
Apartemen
"Ya sudah sayang, ayo kita masuk." Ajak Fattan terhadap istrinya.
"Iya Kak." Jawab Syiffa.
Lalu Syiffa dan Fattan pun berjalan masuk ke dalam apartemen. Sedangkan Ariff memilih pergi menuju ke perusahaannya kembali.
"Nah, sekarang hatimu sudah damaikan dan tidak ada lagi tuh pikiran yang aneh aneh tentang saya dan Laras." Ucap Fattan sambil menatap istrinya yang berjalan menuju kamar.
"Iya Kak. Oya Kak, berapa lama kita akan tinggal disini?" Tanya Syiffa.
"Mungkin setahun atau selamanya tinggal disini." Ucap Fattan.
__ADS_1
"Yang benar saja, Kakak mau tinggal disini untuk selamanya? Terus kuliah Syiffa gimana dong disana?" Syiffa sambil memandang suaminya.
"Ya kamu kuliahnya tinggal pindah saja disini. Lagian percuma juga kuliah disana ada pria yang suka ngejar kamu mulu, sudah tahu punya suami malah terus dikejar kejar mulu." Gerutu Fattan.
"Kenapa Kak Fattan cemburu ya?" Sindir Syiffa yang kini sudah berada di bedroom.
"Tentu saja sayang, pastinya cemburu. Lagian mana ada suami yang tidak cemburu kalau istrinya di incer mulu." Ucap Fattan sambil memeluk Syiffa dari belakang.
"Tapi tidak sama si Eka tuh, dia terus ngejar kamu mulu. Buktinya waktu kejadian itu dia mengasap pipi kamu dan bahkan dia mau memelukmu." Fattan sambil menyederkan kepalanya dipundak istrinya.
"Ih Kak Fattan mah, lagian waktu itu Eka lagi mencoba menenangkan hatiku yang galau tau. Pria mana sih yang tidak tega melihat wanita menangis karena ulah suaminya selingkuh." Gerutu Syiffa sambil menyunggingkan bibir atasnya.
"Sayang kan Kakak sudah bilangĀ kalau saya tidak selingkuh. Cuma salah paham saja. Lagian ngapain sih bahas masalah itu. Kan Laras sudah meminta maaf sama kamu dan mengakui perbuatannya." Ucap Fattan sambil membalikan tubuh istrinya dan saling berhadapan dan mata mereka saling menatap satu sama lainnya.
__ADS_1
"Maaf kak, bukan maksudnya-" ucapan Syiffa tergantung saat Fattan langsung menyentuh bibir mungil milik istrinya yang kini sudah menjadi candu bagi Fattan. Namun Syiffa pun tidak diam saja, justru Syiffa membalas setiap sentuhan yang suaminya lakukan. Lalu dengan segera Fattan pun, menggendong Syiffa lalu menidurkannya diatas kasur. Kemudian Syiffa pun dengan segera menahan tangan suaminya yang kini akan membuka kan bajunya.
"Kak, jangan." Ucap Syiffa sambil mengelengkan kepalanya.
"Kenapa sayang? Ayolah sayang, Kakak sudah tidak tahan lagi." Fattan dengan perasaan kecewa karena harus menunda hasratnya.
"Syiffa sangat lelah Kak, pingin tidur dan istirahat." Ucap Syiffa.
"Ayolah sayang, sebentar saja. Kamu enggak kasian nih, punya Kakak sudah demo nih." Ucap Fattan.
"Tapi Kak-" suara Syiffa hilang begitu saja, saat Fattan langsung mencium kembali bibir istrinya. Dan Fattan pun dengan segera melakukan penyatuannya, tanpa peduli istrinya yang kini terus menolak. Sehingga membuat Syiffa merasa lelah dan pasrah. Kini mereka pun sedang menikmati nikmatnya surga dunia.
Karena merasa sangat lelah, Syiffa pun langsung tertidur dengan pulas. Kini Fattan pun sedang menatap wajah cantik istrinya, lalu mengusap lembut wajah istrinya dan mencium lembut rambut istrinya. Kemudian berjalan menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya, apalagi sebentar lagi akan ada pertemuan rapat dengan para pengusaha.
__ADS_1