
Kemana itu anak? Kenapa belum balik ke kamar ucap Fattan yang baru saja bangun dari tidurnya karena tadi sudah mandi langsung tidur. Kemudian Fattan pun menatap jam dinding menunjukan pukul jam 2 pagi. Lalu Fattan pun segera beranjak dari ranjangnya dan berjalan untuk menemui istrinya diruang tivi.
"Syiffa... Della.... " teriak Fattan sambil menatap tajam istrinya dan Della.
"Eh Kak Fattan, sini mau ikutan nonton juga nih lagi seru." Ucap Syiffa.
"Sayang ini sudah jam 2 pagi, kenapa belum tidur juga hah?" Tanya Fattan sambil menatap istrinya.
"Habisnya rame banget ya Syiffa, makannya belum ngantuk." Ucap Della.
"Diam kamu! Harusnya kamu itu tidur juga, bukannya mengajak Syiffa bergadang." Gerutu Fattan sambil menatap Della.
"Lagian besokkan libur kerjanya, jadi tidak masalah dong bergadang." Ucap Della.
"Kalau mau bergadang jangan ajak Syiffa, biar kamu sendiri saja." Ucap Fattan.
"Lagian tadi saya sudah nyuruh Syiffa tidur, tapi dia bilang enggak mau. Dan memilih untuk nonton juga." Ucap Della.
"Lagian kenapa sih kak Fattan, harus larang larang Syiffa bergadang hah? Kan baru kali ini Syiffa bergadang karena nonton drakor yang seru banget kak. Apalagi bareng sama Della nontonnya tambah seru dari tadi tertawa, bercanda bareng dan nangis bareng." Ucap Syiffa sambil menatap tajam Fattan.
"Bukannya begitu sayang. Tapi kakak tidak bisa tidur tanpa ditemani olehmu. Kakak butuh kehangatanmu sayang." Ucap Fattan.
"Ih lebay banget deh Kak Fattan. Waktu pertama datang kesini dan berpisah selama depalan bulan, kak Fattan nyenyak tidurnya. Tapi kenapa sekarang jadi lebay deh." Ucap Della.
"Anak kecil diam saja. Ini masalah saya dan istri saya." Fattan menatap Della.
"Ck, menyebalkan sekali." Gerutu Della.
"Sudah Kak Fattan, tanggung nih sebentar lagi juga selesai. Kak Fattan tidur lagi sana, nanti juga Syiffa sudah beres nonton ini langsung tidur kok." Ucap Syiffa.
"Enggak, maunya sekarang!" Ucap Fattan.
"Ih kak Fattan, menyebalkan sekali. Please lah kak, ini mau selesai." Ucap Syiffa dengan memohon.
"Oke, saya tunggu disini. Dan ikut nonton juga." Ucap Fattan.
"Ya sudah ayo sini, duduk kak." Ucap Syiffa sambil menepuk tempat duduk untuk suaminya.
Lalu Fattan pun berjalan menghampiri istrinya dan duduk di samping istrinya.
__ADS_1
"Dell, kamu pindah ke kursi sana." Ucap Fattan.
"Loh kenapa disuruh pindah kak, kan bertiga ini kursi muat kok." protes Syiffa.
"Iya, tapi saya mau tidur disini, dan tidur diatas pahamu." Ucap Fattan sambil menatap istrinya.
"Ya iya deh, saya pindah nih." Ucap Della sambil pindah ke kursi lain.
Lalu Fattan pun dengan segera tidur diatas paha istrinya sebagai bantal dan sambil menatap televisi yang Della dan Syiffa tonton.
"Ya ampun Dell, kamu jangan nonton drakor deh." Ucap Fattan.
"Kenapa enggak boleh kak?" Tanya Della.
"Kamu masih dibawah umur, lagian drakor banyaknya kiss kiss an gitu Della." Ucap Fattan menjelaskan.
"Tidak apalah kak, kalau mau kan tinggal kiss sama pacar sajakan." Ucap Della.
"Ck, kamu itu ya Della. Makanya suruh pacarmu untuk sah kan kamu, biar bebas ngelakuin apa apa, tinggal minta. Seperti saya sama istri saya, kalau mau tinggal minta." Ucap Fattan.
