Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.128


__ADS_3

Pt. Juhes Adijaya


Di sebuah ruangan ada seseorang pria tampan sedang duduk dikursi kebesarannya, kini pria tersebut sedang fokus memeriksa berkas berkasnya.


"Pagi Pak Fattan!" Sapa Ariff yang baru saja masuk.


"Pagi juga!" Jawab Fattan.


"Loh hari ini Syiffa enggak masuk nih?" Tanya Ariff sambil melihat ke tempat kerja.


"Iya dia tidak masuk, Ibunya lagi sakit." Jawab Fattan.


"Oh.. Eh tapi kok kamu tahu kalau Ibunya Syiffa lagi sakit sih?" Tanya Ariff dengan menyelidiki.


"Iya tahulah, Orang aku yang bawa Ibunya ke rumah sakit!" Ucap Fattan.


"Apa? Ibunya Syiffa masuk rumah sakit?" Tanya Ariff merasa terkejut.


"Heem." Jawab Fattan.


"Eh tunggu dulu! Kok kamu bisa kamu yang nganterin Ibunya Syiffa? Gimana ceritanya?" Tanya Ariff lalu berjalan mendekati Fattan.


"Iya kan kita selalu pulang bareng, lagian kamu tahu sendiri Syiffa enggak punya kendaraan jadi selalu bareng sama saya." Ucap Fattan.


"Eh iya saya lupa. Terus awal ceritanya Ibunya Syiffa harus dibawa ke rumah sakit gimana? Emangnya dia sakit kenapa lagi?" Tanya Ariff.

__ADS_1


Jadi gini ceritanya kalau pingin kamu tahu, Lalu Fattan pun mulai menceritakan gimana kronologis Ibunya bisa sampai dibawa rumah sakit, tanpa menceritakan apa yang terjadi dengan Syiffa dan dirinya.


"Nah begitulah ceritanya. Mengertikan?" Ucap Fattan.


"Iya saya mengerti kok. Untung saja kamu masih ada disana, kalau tidak ada kamu ntahlah bakal seperti apa jadinya keadaan Ibunya. Kasihan banget Syiffa di usia yang masih belia banyak cobaan yang menimpanya dan dia begitu hebat selalu sabar dalam setiap cobaan yang menimpanya." Ucap Ariff.


"Iya saya juga begitu salut sama Syiffa. Wanita cantik yang selalu sabar dan kuat menghadapi segala cobaan, bahkan di usianya yang masih beliau juga, dia sudah jadi tulang punggung keluarganya." Ucap Fattan tersenyum mengingat bagaimana dia begitu sayang sama keluarga.


"Cie wanita cantik, dari dulu kemana saja bos? Baru sadar sekarang iya kalau dia itu cantik!"


"Apaan sih ah Riff. Lagian siapa lagi yang bilang dia cantik hah?" Tanya Fattan menatap Ariff.


"Ya ampun Fattan, emangnya saya tuli apa hah? Jelas jelas tadi kamu bilang Syiffa cantik, ini orang benar benar iya. Saya sumpahin loh kamu tidak berjodoh sama Syiffa." Ancam Ariff.


"A-apa saya tidak salah dengarkan? Kamu serius tuh suka sama Syiffa?" Tanya Ariff terkejut dan tidak percaya.


"Tau ah, sudah pergi cepat bekerja!" kesal Fattan dan mengusirnya.


"Yaelah ini orang ngusir. Jangan marah dong Pak Fattan lagian saya tadi cuma bercanda kok. Salah siapa coba yang tidak mau jujur awalnya jadi tidak akan saya bicara kemana saja kan?" Ariff mencoba mendekati Fattan.


"Sudah sana pergi!" ucap Fattan dan kembali mengerjakan berkasnya.


"Oke saya pergi. Tadinya saya mau membantu kamu gimana caranya meluluhkan gadis seperti supaya dia bisa menerima kamu." Ucap Ariff sambil melangkah pergi.


"Tunggu!" Teriak Fattan lalu menunda berkas berkas tersebut.

__ADS_1


"Apalagi hah? bukannya tadi kamu ngusir saya dan harus kembali bekerja." Ucap Ariff berhenti berjalan dan menatap Fattan.


"Lagian tadi lagi kesal saja saya ini sama kamu, habisnya kamu bicara tuh seenaknya." Fattan.


"Iya maaf, kan saya tadi bilang cuma bercanda." Ucap Ariff.


"Jadi gimana? Kamu serius mau bantu saya nih buat mendapatkan Syiffa?" Tanya Fattan.


"Demi kamu saya siap bantu kamu. Emangnya kamu tadi kamu ngatain perasaan kamu sama Syiffa?" Tanya Ariff .


"Iya, saya mengatakan perasaannya sama Syiffa." jawab. Fattan.


"Terus kamu di tolak gitu?" Tanya Ariff.


"Enggak ditolak sih, tapi dia belum ngasih jawaban. Aku kasih waktu dua hari buat dia berpikir." Ucap Fattan.


"Tapi kamu nyantai aja, nanti saya bantuin kamu kok. Membuat dia bisa menerima kamu." Ucap Ariff.


"Oke, terima kasih." ucap Fattan.


"Iya sudah saya permisi dulu Pak Fattan, saya harus kembali bekerja lagi." ucap Ariff.


"Iya silahkan Riff." Jawab Fattan.


Lalu Ariff pun pergi meninggalkan ruangan sang Pimpinannya.

__ADS_1


__ADS_2