
"Loh kok kenapa Kakak senyum senyum sendiri begitu?" Tanya Syiffa.
"Kamu pikir saya orang tidak waras apa hah? Bilang saya senyum senyum sendiri hah?" Kesal Fattan sambil menatap Syiffa.
"Lagian siapa yang bilang Kakak tidak waras ih. Tapi emang benar tadi senyum senyum kan," ucap Syiffa.
"Ini orang benar benar ya. Lagian saya senyum karena ulahmu tau yang bikin saya jadi begitu." Ucap Fattan.
"Loh emangnya saya sudah ngapain Kakak ih? Oh iya saya tahu, pasti Kakak berpikiran kan tidak menyangka bisa mendapatkan cewek cantik, baik hati, pintar dan tidak sombong, iya kan Kak?" Tanya Syiffa sambil menaikan dua alisnya.
"Sok kepedean banget yah ini orang," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Biarin saja, hak hak saya dong Kak. Lagian emang fakta kan." Ucap Syiffa sambil menjulurkan lidah.
"Eh benar benar itu orang," ucap Fattan sambil mencubit pipi Syiffa tapi Syiffa langsung berdiri dan berlari.
"Yey tidak kena juga. Kasihan banget deh," ucap Syiffa.
"Awas saja ya kamu Syiff, pasti saya akan bisa lebih cepat menangkapmu," ucap Fattan.
"Coba saja kalau bisa, kejar saya Kak," ucap Syiffa samil menjulurkan lidah lagi.
"Itu anak benar benar menantang saya," ucap Fattan lalu berlari mengejar Syiffa. Dan kini kejar kejaran pun terjadi lagi antara mereka ala korea gitu lah.
"Nah sudah ketangkap nih sama saya, sini mana pipi nya biar ku cubit tuh, nih tangan sudah gatal dari tadi," ucap Fattan yang mengungkung Syiffa dengan tangan melingkar di pinggang Syiffa.
"Ih apaan sih Kak, sudah ampun deh ampun. Sakit tahu ah kalau Kakak nyubit pipi saya ah," protes Syiffa dengan posisi kepalanya menduduk ke bawah agar Fattan tidak bisa mencubitnya.
"Enggak bisa begitu dong, sini tunjukin pipimu mana," Fattan meski kekeuh.
"Enggak mau Kak, Syiffa enggak mau!" Protes Syiffa.
"Pokoknya kamu harus mau untuk dicubit tuh pipimu, biar kita imbas," ucap Fattan sambil menarik tubuh dan pinggang Syiffa. Tanpa disengaja kini mata, hidung dan bibir mereka saling berdekatan sangat dekat sehingga mata hitam mereka saling menatap satu sama lainnya.
Kemudian pelan pelan mereka menutup matanya lalu kini bibir mereka saling berdekatan dan semakin dekat.
'Cup' satu ciuman mendarat.
Kenapa baunya aneh sekali ya? terus kenapa bibirnya begitu keras dan kasar. Saya enggak mungkin salah mencium bibirnya kan? Batin Fattan lalu pelan pelan membuka matanya.
__ADS_1
"Syiffa....!!" Teriak Fattan dengan kesal.
"Iya ada apa Kak hehe," ucap Syiffa cengengesan.
"Kamu tuh jahat benar ya, masa saya disuruh cium sendal kamu sih. Harusnya bibir kamu tuh yang saya cium bukan sendal kamu," kesal Fattan.
"Sama sajalah Kak, kan sama sama saya pemiliknya. Lagian ini belum waktunya buat kita." Ucap Syiffa.
"Baiklah kalau begitu besok kita akan secepatnya menikah!" Ucap Fattan.
"Apa? Yang benar saja Kak masa secepat itu Kak. Lagian ya Kak kita harus benar benar sudah siap segalanya jangan asal main nikah saja," gerutu Syiffa.
"Masa bodoh! Lagian kamu orangnya serba salah banget sih. Maunya apa sih hah?" Tanya Fattan sambil menatap Syiffa dan berjalan mendekati Syiffa. Kemudian Syiffa pun perlahan lahan berjalan mundur untuk menghindari Fattan.
"Sa-saya pingin minum. Iya saya mau minum tenggorokan saya haus sekali," gerutu Syiffa sambil mengusap lehernya.
