Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 181


__ADS_3

"Oya Bu Angel, Ayah Anwar, sebelumnya saya ucapkan terima kasih ya sudah menyambut kedatanganku dengan baik disini dan maafkan saya selama disini sudah merepotkan kalian." Ucap Bu  Nina yang kini berada di ballroom.


"Ya Bu Nina. Lagian Bu Nina sama sekali tidak merepotkan kok disini, justru saya sangat berterima kasih sama Bu Nina selalu membantu Bi Ati memasak dan melakukan pekerjaan lain. Padahal saya sudah menyuruh Bu Nina untuk tidak membantunya, biarkan Bi Ati yang mengerjakannya tapi Bu Nina tidak mau dengar  malah tetap dengan pendirian Ibu." Ucap Ibu Angel sambil tertawa renyah dan tersenyum pada Bu Nina.


"Lagian saya sudah terbiasa Bu Angel di rumahku seperti itu, makannya kalau saya tidak melakukan kegiatan tersebut merasa aneh dan gimana gitu Bu hehehe." Ucap Bu Nina cengesesan.


"Gimana sudah siap Bu?" Tanya Fattan yang kini sudah ada di ballroom.


"Sudah kok Nak. Oya Bu Angel, Ayah Anwar, kalau begitu saya permisi dulu ya Bu, Ayah, saya harus pulang ke kerumah saya, sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ucap Bu Nina.


"Iya Bu Nina. Ya sudah hati hati ya Bu Nina semoga selamat dijalannya dan sampai tujuan." Ucap Bu Angel.


"Oya jangan lupa Bu Nina nanti lusa untuk mempersiapkan rencana rencana awal untuk membuka warung makan." Ucap Ayah Anwar mengingatkan.


"Iya pastinya siap Ayah Anwar. Terima kasih sudah mengingatkan saya. Kalau begitu saya permisi. Assalamuaikum.. " Ucap Bu Nina sambil menatap Bu Angel dan Ayah dan membawa koper lalu berjalan menuju mobil.


"Walaikumsalam..." ucap Bu Angel dan Ayah Anwar bersamaan sambil menatap besannya yang kini sedang berjalan keluar.


"Oya Bu,  Ayah. Fattan mau pamit dulu sama Syiffa nganterin Ibu Nina pulang ke kerumahnya." Ucap Fattan sambil menatap kedua orangtuanya.


"Iya silahkan Nak, hati hati dijalannya. Ingat jalankan lah mobil sesuai aturan jangan main kebut kebutan." Ucap Ayah Anwar.


"Iya siap Ayah." Ucap Fattan.


Lalu Fattan dan Syiffa pun pamit. Kemudian mensalami dan mencium tangan punggung Ayah Anwar dan Bu Nina lalu berjalan menuju mobilnya dimana disana sudah ada Bu Nina.


"Gimana Bu sudah siap? Sudah dipasang saltbeltnya Bu?" Tanya Fattan kepada mertuanya.


"Tentu saja sudah siap Nak, ya sudah ayo jalan!" Ajak Bu Nina.


Lalu Fattan pun dengan segera menjalankan mobilnya ketika keadaannya  benar benar sudah siap.

__ADS_1


"Maaf ya Nak, sudah merepotkanmu mengantar Ibu pulang." Ucap Bu Nina sambil menatap menantunya.


"Enggak kok Bu, lagian Fattan senang bisa nganterin Ibu pulang. Sekarang Ibu jangan sungkan sama Fattan kalau mau nyuruh apa pun Bu," ucap Fattan sambil menatap Bu Nina dari kaca mobil depan.


"Iya Nak baiklah. Oya Nak, Ibu berharap kamu bisa menjaga Syiffa dengan baik, selalu bimbing dia ke jalan yang benar dan selalu ingatkan Syiffa ketika ketika dia melakukan kesalahan." Ucap Bu Nina sambil menatap menantunya.


"Iya siap Bu, Fattan akan selalu mengingat dan melaksanakn apa yang diucapkan Ibu." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.


Lalu Bu Nina pun hanya tersenyum mendengar perkataan menantunya dengan harapan menantunya bisa bahagia bersama anaknya dan menerima setiap kekurangan dan kelemahan putri semata wayangnya.


Dua jam sudah Fattan, Syiffa dan Bu Nina kini sudah sampai dirumah milik mertuanya.


"Ayo Bu, Syiffa, kita keluar sudah sampai nih," ucap Fattan sambil memberhentikan mobilnya tepat dihalaman rumah Bu Nina.


"Iya Baik Nak," jawab Bu Nina sambil keluar dari dalam mobil bersama Syiffa dan Fattan.


Lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah yang sederhana, tidak semewah rumah suaminya.


"Enggak apa apa kok Bu, lagian bagi saya ini sudah nyaman kok Bu. Seharusnya kita bersyukur walaupun punya rumah sederhana yang penting bisa berteduh Bu, coba Ibu tenggok diluar sana banyak loh orang orang yang tidur dikolong jembatan kedinginan Bu jadi kita harusnya lebih bersyukur dengan apa yang kita punya." Ucap Fattan sambil menatap Bu Nina.


"Lagian apa yang kamu katakan benar Nak, seharusnya kita tidak boleh mendustakan nikmat yang maha Kuasa kasih kepada kita." Ucap Bu Nina sambil menatap Menantunya.


