
"Maaf Nella enggak bisa Pih." ucap Nella.
"Ayolah sayang, bantu papihmu ini." Masa kamu tega melihat papih mau dipecat iya? Ucap Papih Reza.
"Biarin saja Pih, lagian Papih bisa kok melamar diperusahaan lain lagi." Kenapa harus takut? Tanya Nella.
"Bukannya begitu Nell, emang kita bisa ngelamar diperusahaan lain." Tapi kamu enggak ingat apa, kalau papih ini sudah tua dan mau melamar pun harus sesuai usia maksimalnya. Mana mau perusahaan menerima papih yang usianya memasuki 57 tahun ucap Papih Reza.
"Iya juga sih Pih, tapi Nella enggak mau menerima perjodohan ini." Apalagi enggak tau wajahnya dia gimana, Apakah dia bisa menerima dan mencintai Nella pih? Ucap Nella.
"Tenang saja Nell, lagian dia masih muda kok." Lagi pula dia pengusaha terkenal lho. Kalau masalah itu, pasti dengan seiringnya berjalan perjodohan pasti bakal tumbuh benih cinta dan menerima kamu tentunya ucap Papih Reza.
"Tapi Nella tetap enggak mau pih!" Pih mengertilah perasaan Nella, massa Papih tega suruh mutusin orang yang sudah Nella cintai dan sayang. "Lagi pula dia juga sama seorang pengusaha kok, apa bedanya Pih?" Tanya Nella.
__ADS_1
"Papih mengerti kok perasaan kamu, tapi Papih terpaksa melakukannya Nak." Lagi pula dia bilang akan mencabut semua fasilitas yang Papih punya dan akan mencabut semua beasiswa kamu Nak. "Apakah kamu siap hidup miskin?" Tanya Papih Reza.
"Kenapa hidup itu jadi seribet ini sih, lagi pula kenapa harus Nella bukan orang lain saja Pih?" Disana banyak cewek yang jauh lebih cantik dari pada Nella miris banget hidup ini ucap Nella mulai meneteskan airmatanya.
"Maafkan Papih Nell, itu semua salah Papih yang sudah menawarkan perjodohan ini." Tapi Papih mau yang terbaik buat kamu dengan pilihan Papih ucap Papih Reza sambil memeluk erat putrinya.
"Papih jahat, seharusnya Papih bertanya dulu sama Nella jangan main ambil keputusan saja Pih." Sekarang Nella bisa apa kalau Papih mengatakan semua itu. Dan tidak seharusnya Papih menerima perjodohan konyol ini Pih hiks.. Hiks ucap Nella mulai menangis se jadi jadinya.
"Sudahlah Nak, kamu harus terima semuanya." Maafkan Papihmu itu, mungkin dengan pilihan Papihmu semoga kamu bahagia dan tepat untukmu ucap Mamih Rina ikut memeluk Nella.
Di tempat Lain.
"Syiffa... Sini duduk!" Teriak Nurul memanggil.
__ADS_1
Lalu Syiffa pun berjalan ke arah Nurul dan kawan kawannya, sambil membawa napan makan siangnya.
"Sekarang kamu sombong Syiff," mentang mentang sudah jadi Sekretaris Pak Fattan jadi enggak suka makan di kantin lagi ucap Nurul.
"Ih kalau bicara suka kemana saja, Lagian siapa ya sombong sih?" Asal kamu tahu iya Nur, aku baru makan di kantin karena kemarin kemarin aku ada rapat bersama Klien, kebetulan tuh pas jam istirahat beresnya jadi sekalian di ajak makan disana. Kamu pahamkan maksudnya? Ucap Syiffa.
"Iya paham kok, lagian aku cuma bercanda doang hehe.." Oya asyik dong Syiff, pasti makan di restoran yang mahal iya? Tanya Nurul.
"Enggak juga ah, restoran biasa biasa saja kok." ucap Syiffa.
"Wah asyik iya, bisa makan bareng sama Pimpinan kita." Apalagi Pimpinan kita itu pengusaha yang cakep dan tampan bingitt, jadi mau juga dong makan bareng bersama dia ucap Nita ikut menimpali.
Huss... Kamu tuh iya, lagian itu juga hanya kebetulan kali makan diluar karena ada rapat bersama klien ucap Syiffa.
__ADS_1
Ya sudah yuk makan, nanti kalau dingin enggak enak loh ucap Nurul.
Lalu mereka bertiga pun makan bersama.