
Lebih baik sekarang, aku pergi ke warung makan Ibu saja agar tidak berlarut larut dalam kesedihan. Dan mungkin ikut tidur saja bersama Ibu disana untuk sementara waktu untuk menghilangkan rasa sedih ini. Ya sudah sekarang harus siap siap dulu masukin baju ke dalam koper dan peralatan alat tulis buat berangkat disana gerutu Syiffa pada diri sendiri dan mulai memasukan baju cuma lima baju dan perlengkapan alat tulis dan buku untuk besok berangkat kuliah dirumah Ibu.
Setelah beres, kemudian Syiffa pun dengan segera berjalan ke bawah tangga.
"Nona Syiffa, mau kemana Non?" Tanya Bi Ati merasa terkejut saat melihat Syiffa membawa koper dan perlengkapan lainnya.
"Syiffa mau pergi ke rumah Ibu Bi, enggak apa apakan Bi bila Syiffa hanya sementara menginap di rumah Ibu?" Tanya Syiffa sambil menatap Bi Ati.
"Iya Bibi enggak apa apa Non, tapi masalahnya masa rumah ini kosong sih Non." Ucap Bi Ati sambil menatap balik Syiffa.
"Kata siapa kosong Bi? Lagian disini kan ada Bibi, pak Toni dan yang lainnya Bi." Ucap Syiffa.
"Maksudnya Bibi bukan gitu Non, maksudnya enggak ada orang dari pemilik rumah ini. Kan kita jadi merasa serba salah mau melakukan pekerjaanya." Ucap Bi Ati.
"Sudahlah Bi, lakukan saja pekerjaannya seperti biasa. Lagian Syiffa enggal bakal lama kok tinggal dirumah Ibu cuma beberapa hari saja Bu. Soalnya Syiffa lagi butuh Ibu saja sekarang. Apalgi sekarang Kak Fattan enggak ada disini Bi." Ucap Syiffa.
"Baiklah Non Syiffa kalau begitu. Yang sabar ya Non, sudah gimana lagi kan Den Fattan kerja demi Non juga." Ucap Bi Ati.
"Ya Bi, Syiffa juga tahu kok. Ya sudah kalau begitu Syiffa permisi ya Bi." Pamit Syiffa.
"Ya Non, hati hati dijalannya Non Syiffa." Ucap Bi Ati.
"Iya Bi," jawab Syiffa kemudian berjalan menuju mobil dan pergi meninggalkan rumah tersebut.
.
.
Assalamuaikum Bu... ucap Syiffa saat sudah memasuki rumah makan milik Ibunya.
"Eh Mbak Syiffa, cari Ibu ya?" Ucap Pegawai rumah makan.
"Iya. Oya kalau boleh tahu Ibu kemana ya?" Tanya Syiffa terhadap Pegawai tersebut.
"Ada tuh lagi di dapur Mbak." Ucap Lala.
"Ya sudah kalau begitu terima kasih ya." Ucap Syiffa lalu berjalan menuju dapur.
"Ibu..?" Panggil Syiffa saat sudah tiba di dapur.
"Eh Nak Syiffa, ternyata ada disini juga ya? Kapan kesini Nak?" Tanya Bu Nina.
"Baru saja Bu. Oya Ibu lagi ngapain?" Ucap Syiffa sambil menatap Ibunya.
"Ini Ibu lagi berbicara dengan pegawai Ibu tentang menu makanan baru." Ucap Bu Nina.
__ADS_1
"Oh gitu ya Bu. Oya Bu, ternyata rumah makan Ibu semakin rame saja ya." Ucap Syiffa.
"Ya alhmdulilah Nak, ini juga semua berkat bantuan pegawai Ibu juga yang pada hebat hebat." Bu Nina.
"Baguslah kalau begitu. Tetap semangat semuanya, supaya rumah makan Ibu semakin tambah rame lagi dan semoga kalian semua sehat selalu. " ucap Syiffa menyemangati pegawai Ibunya.
"Ya aamiin Mbak, pastinya kita semua disini pasti bakal tetap semangat. Apalagi melihat Ibu Nina baik banget, bekerja pun jadi betah hehe." Ucap salah satu pegawai Ibu.
"Ya sudah, kalian tetap coba makanan yang Saya tadi suruh. Ya sudah kita berbincang bincang disana Nak." Ucap Ibu Nina.
"Baiklah Bu." Jawab Syiffa.
Lalu Syiffa dan Bu Nina pun berjalan menuju tempat kosong dan kemudian duduk ketika sudah sampai.
"Non Syiffa, ini kopernya mau ditaruh dimana ya?" Tanya Pak Toni sambil membawa koper dan perlengkapan lainnya.
"Simpen saja Pak, dibelakang di ruangan tamu Ibu." Ucap Syiffa.
"Baiklah Non Syiffa." Jawab Pak Toni sambil berjalan sesuai perintah majikannya.
"Kenapa Nak, kamu membawa koper segala dan keperluan lainnya. Kamu di usir sama Suamimu hah?" Tanya Bu Nina sambil menatap Anaknya.
"Ya ampun Ibu, kalau bicara suka ngawur deh. Mana mungkin Kak Fattan ngusir Syiffa." Ucap Syiffa merasa kesal.
