
Arrrgght.... !! Teriak Fattan lalu membantingkan semua berkas berkas dan barang barang yang ada dimejanya sehingga jatuh berantakan dibawah.
Ini semua gara gara Ibu. Kenapa Ibu harus main menjodoh jodohkan saja sih, kayak takut anaknya tidak laku saja sih. Lagian mana mungkin pria pengusaha yang tampan dan sepintar saya tidak laku hah? Ck, sungguh lucu sekali bukan? Gerutu Fattan pada diri sendiri sambil tersenyum sinis.
Arrrrghhh.... Teriak Fattan lalu kembali menjatuhkan barang barang yang ada di meja berjatuhan ke bawah.
"Fa-Fattan? Kamu kenapa? Apa yang terjadi ada kamu hah?" Tanya Ariff saat memasuki ruangannya dan merasa terkejut melihat ruangan kerjanya yang berantakan.
"Saya enggak kenapa napa kok." Jawab Fattan merasa lemah dan kembali duduk dikursi kebesarannya.
"Masa iya enggak kenapa napa sih? Tapi ruangannya berantakan begitu hah? " Tanya Ariff menatap Fattan.
Lalu Fattan hanya terdiam, tidak menjawab perkataan Ariff.
"Saya tahu, pasti ini ada hubungannya sama Syiffa iya kan?" Tanya Ariff.
__ADS_1
Lalu Fattan pun hanya menganggukan kepala tanpa bersuara.
"Dengar iya Pak Fattan yang terhormat, jika kamu emang benar benar mencintai dan sayang sama Syiffa jangan menyerah begitu saja tetaplah kejar dia. Cinta itu butuh perjuangan Bro, jadi tetap semangat jangan menyerah begitu saja. Lagian saya tahu ini semua pasti karena wanita tersebut kan?" Ucap Ariff
"Iya Riff, Saya bingung harus menjelaskan dari mana? Lagian itu hanya karena perjodohan kedua orangtuaku saja, bukan berarti saya menerima perjodohan ini. Mana mau saya menerima perjodohan dengan orang yang tidak saya cintai!" Ucap Fattan menatap Ariff.
"Sudahlah kamu tenang saja, nanti saya bantu menjelaskan sama Syiffa." Ucap Ariff.
"Enggak usah Riff, biar saya sendiri saja yang menjelaskan semuanya. Lagian ini urusan pribadi saya jadi harus saya hadapi sendiri." Ucap Fattan.
"Baru kali saya harus benar benar berjuang untuk mendapatkan dan menyakinkan seseorang yang saya cintai. Dan kamu tahu sendirikan Riff hanya Dia yang susah saya dapatkan. Padahal kalau saya suka sama wanita itu dan menyatakan perasaannya tidak ada yang menolak dan langsung menerimanya." Ucap Fattan sambil meneguk segelas air putihnya.
"Karena Dia itu wanita yang berbeda dari wanita lainnya. Dia tidak mungkin main menerima begitu saja sama orang yang menyatakan perasaan padanya, karena dia pingin mengetahui dulu apakah orang itu hanya main main atau serius? Kamu sendiri pernah dengarkan kalau Syiffa pernah bilang, belum siap untuk Broken Heart apalagi dia orang yang sama sekali belum pernah menjalin hubungan sama siapa pun. Apalagi sekarang posisi kamu mau dijodohkan sama sahabatnya Syiffa." Ucap Ariff menjelaskan semuanya untuk mencoba menenangkan Fattan.
"Iya apa yang kamu katakan itu benar Riff. Dia masih belum siap untuk menanggung perasaanya bila tidak ada kecocokan lagi bila dalam menjalin hubungan. Tapi saya serius sama dia, enggak main main kok. Inilah yang saya bingungkan, Syiffa tidak mau menerima saya kalau sudah dijodohkan sama orangtua saya, apalagi yang dijodohkan itu sahabat dia sendiri. Karena dia tidak mau disebut sebagai perebut tunangan orang." Ucap Fattan.
__ADS_1
"Benar benar rumit Bro kalau sudah begini. Lagian benar juga kata Syiffa enggak mungkin dia menerima kamu, sedangkan kamu dijodohkan sama sahabatnya. Pasti dia akan menghargai sahabatnya sendiri dan melakukan demi yang terbaik untuk sahabatnya sendiri meski harus ada hati yang tersakiti." Ucap Ariff.
"Saya tidak akan biarkan ini terjadi, Saya akan berusaha untuk membatalkan pertunangan ini. Dan saya akan berusaha terus untuk mendapatkan Dia, wanita yang sangat saya cintai." Ucap Fattan sambil tersenyum.
"Nah gitu dong Tan. Tetap semangat dan jangan menyerah, pasti bisa kok melewati semua ini." Ucap Ariff tersenyum.
"Iya Rif. Ya sudah kita pulang yuk!" Ajak Fattan.
"Maen pulang saja, beresin dulu nih ruangannya berantakan begini." Ucap Ariff.
"Kamu nyuruh saya buat membersihkan ruangan ini hah? Kurang ajar banget iya. Lagian ngapain ada OB sih hah? Mending kamu saja beresin semuanya?" Ucap Fattan.
"Kan ada OB, ngapain nyuruh saya, lagian tadi saya cuma bercanda kok Tan. Hehe. Ya sudah ayo pulang ." Ucap Arif cengengesan.
Lalu keduanya pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menuju parkiran mobil. Tidak sengaja melihat Syiffa di pinggir jalan.
__ADS_1