
Setelah selesai dari bathroom, dengan segera Fattan pun berjalan menuju Lemari untuk mengambil pakaian yang akan digunakan untuk rapat sekarang. Setelah menemukan baju yang menurutnya pas dengan segera Fattan pun memakaikan bajunya hingga selesai. Lalu menatap istrinya yang kini masih tidur dengan lelap dengan tubuhnya yang masih polos tanpa benang sehelai pun akibat pergumulan panas mereka tadi.
"Ya sudah sayang, saya permisi dulu. Maaf ya sayang tidak membangunkanmu karena saya tidak tega menganggumu karena kamu begitu nyenyak tidurnya." Fattan dengan mencium pucuk rambut istrinya dan membenarkan selimutnya sampai jenjang leher istrinya. Kemudian Fattan pun pergi meninggalkan istrinya dan menjalankan mobilnya untuk berjalan menuju perusahaannya.
*Pt. Adijaya
Kini Fattan pun, sudah sampai diperusahaan miliknya. Lalu berjalan menuju ruangan rapat, dan di sambut baik oleh para pengusaha yang kini sudah terlebih dahulu berada diruangan rapat. Mereka sengaja mengadakan rapat untuk membahas tentang kerja sama.
Lalu Fattan pun menyapa para pengusaha yang hadir di ruangan rapat tersebut. Dan segera memulai pembahasannya. Setelah Fattan selesai dengan materi dan pembahasan yang disampaikannya, lalu semua para pengusaha yang hadir pun memberikan tepuk tangan dengan meriah. Satu persatu para pengusaha pun mengucapkan selamat karena perusahaannya semakin berkembang dan sangat berterima kasih karena sudah mau bekerja sama.
Satu persatu para pengusaha pun sudah mulai meninggalkan ruang rapat, kini hanya ada Fattan, Ariff dan Della.
"Oya Pak Fattan, katanya ada Syiff di apartemen ya?" Tanya Della.
"Iya. Emangnya kenapa?" Tanya balik Fattan.
"Oh, tidak apa apa. Cuma nanya saja kok Pak hehe. Kan asyik kalau ada Syiffa, saya mau ngajak jalan jalan dia untuk berkeliling di Amerika."ucap Della.
"Enggak boleh!" Fattan sambil menatap Della.
"Loh, kenapa enggak boleh Pak. iss pak Fattan, masa ngajak Syiffa enggak boleh sih. Percuma saja Pak, kalau dia ada di Amerika tapi hanya diam saja di apartemen." Gerutu Della.
"Iya maksudnya harus sama saya ikut juga dong, karena enggak mau ada pria lain nanti ganggu istriku pas waktu kalian jalan jalan." Ucap Fattan.
"Yaelah, posesiff banget sekarang pak Fattan ini. Wajarlah banyak pria yang suka, secara kan Syiffa tuh cantik pak." Ucap Della.
"Saya pun juga sama suka sama Syiffa." Ucap Ariff.
"Apa? Kamu suka sama istriku? Yang benar saja, kamu jangan cari gara gara Ariff." Gerutu Fattan mencoba mencengkram baju kemeja Ariff.
"Eits bercanda Tan, ih kamu mah posesiff benar ya. Lagian Syiffa mah, sudah saya anggap seperti adikku sendiri. Jadi bila kamu melukai Syiffa, maka lawannya dengan saya." Ucap Ariff.
"Ck, emangnya saya takut apa lawan kamu hah?" Tanya Fattan sambil menatap tajam Ariff.
"Bercanda Tan, ih makin gemas lihat kelakuanmu Tan." Gerutu Ariff.
"Dan kalian berdua sangat menyebalkan." Ucap Fattan sambil menatap Della dan Ariff lalu pergi meninggalkan ruang rapat.
"Yang benar saja Pak Ariff, kita dikatain menyebalkan, emang benar ya?" Tanya Della.
"Sudahlah jangan dipikirin ucapan atasmu itu. Dia lagi agak sensi sekarang mah." Ucap Ariff.
