Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 197


__ADS_3

"Syiffa?" Teriak Titi saat melihat Syiffa yang sudah keluar dari mobilnya.


"Hei Ti, iya ada apa ?" Tanya Syiffa.


"Enggak ada apa apa Syiff, cuma aku pingin bareng saja jalannya masuk keruangan." Ucap Titi sambil menatap Syiffa.


"Kirain ada apaan, ya sudah ayo kita bareng bersama masuk keruangannya." Ucap Syiffa  yang kini sedang berjalan menuju ruangannya bersama Titi.


"Syiffa... Tiiittt... " teriak Tika.


Lalu Syiffa dan Titi pun menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke sumber suara.


"Kalau panggil itu yang benar dong, jangan setengah setengahnya pangil Titi!" Ucap Titi dengan tegas.


"Iya maaf deh bawel, kalian baru sampai di kampus ya?" Tanya Tika.


"Iya Tika, emangnya kenapa?" Tanya Syiffa.


"Enggak kenapa napa kok, cuma nanya saja." Ucap Tika.


"Ya sudah, ayo kita  lanjutin lagi jalannya, kita bareng bareng masuk keruangannya." Syiffa sambil  menatap Tita dan Tika bergiliran.


"Siap Cantik," jawab Titi dan Tika bersamaan.


Lalu mereka pun berjalan bersama sama menuju ruangannya. Tiba tiba ada seorang Pria berjalan mendekati Syiffa.


"Hei semua selamat pagi," ucap Eka.


"Selamat pagi juga Kak," jawab Titi dan Tika bersamaan.


"Boleh kah aku bergabung bersama kalian untuk bareng berjalan menuju ruangan?" Tanya Eka.


"Tentu saja Kak boleh kok." Jawab Tika.


"Hei Syiffa, kok diam saja sih, enggak jawab ih sapaan aku dari tadi." Gerutu Eka pura pura kesal.


"Maaf Kak, habisnya kan tadi lagi ngobrol sama Titi dan Tika jadi Saya lebih memilih diam saja." Ucap Syiffa.


"Mmzz.. Oya jangan panggil Kakak dong Syiffa, panggil saja Eka!!." Protes Eka.


"Baiklah kalau begitu Kak, eh maksudnya Eka hhehe." Ucap Syiffa cengengesan.


Lalu Eka pun hanya tersenyum dan mengelengkan kepala saat melihat tingkah Syiffa. Dan mereka pun kini bersama sama berjalan menuju ruangan kelasnya.


"Sstt.. Yu, lihat tuh cewek itu dekat banget ya sama Eka." Bisik Dini saat menatap Syiffa dan Eka sedang asyik berbincang bincang satu sama lainnya. Tapi tidak berdua, ada Titi dan Tika juga yang barengan masuk ke dalam ruangan.


"Siapa cewek itu? Perasaan aku belum pernah lihat deh itu cewek." Ucap Ayu sambil menatap tidak Syiffa.

__ADS_1


"Oh iya, aku lupa ngabarin kamu. Kan sudah seminggu kamu tidak masuk kuliah. Cewek itu anak baru di kampus ini." Ucap Dini sambil menatap Ayu.


"Anak baru? Pantesan saja aku baru lihat." Gerutu Ayu.


"Dan kamu tahu tidak, si Eka sekarang suka dekatin terus tuh anak baru itu." Ucap Dini.


"Seriusan Din? Kamu tidak bercanda kan?" Tanya Ayu.


"Serius ngapain aku bohong Yu, kayaknya saingan kamu itu, anak baru tuh." Gerutu Dini.


"Ini tidak akan terjadi, aku tidak akan membiarkan wanita itu merebut Eka dari aku. Dan kamu tahu kan, aku akan selalu melakukan apapun biar si wanita gatal itu tidak bisa mendapatkan Cowok sudah menjadi miliku." Ucap Ayu sambil menyeringai tersenyum sinis sambil menatap Syiffa.


"Baguslah, aku setuju." Ucap Dini.


kemudian Titi dan Tika sudah duduk duluan di meja belajarnya di depan, lalu kemudian Eka dan Syiffa berjalan ke belakang menuju tempat kursi miliknya. Namun tiba tiba Syiffa pun terjatuh.


"Aww... sakit," ucap Syiffa saat dirinya tersungkur jatuh ke bawah lantai.


"Kamu tidak apa apa kan? Maaf aku tadi tidak sengaja. Tadinya mau merebakan kakiku," Ucap Ayu sambil menatap Syiffa.


"Iya tidak apa apa kok." Jawab Syiffa pun berusaha berdiri.


"Kamu tidak apa apa kan Syiffa?" Tanya Eka sambil membantu Syiffa berdiri.


"Iya tidak apa apa kok Eka, terima kasih sudah menolongku." Ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Oke," jawab Syiffa sambil berjalan menuju tempat meja belajarnya kemudian duduk.


Mungkin ini belum seberapa, tunggu saja permainanku  wanita gatal. Aku akan membuatmu jauh lebih menyakitan seperti ini batin Ayu sambil menatap sinis Syiffa.


"Selamat pagi semuanya,,," ucap Sang Dosen yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan.


"Selamat pagi Pak." Jawab semua para Mahasiswi/siswa.


"Karena hari ini mata pelajaran Akuntasi, maka coba semuanya buka buku halaman. No. 29 disini Bapak akan menjelaskan tentang halaman tersebut." Ucap Pak Dosen.


