
Kini Syiffa pun sedang menikmati makan malamnya bersama Bi Ati. Awalnya Bi Ati menolak untuk tidak makan bareng bersama Syiffa, tapi Syiffa tetap memaksa Bi Ati untuk makam bersama denganya bahkan Syiffa pun mengancam untuk tidak makan dan akan melaporkan kepada suaminya karena Bi Ati yang membuat dirinya tidak makan. Dengan terpaksa Bi Ati pun ikut makan bersama. Lalu Syiffa tersenyum saat melihat Bi Ati begitu menikmati makan malamnya.
"Oya Bi, Syiffa boleh tanya tidak sama Bibi?" Ucap Syiffa sambil menatap Bi Ati.
"Tentu saja Boleh Non, emangnya mau nanya apa Non Syiffa?" Tanya Bi Ati.
"Bibi kenal Della kan? Sebenarnya Della itu siapanya dari keluarga Kak Fattan Bi?" Tanya Syiffa.
"Oh tentang Non Della tuh, emangya Den Fattan tidak memberi tahu Non Syiffa ya?" Tanya balik Bi Ati.
"Tidak Bi," jawab Syiffa sambil mengelengkan kepala.
"Mungkin Den Fattan belum sempat bicara sama kamu kali Non. Sebenarnya Della itu anak dari sahabatnya Tuan Anwar." Bi Atti sambil menatap Syiffa.
"Oh sahabatnya dari Ayah tuh. Kirain saya Della sepupunya Kak Fattan gitu soalnya akrab banget sama Ibu dan Kak Fattan." Syiffa yang kini sudah selesai makannya.
"Ya mungkin karena waktu itu sering ketemu dan main ke rumah, hingga sudah terbiasa jadi akrab." Bi Atti sambil membereskan piring kotornya sisa tadi makan lalu berjalan menuju wastafle.
"Oh gitu ya Bi." Syiffa sambil menatap jam tangannya.
Jam segini kok Kak Fattan, masih belum pulang juga ya gerutu Syiffa pada diri sendiri lalu menghembuskan nafas kasarnya.
"Eh Bi, Syiffa ke kamar dulu ya." Pamit Syiffa saat Bi Ati sudah selesai dari westafle.
"Iya silahkan Non Syiffa." Jawab Bi Ati. Lalu Syiffa pun bergegas menuju kamar dan meninggalkan Bi Ati.
Setelah Syiffa baru sampai dekat dengan tangga, tiba tiba Syiffa pun memberhentikan langkahnya lalu membalikan tubuhnya ke belakang dan menengok kiri, kanan menatap seluruh ruangan.
__ADS_1
Aneh sekali rasanya, perasaan tadi kayak ada yang mengikutiku gerutu Syiffa lalu melanjutkan untuk berjalan lagi menuju kamar. Ketiba tiba tiba di sudah sampai digerbang pintung kamar kemudian datanglah seseorang menghampiri Syiffa.
"Hei Sayang!" Ucap Fattan sambil merangkul pundak Istrinya.
"Eh Kakak, sudah pulang ya?" Tanya Syiffa merasa kaget dengan kepulangan suaminya yang tiba tiba begitu saja lalu merangkul pinggang suaminya.
"Heem.. " jawab Fattan.
"Atau jangan jangan tadi yang mengikuti Saya dari belakang Kakak ya?" Tanya Syiffa.
"Mengikuti dari belakang? Enggak kok, enggak ada kerjaan saja mengikuti kamu dari belakang." Jawab Fattan.
"Sudahlah Kak, jangan bohong dosa tahu kalau bohong." Gerutu Syiffa sambil menatap Fattan yang kini sudah sampai di kamar milik mereka.
"Tapi emang serius Sayang, Kakak tidak melakukan itu." Fattan menatap balik Istrinya.
"Iyakah? Lalu.. " ucapan Syiffa sengaja di gantung.
"Sudahlah Kak, lupakan sajalah. Tentu saja menyenangkan Kak." Ucap Syiffa sambil tersenyum kepada suaminya.
"Ya pastinya bakal menyenangkan, lagian pasti banyak tuh cowok yang mendekati kamu kan?" Tanya Fattan.