"Atau jangan jangan lagi menstruansi kali Pak. Rata rata begitu sih, orang yang suka sensi mulu mah." Ucap Della.
"Emang kamu pikir, Fattan wanita apa hah? Masa menstruansi ih," Ariff sambil menatap Della.
"Bukan Pak hehe. Habisnya sensi mulu sih dan posesiff tau enggak Pak." Gerutu Della.
"Ya wajarlah sajalah Fattan sekarang posesiff habisnya banyak tuh pria ngejar istrinya." Ucap Ariff.
"Serius Pak?" Tanya Della.
"Iya serius." Jawab Ariff.
__ADS_1
"Wah beruntung sekali dong Syiffa banyak yang ngejar ngejar mulu, kan enak tuh kalau di kejar sama pria pria tampan, kalau saya mah semuanya saja jadikan kekasihku hehe." Della sambil membayangkan.
"Iss mengkhayal saja. Itu namanya cewek murahan!" Ucap Ariff.
"Enggak murahan kok, kan tariffnya mahal tuh berjuta juta Pak." Ucap Della.
"Sama saja tahu enggak. Tobat Dell, kamu jangan jadi pelacur. Sudah ah males tahu enggak ngobrol dengan kamu mah Della." Gerutu Ariff sambil meninggalkan Della.
"Pak Ariff tungguin dong, kok saya malah ditinggal sih." Gerutu Della sambil menyusul Ariff.
"Oya Riff, sekarang sudah tidak ada jadwal lagi pertemuan kan?" Tanya Fattan terhadap Ariff yang kini sudah berada diruang kerjanya.
"Tidak Pak Fattan, sudah selesai semuanya." Jawab Ariff.
"Syukurlah kalau begitu. Ya sudah kalau begitu saya mau pulang." Ucap Fattan sambil menatap jam tangannya.
"Saya pun sama Tan, mau pulang juga." Gerutu Ariff.
"Saya pun juga sama mau pulang," ucap Della tiba tiba datang memasuki ruangan kerjanya.
"Ya sudah, ayo kita pulang bareng saja. Lagian kita satu apartemenkan." Ucap Ariff.
"Ya sudah ayo," ucap Della.
Lalu Fattan, Ariff dan Della pun berjalan menuju mobil dan pergi meninggalkan perusahaanya dan berjalan menuju apartemen.
Satu jam sudah perjalanan menuju apartemen. Kemudian mereka pun keluar dari mobil tersebut dan berjalan masuk ke dalam apartemen.
Ketika memasuki apartemen, Fattan, Ariff dan Della pun merasa terkejut saat melihat Syiffa yang kini sedang menyiapkan makanan yang sangat banyak dimeja makannya.
"Sengaja Kak, saya pesanin makanan nih sebanyak ini soalnya ngiler nih pas tadi nonton tv, kayaknya enak nih." Ucap Syiffa.
"Kamu yakin mau makan sebanyak ini?" Tanya Fattan.
"Tentu saja tidak, kan saya sengaja membeli makanan sebanyak ini untuk kalian juga." Ucap Syiffa sambil menaikan dua alisnya.
"Benar nih Syiff, ini buat kita juga." Ucap Della.
"Tentu saja. Semuanya harus makan juga. Kan sangat disayangkan kalau makanan sebanyak ini tidak dimakan." Gerutu Syiffa.
"Baiklah dengan senang hati Syiffa, saya ikut makan nih." Ucap Ariff.
"Ya sudah ayo duduk, kita makan." Ajak Syiffa.
Lalu Ariff dan Della segera duduk di tempat makan. Sedangkan Fattan, hanya masih berdiri dan merasa curiga terhadap istrinya.
"Hei suamiku ini kenapa, masa sih yang lain duduk kak Fattan masih berdiri. Kalau tidak mau makan ya sudah pergi saja sana." kesal Syiffa dengan menatap Fattan.
"Iya ya deh, saya duduk nih." Ucap Fattan sambil berjalan duduk disamping istrinya.
"Ya sudah, sekarang ayo makan." Ucap Syiffa.
Lalu Ariff, Della dan Fattan pun dengan segera mengambil makanan yang ada dimeja makan tersebut. Dan kini mereka sedang menikmati makanannya.
