dia lagi menghalu tuh, kalau sudah jadi istri kamu gimana malam pertamanya." Ucap Ariff sambil tertawa tipis.


"Apa Kak Ariff bilang barusan hah? Lagian sory dia bukan jodohku, tapi dia jodoh sahabatku." Jawab Syiffa jeleous.


"Kayaknya ada yang cemburu nih bila saya jadi pendamping hidupnya pak Fattan." Ucap seseorang yang tiba tiba datang menghampirinya.


Lalu Syiffa pun menatap ke arah sumber suara.


"Nella?" Syiffa merasa terkejut dengan kehadiran sahabatnya.


"Iya Syiff, Apa kabar?" Sapa Nella sambil duduk dikursi bersama Syiffa.


"Baik kok Nell. Kamu sendiri gimana?" Tanya Syiffa kembali.


"Sama baik kok Syiff." Jawab Nella tersenyum.


"Kamu benar benar Nella kan?" Tanya Syiffa merasa ada yang aneh.


"Iya saya Nella Syiff, kenapa emangnya?" Tanya Nella.


"Enggak kok Nell. Eh tapi bukannya kamu waktu itu.."


"Maaf ya Syiff waktu itu saya cuma pura pura saja. Sekali lagi saya minta maaf." Nella merasa bersalah.


"Iya tidak apa apa kok Nella. Tapi saya mau tanya kenapa kamu melakukan hal itu?" Syiffa menaikan satu alis.


"Karena saya terkejut dan malu ternyata kamu ada disana. bahkan pasti kamu tahukan gimana agresifnya aku sama Atasanmu." Nella sambil menundukan kepala.


"Jadi begitu alasannya. Oya Nella duduknya disini dong dekat dengan pasanganmu, bukannya malah bejauhan begitu." Syiffa sambil beranjak dari tempat duduknya merasa tidak enak hati.


"Tidak Syiff, sudah kamu saja yang duduk dekat dengan pak Fattan." Nella menahan Syiffa agar tidak pindah tempat.


"Tapi Nella... baiklah kalau begitu." Syiffa kembali duduk kembali saat mendapat tatapan tajam dari sahabatnya.

__ADS_1


"Sebenarnya kedatangan saya kesini mau kasih tahu kamu, kalau.."


"Kalau kamu sama pak Fattan mau tunangankan minggu depan. Lagian saya sudah tahu kok Nell. Selamat Nella." Ucap Syiffa tersenyum pada sahabatnya


"Hahaha...  ." Tawa Nella, Ariff dan Fattan.


"Loh kok kalian malah  menertawakan saya? Ada yang lucu emangnya pada diriku hah? Lagian saya tidak salahkan mengucapkan selamat pada sahabatku  yang cantik ini." Syiffa sambil mengusap lembut rambut sahabatnya.


"Kamu cemburu iya Syiffa?" Tanya Nella.


"Cemburu? Siapa bilang saya cemburu Nella. Orang saya tidak ada perasaan apa apa kok sama pak Fattan. Jadi jangan ngaco deh kalau bicara." Ucap Syiffa sambil mencubit perut Nella.


"Ih sakit tahu Syiff main cubit saja. Lagian saya kesini mau bicara tentang pembantalan perjodohan kita. Tapi untuk itu saya butuh kamu tentunya." Ucap Nella menatap Syiffa.


"Apa kalian mau membatalkan perjodohan kalian? Dan kalian mau ngajak saya ikut dalam serta gitu.?"  Tanya Syiffa.


"Betul Syiff, gimana mau kan? Please." Ucap Nella dengan ekspresi memohon.


"Enggak ah, Saya tidak mau ikut campur. Bukankan kalian saling mencintai ya? Kenapa tiba tiba ingin membatalkan pertunangan kalian hah?" Tanya  Syiffa menatap Nella dan Fattan bergantian.


"Kata siapa kita saling mencintai? Lagian dia bukan level saya sory ya. Di hatiku cuma ada Mas Veri seorang tidak bisa tergantikan." Ucap Nella menatap sinis Fattan.


"Emang kamu pikir saya mau apa sama kamu hah? Jangan mimpi deh. Lagian hati saya sudah dimiliki oleh seseorang yang sangat saya cintai. Tapi sayangnya dia itu malah menolakku. Dan kamu tahu Nella itu semua gara gara kamu, dia jadi salah paham. Coba waktu itu kamu tidak datang keperusahaanku mungkin kita sudah resmi pacaran bahkan sudah ku jadikan dia calon Istriku." Fattan sambil manatap sinis Syiffa.


"Oya gimana kabar kak Veri baik baik sajakan?" Syiffa mengalihkan topik pembicaraan.


"Sudahlah Syiff, kamu jangan mengalihkan topik pembicaraan. Kita disini sengaja bertemu agar tidak ada kesalah pahaman. Sekaligus mau membahas tentang pembatalan perjodohan kita. Dan kamu tahu kenapa Nella bisa menerima perjodohan ini? Karena ulah Ibuku. Dia mengancam akan memecat Papih dan Mamihnya agar tidak bisa bekerja lagi. Dan Ibuku juga akan menarik semua beasiswa yang telah diterima oleh Nella." Fattan  mencoba menjelaskannya.


"Apakah benar Nell, yang dikatakan Fattan?" Tanya Syiffa.


"Iya benar Syiffa apa yang dikatakan Pak Fattan itu." Ucap Nella tersenyum tipis.