"Ih Kakak bicaraan apaan sih, walaupun iya banyak cowok yang mendekat bukan berarti itu cowok karena naksir Kak, mungkin hanya ingin berteman saja dengan saya. Emangnya enggak boleh saya berteman dengan cowok?" Tanya Syiffa kepada suaminya yang kini sedang membantu membuka baju pekerjaannya.
"Tentu saja tidak boleh. Apalagi kalau sampai dia berani macam macam sama kamu dan menyukai kamu." Jawab Fattan.
"Yaelah Kak, positiflah pikirannya. Lagian mana mau cowok sama cewek yang sudah menikah Kak." Gerutu Syiffa.
__ADS_1
"Ya namanya juga zaman sekarang, cowok tuh kalau lihat wanita cantik, dia tidak peduli cewek itu sudah menikah tetap saja di gebet." Fattan yang kini sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Tidak semuanya cowok seperti itu kali Kak, jangan berpikiran yang enggak enggak lah Kak. Ya walaupun banyak cowok yang mendekati Syiffa, tapi mana mungkin Syiffa tertarik sama itu cowok, lagian dihatiku disini hanya ada satu nama seorang pria yang sangat saya cintai dan sayangi yaitu Fattan Adijaya yang suka bikin rusuh dan kesal." Gerutu Syiffa sambil mendekati Suaminya diatas kasur.
"Yaelah itu belakangan nya jangan ditambahin dong Sayang kata katanya, sungguh menyebalkan sekali." Gerutu Fattan lalu mengelitiki perut Istrinya.
"Iss geli tahu Kak, lagian emang benar kok kenyataannya kayak gitu kok." Syiffa membalas kembali gelitikan Fattan.
Lalu terjadilah saling menggelitiki perutnya satu sama lain hingga tertawa terbahak bahak.
"Sudah ah Kak cape tahu ketawa mulu." Syiffa kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Tapi kalau kita melakukan sesuatu gimana? Tidak capekan?" Tanya Fattan tiba tiba menghimpit tubuh Istrinya di atas.
"Ka-Kakak mau ngapain? Lagian Kakak baru saja pulang kerja, eman-" ucapan Syiffa tergantung saat tiba tiba Fattan menyerang bib*r mungil milik Istrinya.
Syiffa pun bingung apa yang harus dilakukannya\, karena ingat status sebagai Istri\, lalu Syiffa pun membalas semua ci*man yang diberikan suaminya lalu mereka saling membuk* mulut dan saling menj*lurkan lid*ahnya satu sama lain. Sehingga kini keduanya merasakan hawa panas dan hasrat yang sudah tinggi. Dengan segera Fattan pun melepaskan ci*mannya lalu membuka baju miliknya dan Istrinya satu persatu hingga kini keduanya dalam keadaan tubuh polos tanpa sehelai benang. Karena merasa sudah tidak sabar lagi\, Fattan pun dengan segera melakukan penyatuannya antara miliknya dengan memasuki area daerah int*m milik Istrinya. Kini mereka pun sedang menikmati indahnya surga dunia diiringi dengan suara naungan ******* dikamar mereka.
Setelah merasa puas dengan beberapa kali mereka melakukannya hubungan suami Istri, kemudian Fattan pun dengan segera melepaskan penyatuannya dari milik Syiffa. Lalu dengan segera Fattan pun merebahkan tubuhnya di atas kasur kemudian bangkit dari atas kasur sambil menggendong Istrinya.
"Eh Kakak mau ngapain?" Tanya Syiffa merasa kaget, tiba tiba Fattan mengendongnya.
"Kita mandi bersama." Jawab Fattan.
"Tapi Kak-"
"Sudahlah jangan banyak protes!! Lagian enggak bakal melakukan hal itu lagi kok, kan barusan sudah puas sayang." Fattan memotong pembicaraan Istrinya karena sudah tahu apa yang akan Istrinya bicarakan.
__ADS_1
"Iss.. baiklah." Jawab Syiffa.
Lalu dengan segera Fattan menurunkan Syiffa dari gendongannya ketika sudah sampai di bathroom. Kini mereka pun sedang mandi bersama di dalam bathtroom. Syiffa pun merasa kesal dibuat oleh suaminya ternyata apa yang di ucapkam suaminya tadi palsu. Kini Syiffa pun harus melayani suaminya bercinta di kamar mandi