
Kini Syiffa yang sudah beres dari bathroom, lalu masuk ke dalam kamar. Dan menatap sekeliling ruangan kamar, tapi tidak ada menemukan Fattan.
Kemana lagi itu orang? disuruh sama istrinya pergi, dia langsung pergi begitu saja. Kak Fattan tidak peka banget apa yang aku rasakan. Padahal aku tadi cuma pura pura saja nyuruh. Sudah ah Syiffa, enggak usah dipikirin gerutu Syiffa sambil membuka lemarinya untuk mencari baju.
Setelah beres semuanya, dengan segera Syiffa pun berjalan ke bawah tangga untuk berjalan menuju ruangan meja makan.
"Oya Bu, Kak Fattan mana ya?" Tanya Syiffa kepada mertuanya.
"Enggak tahu Nak, emangnya Fattan sudah bangun ya?" Tanya balik Bu Angel.
"Sudah Bu, malahan Kak Fattan yang terlebih dulu bangun." Gerutu Bu Syiffa.
"Ya sudah, jangan dipikirin suamimu itu. Lebih baik kita sarapan pagi." Ajak Bu Angel.
"Baiklah Bu." Ucap Syiffa.
Lalu mereka pun kini sedang menikmati sarapan paginya.
"Pagi semuanya," ucap Fattan yang tiba tiba datang dan menyapa Syiffa dan Bu Angel.
"Kamu dari mana saja Fattan? Kasihan tuh istrimu mencari kamu tadi." Ucap Bu Angel.
"Habis ngambil tiket nih Bu, kan mau kembali lagi ke Amerika." Ucap Fattan sambil menatap istrinya. Namun dengan segera Syiffa pun memalingkan wajahnya.
"Secepat itukah kamu kembali lagi Amerika?" Tanya Bu Angel.
"Tentu saja Bu. Karena Fattan harus menemui seseorang disana." Ucap Fattan.
"Ya sudah, sebelum kamu berangkat sini sarapan dulu Nak." Ajak Bu Angel kepada Fattan.
"Baiklah Bu." Ucap Fattan lalu duduk bersebelahan disamping istrinya.
"Sayang, ambilin dong nasi nya sama menu makanannya juga." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Ambil saja sendiri, kan Kakak punya tangan tuh." Gerutu Syiffa merasa kesal.
"Iss.. kualat loh sama suami begitu." Ucap Fattan.
"Iya ya deh." Ucap Syiffa sambil mengalaskan nasi sama menunya.
"Terima kasih sayang." Ucap Fattan sambil tersenyum terhadap istrinya.
"Iya." Jawab Syiffa datar.
Lalu mereka bertiga menikmati sarapan paginya, tanpa ada yang bersuara hingga selesai.
"Ya sudah Bu, Fattan pamit dulu ya Bu." Ucap Fattan.
"Iya Nak." Jawab Bu Angel sambil tersenyum.
Lalu Fattan pun salim dan mencium tangan punggung Ibunya.
__ADS_1
"Ya sudah ayo sayang." Ajak Fattan sambil menarik lengan istrinya.
"Eh, mau kemana Kak?" Tanya Syiffa bingung.
"Ya mau ke bandaralah sayang, sudah mau kemana hah? Sudah ayo masuk ke dalam mobil." Ucap Fattan yang kini sudah sampai di depan mobil sambil membuka pintu mobilnya.
"Lagian ngapain sih Kak, ngajak Syiffa segala. Kalau mau berangkat ya sudah berangkat saja sendiri ke bandaranya." Gerutu Syiffa sambil menatap Fattan.
"Ini orang kenapa sih, marah marah mulu ya. Enggak ada salahnya kan nganterin suami ke bandara. Makin gemas saja ya istriku ini." Fattan sambil mencubit pipi istrinya.
"Aww.. sakit Kak. Ih main cubit saja." Ucap Syiffa sambil membalas kembali mencubit pinggang Fattan.
"Saya juga sama sakit tahu." Gerutu Fattan.
"Kan biar imbas Kak hehe." Ucap Syiffa cengengesan.
"Lagian kenapa sih marah marah mulu hah? Kalau tidak ngizinin buat berangkat ke Amerika, ya sudah ayo kita pulang lagi." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Ka-kata siapa kak, lagian kakak boleh dan bebas kemana saja kok. Jangan berburuk sangka sama istri ah." Ucap Syiffa.
"Habisnya-" ucapan Fattan tergantung saat handphone Miliknya berbunyi. Lalu dengan segera Fattan pun mengangkat panggilan masuk dari handponenya.
sebenarnya aku enggak rela bila Kak Fattan berangkat lagi. Tapi aku enggak enak bila harus mencegah Kak Fattan untuk tidak pergi. Semoga saja disana Kak Fattan emang benar benar setia dan menjaga hatinya batin Syiffa sambil menatap Suaminya yang kini sedang mengobrol dengan seseorang yang menelponnya tadi. Lalu Syiffa pun segera memalingkan wajahnya menatap ke luar melihat pemandangan yang dilewatinya setiap jalan.
"Sayang," panggil Fattan.
"Eh, iya Kak, ada apa Kak?" Tanya Syiffa sambil menatap Suaminya.
"Kamu itu kenapa sih sayang, dari tadi saya lihat melamun terus." Fattan sambil mengalungkan tangganya dileher istrinya lalu mencium lembut pucuk rambut istrinya.