"Maaf ya Bu, Fattan tidak bermaksud untuk menceramahi Ibu," ucap Fattan merasa tidak enak hati lalu sambil menatap Bu Nina.


"Justru kamu bagus loh Nak sudah mengingatkan Ibu, dan Ibu sangat berterima kasih kepada kamu  dengan kamu mengingatkan Ibu, jadi Ibu tahu kalau hidup itu jangan memandang ke atas, tapi sekali kali lihatlah ke bawah supaya kita selalu bersyukur dengan apa yang kita punya." Ucap Bu Nina sambil tersenyum pada menantunya.


"Iya Bu. Oya Syiffa kemana ya Bu?" ucap Fattan dari tadi tidak melihat Istrinya.


"Dia tadi langsung berjalan ke kamar Nak," jawab Bu Nina.


"Ke kamar? Emangnya mau ngapain Bu?" Tanya Fattan kepada mertuanya.

__ADS_1


"Ibu juga enggak tahu Nak, mungkin lagi tidur kali." Jawab Bu Nina.


"Enak banget itu anak mau tidur tidak bilang dulu. Ya sudah kalau begitu saya permisi ya Bu mau samperin Syiffa dulu." Ucap Fattan.


"Iya Nak." Jawab Bu Nina.


Lalu Fattan pun berjalan menuju tempat kamar milik Istrinya.


"Wah Istriku ternyata rajin juga ya membersihkan tempat kamarnya tuh, Kirain saya tidur," ucap Fattan yang kini sudah tiba dikamar milik Istrinya lalu memeluk pinggang Syiffa dari belakang.


"Makannya jangan berpikir yang enggak enggak dong Kak. Lagian dari kecil saat berusia Sd saya sudah terbiasa membersihkan kamar sendiri tapi bukan kamarnya saja yang dibersihin semua ruangan dirumah sini saya yang bersihin kok Kak," ucap Syiffa.


"Seriuskah itu?" Tanya Fattan meyakinkan ucapan Istrinya.


"Ya seriuslah Kak, lagian enggak mungkin saya sewa pembantu untuk membersihkan semua rumah saya ini, mana punya uang Kak." Jawab Syiffa sambil melepskan tangan kekar suaminya yang melingkar dipinggang nya lalu berbalik dan menatap wajah suaminya.


"Kasihan banget ya Istriku ini. Tapi kamu akan bahagia bila bersama saya karena semua pekerjaan rumah akan dikerjakan oleh Asisten rumah tangga saya. Juga termasuk status pekerjaanmu." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.


"Maksudnya Kakak, saya tidak diperbolehkan kerja lagi gitu diperusahaan Kakak?" Tanya Syiffa sambil menatap suaminya.


"Iya sayang, kenapa keberatan? Lagian ngapain kamu harus kerja kan ada suamimu yang kerja jadi kamu cukup diam dirumah dan duduk manis. Sekarang kamu kan sudah tanggung jawab Kakak jadi kamu harap harus nuruti apa perkataan Kakak tidak boleh menolak!!" Tegas Fattan sambil menarik pinggang Istrinya lebih dekat lagi dengan dirinya.


"Ba-baiklah kalau begitu Kak. Oya Kak, saya belum beres tuh beresin bajunya untuk dibawa pulang nanti," ucap Syiffa sambil melepaskan tanggan suaminya lalu berjalan mengambil baju yang ada dilemari.


"Lagian ngapain sih kamu harus bawa baju banyak banyak, sudahlah pilih saja baju yang jadi Kesukaan kamu. Emangya lupa ya kamu ini, kan kemarin banyak tuh baju baju sama celana, pakaian dres dilemari yang sudah Ibu Saya belikan buat kamu." Ucap Fattan yang kini sedang duduk diatas kasur kemudian menatap buku yang menurutnya sangat unik diatas meja lalu mengambilnya.


"Iya juga sih Kak, ya sudah saya ambil baju yang menurut saya masih bagus dan menarik sajalah," ucap Syiffa yang kini masih fokus mencari bajunya di dalam lemari.


"Apakah cita citamu pingin jadi seorang Dokter?" Tanya Fattan sambil menatap Istrinya yang sedang memasukan bajunya ke dalam koper.


"Iya Kak. Emang dulu saya bercita cita pingin jadi seorang Dokter Kak, tapi sayang semuanya tidak bisa terwujudkan karena keadaan ekonomi keluarga saya Kak, tapi saya tidak pernah kok menyalahkan Ibu ataupun mending Bapak yang terlahir  dari kehidupan sederhana. Justru Syiffa sangat berterima kasih sama kedua orangtua Syiffa yang sudah menyekolahkan Saya sampai sekolah SMA. Disana juga mengajarkan banyak ilmu yang Syiffa dapat Kok," ucap Syiffa sekilas menatap Suaminya lalu kembali memasukan bajunya kedalam koper.

__ADS_1


"Ternyata kamu anak yang bisa membuat kedua orangtuamu bangga terhadapmu karena sikap dan perilaku baik dan pengertianmu itu. Saya tidak menyangka sayang ternyata kamu orangnya sangat menyayangi keluargamu dan tentu saya sangat beruntung memiliki kamu Sayang selain itu kamu sangat cantik luar dan dalamnya juga," ucap Fattan sambil menatap Istrinya.


__ADS_2