"Ih apaan sih kak," ucap Syiffa mencubit pinggang Fattan.
"Sayang, sakit tahu." Gerutu Fattan sambil mengusap pinggangnya.
"Iya nih kak Fattan yang mulai duluan. Sudah sana kak mending tidur dikamar saja, berisik tidur disini, bukannya tidur malah ngomong mulu." Gerutu Syiffa.
"Iya maaf deh sayang. Ini tidur nih." Ucap Fattan sambil memejamkan matanya.
"Ini disuruh tidur di kamar, malah langsung tidur dipahaku. Dasar suamiku ini." Ucap Syiffa sambil menggelengkan kepala.
Lalu Syiffa dan Della pun kembali menonton drakor yang tadi tertunda karena ulah Fattan. Hingga mereka teridur di soffa hingga sampai pagi.
.
.
Keesokan harinya.
Mereka lagi ngapain ya? rame benar suara televisi ucap Ariff sambil berjalan menghampiri ruangan tivi.
__ADS_1
Ya ampun mereka ini benar benar ya. Kenapa bisa mereka tidur disini? Pasti habis nonton drakor nih. Dan ini lagi si Fattan masa cowok ikutan juga nonton drakor, enggak banget ya gerutu Ariff pada diri sendiri sambil menatap Fattan, Syiffa dan Della bergiliran.
Ah, saya punya ide nih supaya mereka bangun dan rame pas bangunnya ucap Ariff sambil berjalan menuju tempat yang dimaksud untuk mengambil barang.
Saya kerjain mereka ah, kayaknya seru nih mereka bangun pada rame teriak teriak haha ucap Ariff tertawa cekikikan.
Setelah sampai di ruangan tivi dengan segera Ariff pun menyalakan mikrofonnya dan berteriak.
Kebakaran... kebakaran.. kebakaran..
Lalu Della dan Syiffa pun terbangun saat mendengar teriakan,
"Della, apakah benar ada kebakaran?" Syiffa mulai panik dan tanpa sadar menjatuhkan Fattan yang masih tertidur.
"Iya barusan saya dengar ada yang berteriak kebakaran. Tapi dimana Syiffa?" Tanya Della sama ikut panik dan sambil berdiri mendekati Ariff.
Aww.. sakit sekali tubuhku ini sayang. " kamu tega sekali Syiffa menjatuhkan suamimu yang masih tertidur." Ucap Fattan sambil mengusap pantatnya yang sakit karena ulah istrinya.
"Maaf kak, lagian saya benar benar tidak sengaja. Dan benar benar panik karena ada yang berteriak kebakaran." Ucap Syiffa.
"Alasan saja kamu itu ya," Fattan sambil menatap istrinya.
"Serius kak, tanya saja sama Della." Ucap Syiffa.
"Benar tuh kak Fattan, barusan ada yang berteriak kebakaran kok." Ucap Della.
Hahahha... hahhaa... Ariff tertawa lepas yang dari tadi menahan tawanya dan sambil memegang perutnya karena sakit tertawa mulu.
"Ini semuanya pasti gara gara... " ucapan Fattan sengaja digantung dan menatap tajam Ariff. Begitu pun dengan Della dan Syiffa sama menatap tajam Ariff.
"Ariff..... "
"Kak Ariff... " teriak Fattan, Syiffa dan Della bersamaan.
"Eh maaf jangan marah dong. Lagian saya sengaja biar kalian bangun." Ucap Ariff sambil berjalan mundur saat Fattan, Syiffa dan Della melangkah menghampirinya.
Lalu Fattan, Syiffa dan Della pun tidak menjawab perkataan Ariff. Mereka terus berjalan mendekati Ariff.
Kabuuuurrrr... teriak Ariff sambil berbalik badan dan berlari secepat mungkin untuk menghindari amukan Fattan, Syiffa, dan Della.
__ADS_1
"Ariff, mau kemana kamu?" Teriak Fattan sambil mengejar Ariff. Kemudian Syiffa dan Della pun mengikuti Fattan untuk mengejar Ariff.
Hingga kini mereka saling kejar kejaran satu berbanding tiga untuk membalas perbuatan Ariff tadi.