Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.241


__ADS_3

Di tempat lain.


"Sayang, kamu ini kenapa sih dari marah marah mulu hah?" Tanya Fattan kepada istrinya yang kini sedang duduk di ballroom.


"Saya sebal tahu enggak sama kakak, kenapa sih kakak enggak mau menuruti kemauan Syiffa." Gerutu Syiffa sambil menatap sebal suaminya.


"Saya benar benar aneh sama ngidam kamu, mana ada ngidam pingin diantar pulang sama Eka. Terus suami disuruh pulang sendirian. Sungguh menyebalkan sekali." Ucap Fattan.


"Emangnya salah ya, cuma pingin diantar doang kok kak." Ucap Syiffa.


"Tentu saja salah. Disana ada suamimu, hargailah suamimu." Ucap Fattan.


Lalu Syiffa pun diam sejenak sambil menatap Fattan.


"Kenapa kamu, menatap seperti itu?"   Tanya Fattan.


"suka suka sayalah. Sudah ah pusing, berantem mulu sama kak Fattan dari tadi." Syiffa sambil beranjak dari soffa dan berjalan menuju bedroom.


Sabar Fattan, tahan emosi. Dia istrimu loh, sedang hamil anakmu jadi lebih baik mengalah. Lagian kenapa jadi begini sih huh gerutu Fattan sambil menghembuskan nafas kasarnya.


"Sayang." Panggil Fattan kepada istrinya saat sudah berada di bedroom.


Ternyata dia sudah tidur, cepat sekali tidurnya. Lalu Fattan pun menatap jam tangannya menunjukan pukul 8 malam.


Hoamm.... saya pun ngantuk nih, Fattan sambil berjalan menuju kasur lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur. Namun Syiffa pun terbangun.


"Stoop kak, jangan tidur disini!" Ucap Syiffa tiba tiba bangun.


"Ternyata kamu belum tidur ya? Atau pura pura tidur?" Fattan sambil menyelidiki istrinya.


"Iss suka suudzon ya jadi orang, lagian saya sudah tidur tadi kak? Tapi tiba tiba Syiffa merasakan hawa panas saat seseorang datang kesini." Ucap Syiffa.


"Emangnya kamu pikir, suamimu ini hantu apa hah? Tega sekali punya istri." Gerutu Fattan.


"Siapa yang bilang kak Fattan itu hantu, enggak kok ih. Lagian kak Fattan jangan tidur disinilah." Protes Syiffa.


"Loh kenapa sayang? Jangan bilang kamu masih marah ka-" ucapan Fattan terputus saat Syiffa memotong pembicaraannya.


"Enggak kok kak. Lagian Syiffa sesak nih kalau kak Fattan tidur disini. Syiffa pingin tidur sendirian kak. Kak Fattan enggak lihat apa, perutku yang semakin membesar dan melebar ini. Lagian baby kita juga lagi tidak mau tidur sama Ayahnya." Ucap Syiffa.


"Ya benar saja baby kita tidak ingin tidur dengan Ayahnya. Lagian saya tahu, ini alasanmu sajakan?" Tanya Fattan.


"Ck, tidak percaya sekali. Kalau tidak percaya sini tangannya kak. Apakah baby kita menolak untuk tidur dengan Ayahnya." Syiffa sambil menarik tangan suaminya lalu menaruhnya diperut Syiffa. Betapa terkejutnya Fattan saat merasakan gerakan baby yang ada diperut istrinya.


"Gimana sekarang, percayakan?" Tanya Syiffa sambil menatap Fattan.


"Baiklah kalau begitu. Terus saya tidur dimana dong?" Tanya Fattan.


"Tidur saja tuh di sofa." Ucap Syiffa sambil menunjuk sofa tersebut.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu," Fattan sambil beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju sofa dengan perasaan kecewa sambil membawa selimut dan bantalnya.


Lalu Fattan pun menaruh bantal tersebut dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Sayang, sudah tidur belum?" Tanya Fattan sambil menatap istrinya yang kini tidur di kasur.


Namun  Syiffa pun tidak menjawab  perkataan suaminya.


Ck dia sudah tidur lagi, cepat benar tidurnya. Nasib hari ini harus tidur di sofa ucap Fattan pada diri sendiri. Kemudian Fattan pun memejamkan matanya, dengan perlahan lahan  Fattan pun tertidur dan kini berada di alam bawah sadarnya.