"Ya mana saya juga tahu. Maka untuk itulah saya meminta kamu untuk membantu sahabatmu itu, gimana caranya perjodohan kita supaya batal. Lagian kita sama sama sudah punya seseorang yang sangat dicintai dan disayangi jadi kita menolak perjodohan ini." Fattan menatap wajah cantik Syiffa.


"Iya betul Syiff. Gimana mau kan Syiffa? Please. Ayolah Syiffa!" Bujuk Nella.


Lalu Syiffa pun hanya diam saja. Kemudian menatap Nella dan Fattan bergantian.


"Gimana mau kan Syiff?" Mohon Nella.


"Baiklah kalau begitu. Terus apa yang saya bisa bantu?" Tanya Syiffa.


Lalu Nella pun dengan semangat segera menjawab pertanyaan Syiffa dan apa yang harus dilakukannya.


"Gimana Syiff, setujukan ?" Tanya Nella.


"Oke, baiklah kalau begitu." Ucap Syiffa.


"Makasih iya Syiffa, kamu sudah mau membantuku.  Kamu emang sahabat is the best Syiff." Nella merasa senang lalu memeluk Syiffa.


"Iya sama sama Syiffa." Jawab Syiffa tersenyum lalu menguraikan pelukannya.


"Saya tidak dipeluk juga nih?" Tanya Fattan menatap Syiffa.


"Ih apaan sih, peluk saja tuh sama kak Ariff." Gerutu Syiffa.

__ADS_1


"Ih ogah banget, masa jeruk makan jeruk sih. Ih ngeri banget deh." Fattan sambil menggidikan badan merasa ngeri.


"Lagian saya juga ogah banget dipeluk sama kamu. Mending saya peluk Syiffa saja. Sini Syiffa saya peluk." Ariff sambil beranjak dari kursinya.


"Hei, hei jangan macam macam kamu ya. Dia cuma milikku. Tidak boleh ada yang mendekati dia satu orang pun. Lagian kamu mau saya pecat  ya hah?" Geram Fattan merasa kesal.


"Enggak bos. Hehe.. sory bos tadi cuma bercanda doang kok." Ariff cengengesan.


"Ck, dasar kamu itu ya. Oya karena kita sudah menjelaskan semuanya dan sudah tidak ada kesalahpahaman lagi, jadi gimana Syiffa kamu mau kan jadi kekasihku." Ucap Fattan sambil memegang kedua tangan Syiffa.


"Sudahlah Syiff terima saja. Lagian Pak Fattan itu benar benar tulus cinta dan sayang banget sama kamu Syiffa. Terima sajalah Syiffa." Nella dengan semangat memberikan dukungan


"Jadi gimana Syiff, maukan?" Tanya Fattan sekali lagi karena tidak dapat respon dari Syiffa.


"Gimana ya? Saya juga tidak tahu harus menjawab apa. Tapi cuma mau bilang maaf saya tidak bisa." Ucap Syiffa sambil menundukan kepalanya.


Lalu Fattan pun merasa kecewa dengan apa yang dikatakan Syiffa.


"Syiff kamu tuh aneh ya. Masa pria setampan Pak Fattan kamu tolak sih hah? Apalagi dia itu baik, tajir, pintar seorang pengusaha lagi. Kamu mau cari pria yang gimana lagi Syiff?" Tanya Nella merass kecewa dengan keputusan sahabatanya.


"Tau tuh sahabat kamu ada ada saja deh. Kalau saya cewek sudah saja saya terima." Ariff merasa gemas dengan sikap Syiffa.


"Maaf ya membuat kalian kecewa. Tapi saya bener benar tidak bisa. Maksud saya tidak bisa menolak kak Fattan untuk jadi pacar saya." Syiffa tersenyum.


"Jadi maksudnya kamu mau menjadi kekasihku?" Tanya Fattan belum percaya.


"Iya ." Jawab Syiffa sambil menganggukan kepalanya.


"Akhirnya saya diterima juga Riff. Makasih iya sayang, saya sangat senang bisa memiliku." Fattan tersenyum lebar  dan merasa senang hati lalu mencium tangan Syiffa.


"Ciee.. sayang nih." Goda Nella.


"Ih apaan sih nih orang  syirik saja. Kamu mau juga hah? sana tuh sama pacar kamu." Fattan menatap sinis Nella.


"Yaelah Syiff punya cowok belagu amet ya." Kesal Nella.


"Gimana sayang, sudah beres ?" Tanya seseorang mendekati Nella.


"Sudah beres kok sayang." Jawab Nella.


"Eh tenyata ada Syiffa juga ya. Apa kabarnya Syiff?" Tanya Veri.


"Baik kok kak." Jawab  Syiffa.


"Syukurlah kalau begitu Syiff, oya Syiff kita duluan pergi ya sama Nella." Pamit Veri.


"Iya silahkan saja Kak." Jawab Syiff


Lalu Nella dan Veri pun pamit dan pergi meninggalkan restoran tersebut.


"Ya sudah yuk Kak kita pulang juga, sudah hampir malam nih Kak." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.


"Oke baik lah kalau begitu sayang." Goda Fattan.


"Ih apaan sih main sayang sayang segala. Enggak banget deh." Syiffa mulai beranjak dari kursinya lalu berjalan meninggalkan Fattan dan Arif. Kini dia menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"Eh sayang kok main tinggal saja, tunggu dong sayang." Teriak Fattan merasa gemas melihat tingkah Syiffa lalu berjalan menyusul Syiffa.


Kini mereka berada di dalam mobil, lalu Ariff pun menjalankan mobilnya. Dan mereka pun pergi meninggalkan restoran tersebut.


__ADS_2