__ADS_1
Lalu Fattan menatap istrinya yang kini sedang menikmati makanan tersebut. Dan sambil berbincang bincang dengan Della dan Ariff. Fattan pun tidak menyangka bisa bertemu dengan istrinya yang awalnya saling membenci dan akhirnya menjadikan Syiffa sebagai istrinya. Fattan pun sangat beruntung bisa memiliki wanita yang kini menjadi pendamping hidupnya yang begitu perhatian, baik dan selalu mengingatkan dirinya ketika salah.
saya sangat bangga memilikimu sayang. Dan sangat beruntung kenal denganmu. Semoga saja, cinta kita tidak pernah terpisahkan hingga maut memisahkan kita batin Fattan sambil tersenyum dan kini sedang menatap istrinya.
Ehmzz.. "Serius banget ya, yang lagi liatin istrinya sendiri sampai sampai senyum sendiri tuh." Ucap Ariff sambil menatap Fattan.
"Ih apaan sih Rif, kepo banget deh. Ini rahasia, masalah pribadi saya tahu." Gerutu Fattan sambil menatap Ariff.
"Main rahasian segala lagi. Curiga nih Syiff." Ucap Ariff sambil menatap Syiffa.
"Kamu jadi orang jangan sok ngomporin deh. Sebel tahu kalau lihat orang seperti itu." Fattan sambil menatap Ariff dan melempar sendok. Lalu dengan sigap Ariff menangkapnya.
"Ih kamu galak benar jadi orang, main lempar sendok segala. Untung saja langsung aku tangkap nih." Ucap Ariff.
"Habisnya nyebelin sih." Gerutu Fattan.
"Nyebelin tapi ngangeninkan." Ucap Syiffa.
"Ih sayang, apaan sih kalau bicara. Masa iya kangen sama pria lagi. Ih amit amit deh." Gerutu Fattan.
"Iya nih, istrimu ngawur benar kalau bicara. Saya cium nih." Ucap Ariff.
"Barusan kamu bilang apa hah?" Tanya Fattan sambil menatap tajam Ariff.
"Yang mana Tan? Perasaan saya tidak berkata apa apa." Ucap Ariff sambil menelan salivanya sendiri saat tangan Fattan yang satu sedang memegang pisau.
"Barusan bilang sama istri saya apa hah?" Tanya Fattan.
"Oh itu, saya cuma bercanda kok Tan. Jangan marah dong Tan, kan enggak mungkin serius mencium istrimu. Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu pingin ke toilet sebentar." Ucap Ariff sambil terburu buru pergi.
"Ck, dia itu kenapa. Padahal cuma nanya." Ucap Fattan.
"Ya habisnya, kak Fattan sambil memegang pisau tuh jadi Kak Ariff menyangka kalau kak Fattan mau ngapain ngapain dia." Ucap Della.
"Eh iya, kenapa saya baru sadar kalau saya lagi pegang pisau." Gerutu Fattan.
"Tidak sadar atau sengaja." Ucap Syiffa tertawa dan Della ikut tertawa.
"Serius tidak sadar ih. Ya sudah saya permisi mau ke kamar nih, mau mandi gerah banget." Ucap Fattan.
"Ya sudah sana." Ucap Syiffa.
"Ya sayang. Ayo kamu ikut saya, kita mandi bareng." Ucap Fattan.
"Enggak ah, lagian Syiffa mau sudah mandi. Dan sebentar lagi Syiffa dan Della mau nonton drakor. Iya kan Dell?" Ucap Syiffa.
"Iya benar kak." Ucap Della.
"Ya sudah kalau begitu, ingat jangan terlalu malam tidurnya." Fattan sambil menatap istrinya.
"Iya Kak." Jawab Syiffa.
Lalu Fattan pun dengan segera berjalan menuju bedroom, dan meninggalkan Syiffa dan Della.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo kita nonton drakor." Ucap Della.
"Baiklah, ayo." Ucap Syiffa sambil berjalan menuju ruangan tivi bersama Della.