Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 94


__ADS_3

Di sebuah ruangan terdapat dua insan yang sedang melakukan pekerjaannya, tanpa ada yang bersuara mereka sungguh sangat serius dengan tugasnya masing masing.


Ternyata dia cukup bagus juga melakukan pekerjaannya, walaupun baru pertama dia bekerja jadi sekretaris. Ternyata aku enggak salahkan pilihkan dia jadi sekretarisku? ucap Fattan sambil menatap Syiffa dari ke jauhan.


Syiffa yang merasakan ada sesuatu yang menatapnya, kemudian dia mencoba menatap sekilas ke arah Fattan.


Kenapa iya aku merasa tadi dia menatapku, "ah kamu jangan ke pedean syiff", itu mungkin hanya perasaan kamu aja.


2 jam sudah Syiffa menyelesaikan tugas berkas yang diberikan oleh sang Pimpinannya.


Akhirnya beres juga nih kerjaannya, huh cape banget ternyata, tapi demi Ibuku harus tetap semangat jangan banyak mengeluh. Semangat syiff gerutu Syiffa menyemangati diri sendiri.


"Gimana sudah beres?" Tanya Fattan yang berjalan mendekati Syiffa.


"Sudah Pak." ucap Syiffa sambil menyerahkan berkas berkasnya.


"Ok terima kasih, Oya sekarang kamu boleh pulang." Ucap Fattan.


"Baik Pak." Ucap Syiffa sambil membereskan ruangannya.


Oya, kam... Ucapan Fattan


terjeda saat menengok ke belakang ke arah Syiffa sedang berdiri.

__ADS_1


Dan Syiffa pun terdiam terkejut saat mata mereka saling bertemu dan begitu dekat.


Oh ya ampun kalau dilihat dari dekat dia begitu tampan dan gagah, aku jadi terpesona sama dia batin Syiffa.


"Ehmzz," suara deheman membuyarkan lamunan Syiffa.


"Eh iya pak, tadi bapak mau bicara apa iya?" Tanya Syiffa sambil menggeser sedikit menjauh.


"Besok kita ada pertemuan sama Klien, kamu harus mempelajari isi dari berkas ini untuk pembahasakan besok!" ucap Fattan sambil memberikan berkas tersebut.


"Iya baik pak kalau begitu saya permisi, saya pulang duluan iya pak." ucap Syiffa dengan sedikit salting.


"Heem.. jalan pintu keluarnya ke arah sana!" ucap Fattan.


"Eh iya pak, saya lupa tadi ucap Syiffa merasa sedikit malu." Lalu pergi meninggalkan ruangan Fattan.


_


"Aduh gimana nih, mana enggak ada angkutan umum lagi sudah malam gini." Hp ku mati lagi aku mau naik apa kalau begini? masa aku tidur di jalanan ucap Syiffa.


Tin... Tin.. Tin suara klakson mobil.


"Eh maaf saya menghalangi jalannya." ucap Syiffa sambil menggeser ke pinggir.

__ADS_1


"Ayo masuk!" ucap Fattan sambil membuka jendela mobil.


"Ma-maksud nya saya gitu, masuk kemana Pak?" Tanya Syiffa.


"Iya kamu, masuk ke jurang!" Ucap Fattan.


"What? Pak Fattan nyuruh saya bunuh diri gitu," wah kurang ajar banget pak ucap Syiffa tidak terima.


"Lagian siapa yang nyuruh kamu bunuh diri hah?" Ucap Fattan.


"Tadi pak Fattan nyuruh saya untuk masuk ke jurangkan?" Berarti itu sama aja namanya pak Fattan nyuruh buat saya bunuh diri?? Jawab Syiffa.


"Ck, lagian kamu sih saya suruh masuk ke mobil malah bengong," ya sudah saya suruh aja masuk jurang ucap Fattan.


"Oh gitu iya pak," masuk mobil bapak maksudnya kirain saya pak Fattan--


"Sudah jangan banyak bicara, ayo masuk!" Ucap Fattan.


"I-iya baik pak, tapi beneran enggak apa apa nih pak Saya naik mobil bapak dan anterin saya?" Tanya Syiffa.


"Banyak nanya lagi, ya sudah kalau enggak mau saya tinggal nih?" biar kamu sendiri disini dan awas loh ada begal ucap Fattan.


"Iya pak Syiffa masuk sekarang, jangan tinggalin Syiffa pak, ih ogah banget syiffa disini sendirian!" ucap Syiffa sambil berjalan masuk ke mobil Fattan.

__ADS_1


Ck, ternyata dia penakut juga padahal saya cuma nakut nakutin aja batin Fattan.


"Ayo pak kita jalan. Eh kenapa pak, saya salah bicaranya iya?" Ucap Syiffa merasa enggak enak hati saat Fattan menatap serius Syiffa.


__ADS_2