"Terus kamu kenapa pakai bawa koper sagala." Ucap Bu Nina.
"Apa menginap? Kamu jangan bicara sembarangan ya Nak, mendingan kamu pulang dan temani suamimu dirumah." Ucap Bu Nina.
"Ya ampun Ibu ini gimana sih, Kak Fattan sudah berangkat ke Bu ke luar negerinya." Ucap Syiffa.
"Iya kah begitu? Sejak kapan berangkatnya?" Tanya Bu Nina.
"Tadi Bu, makanya Syiffa langsung kesini soalnya sedih dirumah merasa sepi," ucap Syiffa.
"Mmzz.. ya sudah kamu boleh kok menginap disini." Bu Nina sambil tersenyum kepada anaknya.
"Oke, terima kasih Ibu. Oya Bu, boleh dong Syiffa membantu pegawai lain buat melayani mereka yang baru datang?" Tanya Syiffa. Saat melihat kini rumah makan milik Ibunya tambah ramai dan banyak pengunjung.
"Terserah kamu saja deh Nak," jawab Bu Nina.
"Baiklah kalau begitu Bu." Ucap Syiffa lalu berjalan menuju para pengunjung yang baru saja datang.
"Selamat siang semuanya, ada yang bisa saya bantu? Dan mau memesan makanan apa ya? Ini untuk menu makananya bisa di cek langsung disini." Ucap Syiffa rsambil menyodorkan menu makananya.
Lalu tamu yang datang pun segera membuka menu makananya dan sedang memilih milih makanannya.
__ADS_1
"Saya pesan yang ini dan minumannya ini ya," ucap pengunjung.
"Baiklah kalau begitu. Bentar ya Bu." Ucap Syiffa sambil menatap pengunjung tersebut.
"Iya," jawab pengunjung tersebut.
Lalu Syiffa pun berjalan kepada pengunjung lain dan melakukan seperti tadi menyapa pengunjung terlebih dahulu. Setelah semuanya sudah cukup lalu Syiffa pun berjalan menuju dapur dan menyerahkan catatan pesanan kepada hoki yang sudah diberiakan tugas masing masing oleh Bu Nina.
"Ini pesanannya dari sepuluh orang," ucap Syiffa sambil memberikn catatannya.
"Baiklah Non," jawab Pak Rudy dengan segera mengerjakan pesananan yang diminta tentunya dibantu oleh yang lainnya karena yang pesen makanannya begitu banyak dari pegawai lainnya yang sama tadi melayani para pengunjung.
"Ini Non, makannya sudah siap untuk di antarkan." Ucap Pak Rudy sang Cheff.
"Iya baiklah Pak." Jawab Syiffa.
"Mbak Syiffa, sudah biar saya saja yang nganterin makananya kepada pengunjung." Ucap salah satu pegawai.
"Sudah enggak apa apa kok Bu, lagian Syiffa senang kok bisa membantu kalian." Ucap Syiffa sambil meletakan makanan pesanannya.
"Baiklah kalau begitu Non," jawab Bu Lia.
Lalu dengan segera Syiffa pun berjalan menghampiri para pengunjung yang tadi memesan makanannya kemudian meletakannya makanannya diatas meja para pengunjung satu persatu.
"Silahkan Bu, pak, semoga menikmati makanannya." Ucap Syiffa sambil tersenyum.
"Iya terima kasih." Jawab pengunjung kemudian menikmati makanan yang tadi dipesannya.
"Gimana Nak, capekan?" Tanya Bu Nina tiba tiba datang menghampiri Syiffa.
"Enggak juga ah Bu, malahan senang loh bisa melayani mereka. Apalagi tadi ada cowok ganteng banget Bu." Ucap Syiffa.
"Ya ampun... ingat kamu itu sudah punya suami Syiffa, jangan mentang mentang Suamimu jauh kamu seenaknya ya dan melirik cowok lain." Gerutu Bu Nina sambio menatap anaknya.
"Bercanda Bu hehe.. tapi enggak apa apa dong Bu cuma buat cuci mata doang mah." Ucap Syiffa.
"Tetap enggak boleh. Nanti Ibu laporin nih sama Suami kamu." Ancam Bu Nina.
"Yaelah Ibu, sejak kapan Ibu jadi begini? Jadi tukang sok ngaduin lagi." Gerutu Syiffa.
"Ya habisnya Ibu enggak rela bila menantu kesayangan Ibu mencari wanita lain lagi karena Istrinya yang duluan main mata dengan pria lain." Ucap Bu Nina.
"Ya ampun Ibu kalau bicara suka ngawur ih, lagian Syiffa tadi cuma bercanda kok. Lagian dihati Syiffa buat Fattan Adijaya seorang." Ucap Syiffa sambil tersenyum.
"Baguslah kalau begitu. Nah gitu dong harusnya. Ya sudah Ibu permisi mau keluar dulu kamu tolong jagain disini ya." Ucap Bu Nina.
__ADS_1
"Siap Bu Boss." Jawab Syiffa. Lalu Bu Nina pun pergi berjalan keluar karena ada urusan sebentar dan kini Syiffa sedang duduk dikursi meja makan sambil menatap para pengunjung yang semakin siang semakin bertambah banyak.