
"Malam Syiff?" Sapa Fattan yang tiba tiba masuk ke dalam.
Lalu Syiffa pun melihat ke arah sumber suara.
"Eh Kak Fattan? Kak Ariff?" Ucap Syiffa merasa terkejut melihat kedatangan mereka.
"Kenapa kok terkejut begitu?" Tanya Fattan.
"Lagian tidak terkejut gimana coba? Kalian datang tiba tiba, tidak mengabari saya dulu kalau kalian mau kesini." Ucap Syiffa.
"Lagian mau ngabarin gimana? Orang tidak punya no handphone kamu." Ucap Ariff.
"Eh iya saya lupa Kak hehe." Ucap Syiffa cengengesan.
"Ya sudah yuk kita tukeran no handphonenya, Syiff gimana? Jadi nanti bisa ngabarin kamu kalau mau kesini lagi." Ucap Ariff.
"Boleh juga tuh Kak." Jawab Syiffa.
"Ya sudah mana hpnya sini, nanti saya masukin no. saya ke handphone kamu." Ucap Ariff.
Lalu Syiffa pun mengambil handphone nya di saku celana jeans.
"Ini Kak." Ucap Syiffa sambil menyodorkan hpnya. Lalu dengan sigap Fattan mengambilnya handphone Syiffa dan memasukan no. handphone nya sendiri.
"Ini no. Handphone nya sudah saya tulis." Ucap Fattan sambil mengembalikan handphone milik Syiffa.
"Eh Pak Fattan yang terhormat, lagian siapa yang minta no handphonenya? Kok anda yang heboh sih dan main rebut saja." Gerutu Ariff.
"Masa bodoh! Lagian dia milikku, jadi tidak boleh ada satu orang pun yang tahu no. handphonenya, apalagi memiliki dia kecuali saya." Ucap Fattan.
"Yaelah Tan, lagian siapa yang mau rebut Syiffa sih dari kamu, orang saya cuma minta no. handphone nya saja kok." Ucap Ariff.
"Saya bilang enggak boleh, iya enggak boleh!" Tegas Fattan.
"Iya deh. Ini orang cemburuan banget Syiff, dan kamu tahu tidak, saat kamu bersama.... ." Ariff tidak melanjutkan ucapannya saat Fattan menatap tajam dirinya.
__ADS_1
"Iya Kak, sama siapa?" Tanya Syiffa penasaran dengan ucapan Arif yang digantung.
"Eh tidak sama siapa siapa kok Syiff. Ya sudah saya permisi dulu mau keluar dulu sebentar." Ucap Ariff sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan Bu Nina.
"Loh dia kenapa Kak? Dasar Kak Ariff aneh sekali." Ucap Syiffa.
"Sudahlah ngapain mikirin si Ariff. Dia orangnya suka begitu." Ucap Fattan.
"Oh gitu iya Kak." Ucap Syiffa.
"Iya Syiff. Oya gimana sekarang keadaan kondisi Ibu kamu?" Tanya Fattan sambil menatap Bu Nina.
"Alhamdulilah, keadaan kondisi Ibu sekarang sudah semakin baik kok Kak." Jawab Syiffa.
"Syukurlah kalau begitu Syiff." Ucap Fattan.
"Oya sudah makan belum Syiff?" Tanya Fattan.
"Belum Kak." Jawab Syiffa dengan jujur."
"Kalau kita makan diluar, nanti yang jagain Ibu siapa dong? Kasihan Ibu ditinggal sendiri." Ucap Syiffa.
"Eh iya saya lupa. Gimana kalau kita pesan online saja?" Tanya Fattan.
"Boleh juga tuh Kak." Jawab Syiffa.
Lalu Fattan pun mengambil handphone nya dan mencari makanan lewat online.
"Kamu mau pesen makanan yang mana?" Tanya Fattan sambil memberikan menu makana yang ada di handphonenya.
"Saya pesen makanan yang ini saja Kak, Kayaknya enak nih Kak." Jawab Syiffa.
"Oke, saya pesenin nih. Sudah terkirim dan tinggal menunggu." Ucap Fattan.
"Oke, siap Kak." Ucap Syiffa.
__ADS_1
"Oya Syiff, tadi ada yang jenguk kamu kesini ya?" Tanya Fattan
"Enggak ada Kok," jawab Syiffa.
"Masa sih enggak ada? jangan bohong deh." Fattan merasa kecewa karena Syiffa berbohong.
"Serius enggak ada Kak, lagian sumpah enggak berbohong kok." ucap Syiffa.
"Terus tadi saya lihat si Rendy ada di rumah sakit, pastinya sudah jenguk kamu dong? Enggak mungkin dong cuma main saja dirumah sakit." Ucap Fattan.
"Emang iya dia sudah jenguk saya kok. Emangnya kenapa kalau dia jenguk saya?" Ucap Syiffa sengaja berbohong untuk memanasi Fattan.
"Ck, kamu tadi bilang enggak ada yang jenguk kamu, sekarang kamu bilang ada yang jenguk kamu si Rendy. Kamu bohong banget sama saya." Ucap Fattan merasa kecewa dengan sikap Syiffa.
"Kok kayak yang kesel gitu Kak, cemburu iya Kak?" Goda Syiffa.
"Lagian saya enggak cemburu Kok, cuma kecewa saja lihat kamu sudah membohongi saya." Ucap Fattan.
"Iya deh saya minta maaf, lagian saya emang jujur Kok. Tadi emang tidak ada yang jenguk saya. Masalah Pak Rendy tadi saya cuma kebetulan saja kok bertemu. Lagian Pak Rendy juga sama habis nganterin memeriksa Ibunya yang sakit juga." Ucap Syiffa sambil menjelaskan semuanya agar tidak salah Paham.
"Oh gitu iya. Terus maksud kamu apa iya membohongi saya?" Tanya Fattan menatap Syiffa.
"Tadi saya sengaja mau membuat Kak Fattan cemburu hehe." Ucap Syiffa cengengesan.
"Kurang ajar banget iya ini anak." Ucap Fattan sambil memijit hidung mancung Syiffa.
"Ih Kak Fattan sakit tahu nih hidungku." Rengek Syiffa.
"Lagian siapa yang sudah berani ngerjain saya hayoo." Ucap Fattan.
Lalu tiba tiba Ariff masuk membawa makanan yang tadi Fattan pesen.
"Nih makanannya sudah sampai." Ucap Ariff sambil menyodorkan makanannya yang dipesan.
"Ya sudah yuk mari makan." Ajak Fattan.
__ADS_1
Lalu mereka pun makan bersama dan menikmati makanannya.