Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 56


__ADS_3

"Ntahlah. Tapi aku ingin mencoba nya." ucap fattan.


"Jangan terlalu memaksakan bro. Nanti kenapa kenapa lho. Dulu juga kamu minum cuma sebotol sudah muntah muntah parah tuh." ucap andrew menasehati fattan.


"Massa bodoh.!! aku enggak peduli. Yang penting sekarang aku bisa menghilangkan beban yang ada dipikiranku." ucap fattan.


Beban pikiran?? Kayak nya ini anak lagi ada masalah serius nie, baru kali ini dia seperti ini batin andrew.


"Oya ttan kamu lagi ada masalah iya??? Coba ceritakan sama aku bro. Biar kami sedikit tenang." ucap andrew.


Tanpa ada jawaban. Lalu fattan mengambil satu botol bir dan meminum nya sampai habis. "hoeek"...." hoeek"...muntah muntah keluar minuman yang tadi di minum.


*Aku sudah katakan padamu Ttan, jangan terlalu memaksakan untuk meminumnya Tan." ucap andrew.


"Aku enggak peduli drew, mau muntah lagi bahkan mau sampai mati pun aku enggak peduli Ndrew!" teriak Fattan. Lalu Fattan mengambil minum yang ke tiga kalinya dan kemudian "hoeekk"...." hoeek"....


"Fattan sudah cukup!! Coba kamu ceritakan apa yang terjadi padamu Ttan." ucap Andrew dengan penuh penekanan.


Tidak ada jawaban. Tiba tiba Fattan pingsan.


"Harus bagaimana ini, dia malah pingsan lagi, kalo aku pulangin ke rumahnya nanti nyonya besar bisa maraahh lagi." ucap Andrew.


Lalu andrew mengambil hp nya di dalam saku celana dan menghubungi seseorang.


Tut.... Tut... Tut.... Nomor telepon tersambung...

__ADS_1


"Hallo Ndrew ada apa? tumben meneleponku." ucap seorang di sebrang sana.


"Kamu cepatan kesini. Sekarang juga!" Jawab andrew.


"Emangnya ada apa ndrew nyuruh aku kesana?" tanya ariff.


"Ini si Fattan dia pingsan, cepat buruan kesini jangan lama lama. Aku ada di Caffe exotis." ucap Andrew.


"Baik Ndrew, sekarang aku kesana." ucap Ariff sambil memutuskan handphone nya.


__


"Pasti ini ada hubungan nya sama wanita si brengsek itu yang membuat si Fattan jadi begitu." gerutu Ariff.


"Enggak apa apa kok syiff, nyantai ajalah. Sudah beres enggak ada yang mau di beli lagi kan?" Tanya Ariff.


"Enggak ada kok pak!" ucap Syiffa.


"Ya sudah kita langsung pergi dari sini." ucap Ariff sambil menjalankan mobil miliknya.


Setengah jam kemudian....


"Lho Pak Ariff mau bawa Syiffa kemana? Ini kan bukan jalan menuju rumah Syiffa Pak!" ucap Syiffa.


"Oh my good, maaf Syiff Saya terlalu fokus mikirin tentang si Fattan jadi sampai lupa mau anterin kamu ke rumah."

__ADS_1


"Emang nya ada apa dengan pak fattan pak?" tanya Syiffa.


"Dia pingsan, sekarang aku harus segera kesana temui dia." ucap Ariff.


"Oh.. Gitu ya pak. Terus saya gimana pak? Ya sudah Syiffa turun disini aja dech Pak naik ojek online aja pak." ucap Syiffa.


"Enggak boleh turun, tetap disini. Bahaya naik ojeg online apalagi rumah kamu jauh." ucap Ariff.


"Ta-tapi pak kan bapak harus temui pak fattan yang lagi pingsan." ucap Syiffa dengan hati hati.


"Iya kamu harus ikut saya sebentar ya Syiff ke Caffe exotis, dan setelah itu saya janji akan anterin kamu pulang. Enggak apa apa kan?" Tanya Ariff.


"Ca-caffe exotis, maksud Pak Ariff, Pak Fattan ada sana di gitu di tempat tersebut?" Ucap Syiffa.


"Heem Syiff, enggak apa apa kan?" Tanya Ariff.


"Gimana ya pak? Jadi bingung nih Pak." ucap Syiffa.


"Kamu nyantai aja. Kalau dia macem macem sama kamu, aku enggak bakal diam kok Syiff." ucap Ariff.


"emmmzz .. Baiklah pak kalo begitu." ucap Syiffa.


Sebenarnya aku ogah banget ikut pak arif ke caffe exotis. Tapi mau nolak tapi merasa enggak enak hati dia sudah baik banget sama aku batin syiffa.


Lalu kedua nya pun menuju ke Caffe Exotis.

__ADS_1


__ADS_2