
"Kenapa kamu masuk ke dalam mobil lagi." Tanya Ariff saat melihat Fattan kembali ke dalam mobilya.
"Habisnya Kamu lama sekali masuk kedalam, mending kita pulang saja dari pada begitu nunggu." bohong Fattan.
"Maaf Tan, tadi saya mengangkat telepon dulu dari Ibuku. Jadi maaf sudah membuat kamu lama menunggu." Ucap Ariff.
"Iya tidak apa apa. Sekarang kita pulang!" Ucap Fattan.
"Loh kenapa kita pulang lagi? Masa iya baru juga sampai dirumah sakit pulang lagi? Bahkan kita belum masuk ke dalam." Ucap Ariff.
"Saya bilang pulang iya pulang, putar balik! Lagian nanti saja, kita menjenguk Syiffa nya." Gerutu Fattan dengan kesal.
"A-apa? Kamu bilang menjenguk Syiffa?" Ucap Ariff merasa bingung.
"Iya." Jawab Fattan singkat.
"Iss... kalem bos jangan marah marah begitu. Kenapa sih kok kamu datang datang marah marah mulu dari tadi hah?" Tanya Ariff.
"Sudah jangan banyak tanya, ayo kita pulang!" Tegas Fattan.
"Lagian kamu lupa iya, tujuan kita kesini mau apa hah?" Tanya Ariff.
"Tentu saja saya tidak lupa. Lagian kita kesini mau jenguk Syiffa kan?" Ucap Fattan.
__ADS_1
"Ya ampun, kamu tuh benar benar pikun iya. Sejak kapan kamu menjadi orang pikun dan bodoh seperti ini?" Tanya Ariff.
"Apa kamu barusan bilang hah? Mau saya pecat kerjanya hah?!" Ancam Fattan merasa kesal dengan ucapan Ariff.
"Eh jangan main pecat gitu saja dong Tan, maaf lagian tadi saya cuma bercanda kok hehe." Ariff cengengesan.
"Ya sudah, ayo kita pulang!" Ucap Fattan
"Kalau kita pulang sekarang, terus gimana dong kalau Ayah Anwar bertanya tentang rumah sakit ini? Bukankah Ayah Anwar tadi menyuruh kita untuk mengecek dan melihat perkembangan di rumah sakit." Ucap Ariff.
"Oh ya ampun, saya lupa tujuan kita kesini mau apa." Ucap Fattan.
"Baru sadar iya Bos? Katanya tidak lupa, tapi kenyataannya emang pikun." gerutu Ariff.
"Ti-tidak kok, saya tidak berkata apa apa!" Bohong Ariff.
"Emangnya kamu pikir saya tuli apa hah? Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam!" Ucap Fattan sambil keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam bersama Ariff.
Ck, dasar ini orang kenapa tidak jujur saja kalau dia cemburu melihat kedekatan Syiffa dan Pak Rendy. Dia pikir saya tidak tahu apa? kalau tadi dia mengintip mereka berdua sedang mengobrol. Sungguh kalau sudah jatuh cinta berat kadang membuat kita jadi bodoh dan pikun kayak Atasanku ini si Fattan. Batin Ariff sambil mengikuti langkah Fattan.
"Ini Pak, berkas berkasnya dan disana ada laporan tentang perkembangan rumah sakit." Ucap sang Pegawai rumah sakit.
"Oke, terima kasih." Ucap Fattan.
__ADS_1
"Iya Pak. Ya sudah saya permisi!" Ucap sang Pegawai rumah sakit sambil berlalu pergi.
Lalu Fattan pun mulai memeriksa berkas tersebut di bantu oleh Ariff.
"Saya begitu salut sama mereka. Mereka sudah bekerja keras semaksimal mungkin melayani pasiennya demi menjaga nama baik rumah sakit ini" ucap Ariff.
"Iya betul banget, dan saya sangat berterima kasih banget sama mereka sudah membuat rumah sakit ini menjadi berkembang pesat." Ucap Fattan sambil membereskan berkas tersebut yang sudah dia lihat.
"Iya betul banget Pak Fattan." Jawab Ariff.
"Sekarang gimana mau kita langsug pulang atau-?"
"Kita langsung pulang saja!" Ucap Fattan memotong pembicaraan Ariff.
"Baiklah. Tapi apakah kamu yakin mau langsung pulang nih? Tidak mau jenguk dulu Syiffa nih, siapa tahu mereka sedang berduaan disana sama Pak Rendy." Ucap Ariff mengompori Fattan.
"Loh ternyata kamu sudah tahu iya, kalau si Rendy ada disini juga?" Tanya Fattan.
"Iya tahulah, lagian saya juga tahu kamu cemburukan lihat mereka begitu dekat iya kan?" Tanya Ariff.
"So tahu banget kamu. Ya sudah kita kesana lihat keadaan Ibunya Syiffa." Fattan sambil berjalan meninggalkan ruanganya dan di ikuti Ariff menuju ruang rawat Bu Nina.
****
__ADS_1
Saya ucapkan terima kasih pada para readers yang sudah mau mampir ke karyaku yang receh ini. Jangan lupa tinggalkan jejak iya disini Kak. "Satu kata dong buat karya pertamaku ini? Jangan lupa tulis di komen ya kak. " dan jangan lupa kasih Like dan Votenya. Terima kasih.