"Maaf sayang hehe." Ucap Fattan cengengesan sambil melepaskan tangannya yang tadi melingkar di jenjang leher istrinya.
Mobil yang dinaiki Syiffa dan Fattan pun kini sudah sampai dibandara. Lalu Syiffa dan Fattan pun keluar dari mobilnya.
"Ayo sayang." Ajak Fattan sambil mengeratkan tangan miliknya dengan tangan istrinya. Lalu berjalan masuk ke dalam bandara.
Setelah masuk ke dalam bandara. Lalu seseorang menyambut kedatangannya dan menyuruh untuk segera menaiki pesawat karena sebentar lagi akan berangkat.
"Ya sudah kak, hati hati jalannya semoga selamat sampai tujuan kak." Ucap Syiffa sambil menatap suaminya.
Lalu Fattan pun tidak menjawab perkataan Syiffa dan menatap Syiffa dengan tatapan yang susah diartikan.
"Kenapa kak Fattan, menatapku seperti itu? Emang ada yang salah salah ya dengan ucapanku." Ucap Syiffa merasa bingung.
"Enggak kok, ya sudah ayo sayang kita naik." Ucap Fattan sambil menarik tangan istrinya.
"Maksudnya naik kemana kak? Terus kenapa kakak membawaku untuk naik ke pesawat hah?" Tanya Syiffa sambil menatap suaminya yang kini menarik dirinya memasuki pesawat.
"Tentu saja untuk naik pesawat. Karena saya ingin kamu ada disana, biar tidak ada kesalahpahaman lagi. Dan kita disana let's go holiday." Ucap Fattan.
"Apa? Serius kakak Fattan mau ngajakin Syiffa berangkat ke Amerika?" Tanya Syiffa merasa tidak percaya.
__ADS_1
"Tentu saja sayang." Ucap Fattan yang kini sedang duduk dikursi bersama istrinya sambil mengusap lembut rambut istrinya.
"Lalu bagaimana dengan kuliahku Kak?" Tanya Syiffa.
"Sudah masalah itu jangan khawatir, lagian tidak lama kok cuma dua minggu saja." Ucap Fattan sambil tersenyum kepada istrinya.
"Baiklah kak." Ucap Syiffa.
"Gimana kamu senang kan?" Tanya Fattan.
"Heem." Jawab Syiffa sambil menganggukan kepala.
"Lalu bagaimana dengan baju Syiffa Kak, kan Syiffa tidak membawa baju sama sekali. Masa iya kak seharian harus pakai baju ini sih kak." Gerutu Syiffa.
"Bairin saja, lagian tidak masalah harus pakai baju itu terus. Biar tidak ada yang mendekati kamu tuh." Ucap Fattan.
"Ih Kakak Fattannn! Nyebelin banget ih." Gerutu Syiffa sambil cemberut.
"Sory sayang, lagian cuma bercanda kok. Kalau masalah baju, kamu enggak usah khawatir sayang tinggal beli saja disana." Ucap Fattan.
"Iss mentang mentang orang kaya, tidak bawa baju dan malah disuruh untuk beli disana." Sindir Syiffa.
"Ya sudah, kalau gitu nanti kamu disana pakai baju itu terus. Dan jangan-"
"Jangan gitu dong sayang. Lagian saya cuma bercanda kok hehe." Ucap Syiffa cengengesan.
"Barusan bilang apa, coba katakan sekali lagi?" Ucap Fattan.
"Apa kak, enggak bilang apa apa kok kak." Ucap Syiffa.
"Jangan bohong. Coba katakan sekali lagi atau kakak cium nih didepan banyak orang." Bisik Fattan sambil menarik pinggan istrinya. Sehingga kini hidung mereka saling bersentuhan.
"Oke. Tadi saya mengatakan i love you sayang ." Ucap Syiffa.
"I love you too sayang." Ucap Fattan kemudian mencium lembut bibir tipis istrinya.
"Kak!" Ucap Syiffa sambil mendorong dada bidang suaminya.
"Kenapa sayang?" Tanya Fattan pura pura tidak mengerti.
"Memalukan sekali tahu tidak." Gerutu Syiffa sambil menyunggingkan bibir atas atasnya.
"Masa bodoh!" Jawab Fattan.
"Ck, kakak ini ya. Ngantuk nih kak." Ucap Syiffa.
"Ya sudah tidur saja. Nih ada bahu untuk bersandar untuk istri tercinta." Ucap Fattan sambil menepuk pundaknya.
"Kenapa itu pundaknya kak, ada ketombe ya kak? enggak jadi ah tuk bersandarnya." Gerutu Syiffa sambil menatap suaminya.
"Kurang ajar banget ya ini punya istri ya, bilang ada ketombean." Gerutu Fattan sambil menatap tajam istrinya.
__ADS_1
"Bercanda kak. Ya sudah, saya ngantuk nih kak." Ucap Syiffa sambil menyenderkan kepala dipundak suami. Lalu dengan perlahan lahan Syiffa pun tertidur.
Fattan kemudian mengusap lembut istrinya yang kini sedang tertidur di pundak suaminya. Lalu dengan perlahan lahan Fattan pun ikut tertidur. Kini mereka pun sedang berada dipesawat menuju perjalanan ke Amerika.