
2 jam sudah Syiffa dan Nurul menikmati minumannya serta mereka menghabiskan waktunya bercanda dan ngobrol bareng di "cafe exotis".
"Sudah ini mau kemana lagi nie Syiff?" Tanya Nurul.
"Langsung pulang ajalah Nur ke rumah." jawab Syiffa.
"Enggak mau jalan jalan ke mall dulu gitu syiff?" Ucap Nurul.
"Enggak ah Nur, kasihan Ibu sendirian di rumah jadi langsung pulang aja." jawab Syiffa.
"Oke... kalo begitu mah." ucap Nurul.
"Hey cewek cewek cantik apa kabarnya nih? Sudah lama kita enggak ketemu nih." ucap Raffly mendekati meja yang di tempati Syiffa dan Nurul.
"Lho kok kamu tau kita ada disini?" Tanya Nurul.
"Ya tau kali Nur, pas aku tadi manggung disana lihat ada kalian berdua disini." jawab Raffly
"Oh... Gitu ya Raffly. Kiraen aku kamu sudah pensiun jadi penyanyi nya." ucap Nurul.
"Tadinya sich pingin pensiun tapi pihak manager aku memohon mohon jangan keluar dulu katanya banyak tuh yang membutuhkan aku di cafe cafe lain mungkin suara ku bagus banget kali apalagi wajahku cakep kan pasti banyak terpesona sama aku." ucap Raffly.
"Huh ke-pede an sekali kamu!" ucap Nurul.
"Yeeee... Biarin aja kali tapi emang benerkan kenyataan nya aku cakepkan?" Tanya Raffly sambil menaikan kedua alisnya.
"Iya emang cakep tapi.."
__ADS_1
"Tapi apaan Nur?" Ucap Raffly
"Tapi kalo dilihat dari sedotan haha!" ucap Nurul tertawa terbahak bahak.
"Kurang ajarrrr banget lho Nur, orang aku benar benar cakep dari lahir kok, ini mah malah bilang kalo di lihat dari sedotan hadeeuh, keterlaluan bangett kamu Nur!" ucap Raffly.
"Sorry... sorry... aku hanya bercanda kok Raf." ucap Nurul.
$Oya ngomong ngomong ini cewek yang satu lagi kok dari tadi diam aja? Sombong bangeet nie sekarang mah!" ucap Raffly sambil menatap Syiffa.
"Yeee... Siapa lagi yang sombong, lagian kan kalian lagi asyik mengobrol ya sudah aku jadi pendengar yang baik aja." ucap Syiffa.
"Emm... Oya apa kabarnya Syiff?" Tanya Raffly.
"Baik kok Raff." jawab Syiffa.
"Oya dengar dengar katanya kalian sudah kerja ya?" Tanya Raffly.
"Iya bener Nur." jawab Syiffa.
"Apapun kerjaan kalian, yang penting kerjaanya halal." ucap Raffly.
"Setuju." ucap Syiffa dan Nurul bersamaan.
"Sudah lama kerja disana?" Tanya Raffly.
"Baru juga 3 bulan." jawab Nurul.
__ADS_1
"Oh... Oya bukan nya kalian hari ini kerja kan? Terus kenapa kalian kesini?Jangan jangan kalian bolos kerja ya?" Tanya Raffly.
"Iss.... Kalo ngomong suka kemana aja dech. Kita enggak kerja kebetulan hari ini ada acara pergantian pimpinan sekaligus memperkenalkan anaknya sendiri sebagai penggantinya. Dan akan kerja kembali besok seperti biasa." ucap syiffa.
"Oh...jadi begitu ya." ucap Raffly.
"Heem..." Ucap Syiffa sambil menggangukan kepala.
"Syiff.. Syiffa lihat tuh!" ucap Nurul sambil menepuk nepuk pundak Syiffa.
"Apaan sich nur?" Tanya Syiffa.
"Itu lihat tuh ada pak Fattan sama pak Ariff kayaknya dia mau masuk ke cafe sini dech." ucap Nurul yang melihat di kaca jendela.
"Oh my good, dunia ini sempit sekali ya?? Kok dimana mana aku sering ketemu sama cowok brengsek super nyebelin itu sich." ucap Syiffa merasa kesal.
"Eh jangan bicara gitu Syiff, sekarang dia itu pimpinan kita sekaligus yang punya perusahaan pt. Juhes adijaya lho." ucap Nurul.
"Massa bodoh dech." Nur ucap Syiffa merasa kesal mengingat kejadian tadi di perusahaan.
"Kenapa nih anak Nur?" tanya Raffly sambil menatap syiffa.
"Biasa dia lagi kesal tuh sama atasannya." ucap Nurul.
"Maksud nya atasan yang mana?" Tanya Raffly.
"Itu tuh.." ucap Nurul menunjuk Fattan yang akan masuk ke cafe.
__ADS_1
"Bukan nya itu pak Fattan?" Ucap Raffly.
"Kamu kenal dia Rafly?" Tanya Syiffa.