Lalu Fattan pun hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Syiffa. Dia terus berjalan mendekati Syiffa. Begitu pun dengan Syiffa yang terus terusan berjalan mundur untul menghindari Fattan. Lalu Fatan pun berhenti.
"Oke baiklah sayang kalau begitu. Saya akan ambil dulu air minumnya dan kamu tunggu disini," ucap Fattan.
"Iya baik Kak," jawab Syiffa sambil menganggukan kepala. Lalu Fattan pun pergi meninggalkan Syiffa dan berjalan untuk mengambil airminum.
Kini Syiffa pun sedang menikmati keindahan pulau pantara seorang diri. Dia tidak habis pikir kenapa ini bisa terjadi seperti ini. Seseorang yang dulu dia sangat benci kini malah menjadi calon suaminya.
Ck, ternyata cinta itu datangnya tiba tiba begitu saja. Seseorang Pimpinan sekaligus pemilik perusahaan Pt. Juhes yang paling saya benci kok kini malah jadi calon suamiku? Sungguh lucu sekali dan tidak masuk akal." Gerutu Syiffa pada diri sendiri dan tesenyum lebar sambil menikmati pemandangan pulau yang begitu indah.
"Lagi mikirin apa sayang? Kok senyum begitu." Tanya Fattan tiba tiba datang begitu saja sambil membawakan air minumnya.
"Enggak mikirin apa apa Kok Kak," jawab Syiffa.
"Masa sih? Eh ini sayang minumnya." Ucap Fattan sambil menyodorkan minumannya.
"Terima kasih Kak." Ucap Syiffa. Lalu meminum minuman tersebut.
"Sama sama sayang," jawab Fattan sambil melingkarkan kedua tanggannya di pinggang Syiffa.
"Ih Kak Fattan apaan sih. Lepasin enggak nih tangannya." Protes Syiffa.
"Enggak bakal saya lepasin!" Jawab Fattan.
__ADS_1
"Please Kak, lagian saya belum terbiasa dan belum pernah kayak gini Kak. Saya merasa gerah nih Kak." Lagi lagi Syiffa protes.
"Makanya biasain dari sekarang , lagian kan Kakak sudah jadi calon suami kamu sayang," ucap Fattan.
"Iya tapi Kak...."
"Please ya sayang. Sekali saja biar Kakak bisa menikmati dan ada kenangan indah saat kita disini." Ucap Fattan memotong Pembicaraan Syiffa.
Lalu Syiffa dengan terpaksa menuruti kemauan calon suaminya. Kini mereka pun sedang menikmati indahnya pulau pantara dikepulauan seribu.
"Ehmzz... ehmz... romantis benar ya nih pasangan calon suami -istri," ucap seseorang.
Lalu dengan segera Syiffa pun melepaskan pegangan tangan Fattan yang melingkar di pinggangnnya.
"Kalian?" Tanya Syiffa pada seseorang tersebut dan benar benar tidak percaya.
"Iya Syiff? Selamat ya Syiffa semoga langgeng terus ya sampai tua nanti." Ucap Nella sambil memeluk Syiffa.
"Iya makasih ya Nell," ucap Syiffa sambil menguraikan pelukannya.
"Cie.. yang dulunya saling membenci kini saling mencintai nih. Ternyata benar kan kata kata saya Syiff kalau.. "
"Oya Nurul makasih sudah datang kesini, aku senang banget," ucap Syiffa memotong pembicaraan Nurul dan memeluknya.
"Iya Syiff," jawab Nurul tersenyum.
"Oya tadi kamu bilang apa? Kalau apaan hah?" Tanya Fattan sambil menatap Nurul.
"Maksudnya kalau Kakak itu serius sama saya. Tidak akan main main." Ucap Syiffa sambil memberikan kode pada Nurul.
"Benarkah itu Nurul?" Tanya Fattan.
"Eh i-iya betul Kak." Jawab Nurul dengan kaku.
"Oh.. tentu saja sayang, saya serius sama kamu, tidak akan menghianati kamu. Karena bagiku kamu adalah yang terakhir bagiku hidupku. Sebentar lagi kamu akan menjadi istrinya dan aku bisa memilikimu seutuhnya." Ucap Fattan sambil tersenyum lalu merangkul pundak Syiffa.
"Ciee... so sweat banget." Ucap Nella dan Nurul bersamaan.
Lalu mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1