Lalu semua  Para Mahasiswi/Siswa pun mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh Dosennya, kemudian Pak Dosen pun mulai menjelaskan hingga selesai.


"Gimana semuanya sudah pahamkan?" Tanya Pak Dosen.


"Iya sudah Pak," jawab Mahasiswi/Siswa.


Tiba tiba bell pun berbunyi pertanda semua para Mahasiswi/Siswa harus beristirahat dulu.


"Ya sudah karena bell Istirahat pun sudah berbunyi, maka kalian boleh Istirahat." Ucap Pak Dosen.


Lalu seluruh Mahasiswi/Siswa pun keluar dari ruangannya dan pergi ke tempat kantin.

__ADS_1


"Syiff, kita ke kantin yuk." Ajak Tika.


"Boleh, ya sudah yuk." Jawab Syiffa.


"Aku enggak di ajak nih? Tega benar ya kalian ini." Gerutu Titi.


"Ya pastinya dong kamu di ajak, ya sudah ayo kita ke kantin." Tika sambil merangkul pundak Syiffa dan Titi. Lalu mereka pun berjalan menuju kantin.


Kini keadaan di kantin pun semakin rame, saat ada sekelompok anggota team basket datang ke kantin. Semua para Cewek pun meneriaki kedatangan Team basket yang rata rata memiliki wajah yang tampan. Apalagi ketua dari team basket yaitu Eka Alaska yang memiliki wajah yang putih, hidungnya yang mancung dan tubuhnya yang profesional dan berotot kekar. Membuat siapa pun yang melihatnya begitu jatuh cinta atau terpesona.


Semua orang pun merasa iri saat melihat Eka Alaska dan Anggotanya mendekati tempat makan yang diduduki oleh Syiffa, Tika dan Titi.


"Syiffa, Ti, lihat mereka menghampiri kita nih," bisik Tika.


"Iya gimana dong? Hatiku berdetak tak karuan nih saat mereka menghampiri kita. Mimpi apa semalam coba, sampai disamperin oleh ketua basket dan angotanya." Ucap Titi sambil tersenyum dan merasa bahagia.


Namun berbeda dengan Syiffa, justru Syiffa sangat khawatir ketika seseorang Pria datang menghampirinya. Bukan berarti tidak suka, tapi Syiffa takut nanti malah terjadi fitnah dan membuat hubungan dengan suaminya rentak gara gara seorang Pria. Apalagi sebelum keberangkatan Suaminya ke Amerika, Fattan begitu menjadi posesif terhadap dirinya.


"Lagian mereka mau ngapain sih menghampiri kita?" Ucap Syiffa sambil menatap Eka dan Cs yang berjalan menghampiri Syiffa.


"Loh emangya kenapa?  Bukannya bagus tuh,kita disamperin sama cowok idaman para Cewek disini." Ucap Tika.


"Tapi masalahnya... " ucapan Syiffa tergantung saat Eka dan Cs sudah berjalan dekat dengan  dirinya.


"Hei Syiffa, boleh aku bergabung duduk disini?" Tanya  Eka Alaska.


"Tentu saja, boleh kok Kak," jawab Titi.


"Ya sudah silahkan duduk saja Kak,  jika memang mau bergabung dengan kita." Sahut Tika ikut menimpali.


"Oke, terima kasih." Ucap Eka lalu duduk dan bergabung di tempat yang kini Syiffa dan teman temannya.


"Yu lihat mereka asyik dan enak banget ya di samperim sama Cowok Cowok ganteng." Ucap Dini sambil menatap Eka Cs sedang duduk ditempat yang Syiffa duduki.


"Sialan itu Cewek, sudah berani sekali ya merebut si Eka dari aku. Aku tidak terima dan tidak akan membiarkan si Cewek gatal itu mendapatkan si Eka. Lihat saja kamu Cewek gatal!!" Ucap Ayu sambil mengepelkan kedua tangannya.


"Enak banget ya, kalau punya wajah cantik banyak banget ya Cowok yang mendekati. Apalagi itu si Syiffa cantik banget, beuh tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya apalagi aku kalau jadi Cowok pasti bakal suka itu sama si Syiffa." Ucap Dini.


"Ih amit amit, kamu sehatkan Din? Masa iya mau pacaran sama Cewek lagi? Jeruk makan jeruk dong, ih amit amit Si dini lesbi ya." Ucap Ayu.


"Kalau bicara jangan sembarangan dong Yu, kan tadi aku bilang andai, andai jadi Cowok. Kamu kuping tadi enggak dengerin aku berbicara ya hah? Menyebalkan sekali tahu." Ucap Dini merasa kesal.


"Habisnya sih kamu memuji mulu Wanita gatal itu, lagian aku juga sama cantik sama seperti dia. Tapi kenapa si Syiffa gampang banget ya didekati sama itu Ketua basket. Sedangkan aku mau ngedekatin si Eka saja susah harus pakai drama dulu." Ucap Ayu.


"Aku tahu nih, jangan jangan si Syiffa pakai alat pelet tuh untuk memancing Pria. Secara kan si Eka kadang orangnya dingin banget tuh." Ucap Dini.


"Emang nya kamu pikir si Eka  es apa dibilang dingin. Eh tapi benar juga tuh apa jangan jangan si Syiffa punya alat penangkal untuk menarik cowok tuh, ih sereem banget ya kalau jika emang iya. Apapun yang dipakai aku tidak akan takut dan akan membuat dia menderita dan tidak betah dikampus ini hahah," gerutu Ayu sambil menatap Syiffa dengan sinis.

__ADS_1


__ADS_2