Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.196


__ADS_3

"Belum Sayang. Mungkin bentar lagi makannya. Lagi pingin rebahan dulu, Istirahat sejenak." Ucap Fattan.


"Ya sudah kalau begitu, jangan lupa nanti makan jangan sampai enggak Kak dan selalu jaga kesehatan ya Kak." Ucap Syiffa sambil menatap wajah suaminya di dalam layar hp nya.


"Iya siap Sayang. Kenapa ngantuk ya Sayang? Dari tadi terus menguap." Tanya Fattan.


"Iya ngantuk banget Kak. Pingin tidur Kak. Tapi pingin ditemenin Kakak." Ucap Syiffa manja.


"Ya sudah, handphonenya jangan dimatiin mau Kakak nyanyikan lagu?" Ucap Fattan.


"Mau dong, ya sudah mulai nyanyi Kak." Ucap Syiffa.


"Baiklah." Ucap Fattan mulai menyanyikan lagu kesukaan Istrinya.


Karena suara Fattan lumayan bagus, dengan perlahan lahan Syiffa pun memenjamkan matanya  sehingga kini Syiffa sedang berada dialam bawah sadarnya.


Lalu Fattan pun dengan segera menghentikan menyanyikan lagu ketika melihat Istrinya yang tidur pulas.


Selamat tidur nyenyak Sayang, ingat tetap jaga hatimu hanya untukku. Disini pun Saya akan menjaga hatiku untukmu ucap Fattan lalu mematikan handphonenya.


Tok.. tok.. tok.. suara mengetuk pintu. Lalu dengan segera Fattan pun turun dari kasur dan berjalan menuju pintu kamar dan membukanya.


"Iya ada apa Ariff?" Tanya Fattan sambil menatap Ariff.


"Sekarang waktunya makan. Dibawah sudah disiapkan tuh makanannya sama pelayan." Ucap Ariff.


"Baiklah kalau begitu." Jawab Fattan.


Lalu Fattan dan Ariff pun berjalan kebawah menuju meja makan yang sudah disiapkan makanannya oleh sang pelayan.


"Selamat Sore Kakak Fattan, Kak Arif." Sapa Della saat sudah terlebih dahulu berada di meja makan.


"Selamat Sore juga. Ternyata sudah ada disini terlebih dahulu ya." Ucap Ariff.


"Iya Kak hehe." Ucap Della cengengesan.


"Ya sudah mari kita makan. Mumpung masih hangat tuh makananannya." Ucap Ariff.


"Baiklah." Jawab Della.


Lalu mereka pun sedang menikmati makanannya tanpa ada seorang pun yang berbicara sama sekali.


.


.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Hoam.. jam berapa ini? Masih jam 04.55 wib. Aku lupa belum melaksanakan Ibadah subuh gerutu Syiffa lalu berjalan menuju kamar mandi. Setelah semuanya beres lalu Syiffa pun merebahkan tubuhnya kembali.


Ya ampun aku sampai lupa juga semalaman suamiku menelponku. Apakah masih tersambung? Syiffa lalu mengambil handphonenya.


Ya ternyata sudah dimatiin, tapi tidak apalah mungkin Kak Fattan juga disana pasti lagi sibuk. Eh lagi tidur kali soalnya disini sudah pagi, biasanya disana masih malam gerutu Syiffa pada diri sendiri.


Tok.. tok.. tok.. suara mengetuk pintu.


"Nak Syiffa.. Nak.. ?" Ucap Bu Nina dibalik pintu.


"Iya Bu, masuk saja lagian pintunya tidak dikunci kok Bu." Jawab Syiffa.


Kemudian Bu Nina pun membuka kan pintu kamar Syiffa, ternyata emang tidak dikunci lalu masuk ke dalam kamar Syiffa.


"Lagi apa Nak?" Tanya Bu Nina sambil berjalan menuju tempat kasur Syiffa kemudian duduk.


"Enggak lagi ngapa ngapain Bu hehe," ucap Syiffa cengengesan.


"Masa sih? Terus kamu ngapain lihat lihat hp kamu Nak?" Tanya Bu Nina.


"Gini Bu, semalaman Kak Fattan nge Video call Syiffa, dia bilang sudah sampai di amerika terus kita ngobrol lah seperti biasa. Nah Syiffa ngantuk Bu, terus Syiffa minta dinyanyiin oleh Kak Fattan sampai sampai Syiffa ketiduran. Nah bangun bangun Syiffa baru inget Kak Fattan nelpon pas lihat sudah di matiin deh." Ucap Syiffa menjelaskan kepada Ibunya.


"Oh jadi begitu ya. Kamu beruntung banget ya Nak, dapat Suami yang pengertian, sayang sama kamu dan semoga saja disana Suami selalu menjaga hatinya hanya untuk kamu." Ucap Bu Nina.


"So kecantikan ya ini anak Ibu. Oya kamu doakan juga Suamimu disana semoga sehat selalu, semua proyeknya berjalan lancar dan Suami disana bisa menjadi Pempimpin perusahaan yang amanah dan bertanggung jawab." Ucap Bu Nina sambil tersenyum terhadap anaknya.


"Iya pastinya dong Bu, setiap waktu beribadah selalu terselipkan doa untuk Suami tercinta, untuk Ibu dan juga mendiang Bapak." Ucap Syiffa tiba tiba merasa kangen dengan kehadiran Bapaknya yang sudah tiada.


Lalu Bu Nina pun hanya tersenyum kepada Syiffa, dia tahu betul perasaan anaknya apa yang dirasakannya.


"Sudah jam 05.45 Wib Nak, cepat siap siap untuk berangkat kuliah dan setelah itu kita sarapan." Ucap Bu Nina.


"Iya Siap Bu." Ucap Syiffa.


"Ya sudah Ibu ke bawah dulu, mau siapin dulu makanannya." Ucap Bu Nina.


"Loh kenapa Ibu yang harus siapin? Bukannya sudah ada Chef Indris ya, minta masakin saja." Gerutu Syiffa.


"Ya beda lah Nak, kalau untuk kamu ya Ibu yang masakin. Emang enggak mau ya Ibu masakin makanannya?" Tanya Bu Nina.


"Tentu saja mau dong Bu," ucap Syiffa.


"Ya sudah kalau begitu, kamu sekarang beres beres ruangan kamar kamu dan berkas berkas yang akan kamu bawa kuliah sekarang." Ucap Bu Nina.

__ADS_1


"Baik Bu," ucap Syiffa lalu melakukan apa yang dikatakan Ibu Nina.


Kemudian Bu Nina pun berjalan menuju dapur untuk memasak sarapan paginya untuk Putrinya. Bu Nina sekarang tinggal di rumah baru dekat dengan rumah makan miliknya. Bukan berarti rumah yang dulu sudah dijual tapi dikosongkan dulu karena tidak mungkin menjual rumah yang banyak kenang kenangannya bersama mendiang Suaminya.


.


.


Syiffa pun sudah beres melakukan apa yang diperintahkan Ibunya. Kemudian berjalan kebawah tangga dan menuju meja makan.


"Anak Ibu, sudah siap siap saja untuk berangkat kuliah." Ucap Bu  Nina sambil meletakan makanan yang sudah dimasaknya di atas meja.


"Tentu dong Bu, lagian Syiffa enggak bakal mengecewakan Suami sendiri yang sudah mengkuliahkan Syiffa." Ucap Syiffa.


"Baguslah kalau begitu. Ya sudah sarapan dulu nanti kesiangan." Ucap Bu Nina.


"Baiklah Bu." Jawab Syiffa.


Lalu Syiffa dan Bu Nina pun kini sedang menikmati sarapan paginya sampai selesai.


"Ya sudah Bu, Syiffa berangkat dulu."  Pamit Syiffa.


"Iya silahkan Nak, hati hati dijalannya." Jawab Bu Nina.


"Iya Bu." Ucap Syiffa sambil salim dan mencium tanggan punggung Ibunya lalu berjalan menuju depan pintu keluar.


"Non Syiffa, sudah siap?" Tanya Pak Toni yang tiba tiba berada di balik pintu.


"Eh Pak Toni, sudah siap kok. Emangnya kenapa Pak? Terus Pak Toni kesini mau ngapain?" Tanya Syiffa sambil menatap Pak Toni.


"Ya tentu saja untuk menjemput Non Syiffa," jawab Pak Toni.


"Ya ampun Pak Toni, padahal enggak usah repot repot main jemput segala. Kan Saya bisa naik taksi online Pak." Gerutu Syiffa merasa tidak enak hati.


"Tidak apa apa Non, ini sudah kewajiban Saya untuk menjemput dan mengantar pulang Non Syiffa. Lagian Saya sudah berjanji sama Den Fattan. Apa jadinya bila Saya mengingkari janji sendiri, nanti bahaya Saya bisa dipecat." Ucap Pak Toni.


"Sungguh keterlaluan banget Suamaku ini. Ya sudah ayo kita berangkat Pak." Ajak Syiffa.


"Baiklah Non." Ucap Pak Toni.


Lalu Syiffa dan Pak Toni berjalan menuju mobil. Kemudian Pak Toni pun segera menjalankan mobilnya menuju kampus tempat kuliah Syiffa.


Setengah jam sudah perjalanan menuju kampus, kini Syiffa pun keluar dari mobilnya setelah sampai dari kampusnya.


"Ya sudah Pak toni, Saya permisi dulu ya pak." Pamit Syiffa.

__ADS_1


"Iya Non silahkan." Jawab Pak Toni.


Lalu Syiffa pun keluar dari mobilnya setelah berpamitan dengan supir pribadinya.


__ADS_2