Tiba tiba Syiffa pun terbangun, dan melihat suaminya terlebih dahulu, apakah sudah tidur atau belum.


Kayaknya sudah tidur deh kak Fattan, saya harus pergi dari sini juga sebelum dia bangun! ucap Syiffa sambil beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dengan langkah kaki perlahan lahan.


4 jam kemudian


Kini Fattan pun terbangun dari tidurnya, saat merasakan haus yang melanda tenggorokan. Lalu beranjak dari sofa dan menatap kasur tidak menemukan Syifa sama sekali.


"Loh kok Syiffa tidak ada? Kemana itu anak. Padahal ini sudah tengah malam loh." Fattan sambil menatap jam dingding menujukan pukul 12 malam.


Kayaknya ada di dapur tuh anak, biasanya jam segini suka kebiasaan ngemil dan minta dibikinin nasi goreng sama Bi Ati. Lagian tenggorokanku haus juga nih, sekalian saya intip istri gemoyku. Saat Fattan berjalan menuju pintu tiba tiba mati lampu.


Loh kenapa mati lampu segala lagi? Terus bagaimana dengan istriku disana, pasti ketakutan nih. Saya harus segera ke bawah gerutu  Fattan sambil membawa handphonenya untuk mengaktifkan senternya kemudian berjalan keluar membuka pintu. Betapa terkejutnya Fattan saat melihat sesuatu. Ada rasa bahagia sangat dalam dihatinya.


"Happy brithday, suamiku." Ucap Syiffa sambil membawa kue bolunya disertai lilinya.


"Sayang, ternyata kamu ingat ulang tahunku?" Tanya Fattan merasa tidak percaya.


"Terima kasih sayang." Ucap Fattan sambil mencium lembut rambut istrinya.


"Iya kak," Syiffa sambil tersenyum kepada suaminya.


"Jangan bilang, kamu tadi siang akting marah marah karena ngeprank kan?" Tanya Fattan.


"Emang iya kak hahaha. Kenapa kak Fattan baru sadar sekarang ya?" Ucap Syiffa.


"Tau ah, menyebalkan sekali punya istri." Fattan sambil mencubit pipi milik istrinya.


"Aww, kak sakit tahu. Nanti saya tampol nih bolunya ke wajah kakak nih." Syiffa sambil menatap suaminya.


"Jangan gitu dong sayang. Masa iya tega sekali, muka ganteng suamimu ditampol bolu ah." Gerutu Fattan.


"Lagian Syiffa cuma bercanda kok kak hehe, oya potong bolunya dong kak, jangan lupa berdoa dulu." Ucap Syiffa.


"Iya sayang." Jawab Fattan.


Lalu dengan segera Fattan pun memotong bolunya dan meniup lilinnya.


"Selamat ulang tahun ya Nak, semoga panjang umur, semakin dewasa, sehat selalu dan menjadi suami yang bertanggung jawab dan sayang selalu terhadap keluarga." Ucap Bu Angel.

__ADS_1


"Iya, terima kasih Bu atas doanya." Ucap Fattan sambil memeluk Ibunya.


"Iya Nak." Jawab Bu Angel sambil menguraikan pelukannya.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, sehat selalu, rezekinya semakin mengalir dan tetaplah menjadi Ayah yang bertanggung jawab, sayang Istri, Anak dan keluarganya." Ucap Syiffa sambil tersenyum terhadap suaminya.


"Terima kasih banyak sayang atas doanya dan terima kasih atas suprisenya." Fattan sambil memeluk istrinya lalu menguraikan pelukannya dan mencium pucuk rambut istrinya.


"Iya Kak." Jawab Syiffa.


"Ya sudah potong kuenya Nak." Ucap Bu Angel.


Lalu Fattan pun memotong kue bolunya sesuai perintah Bu Angel. Setelah itu memberikan bolu pertamanya untuk Ibunya, kemudian Istrinya.


"Oya Bu, Ayah kemana?" Tanya Fattan.


"Mau ngapain nanyain Ayah hah?" Tanya Ayah Anwar yang datang tiba tiba.


"Ayah? Baru saja Fattan nanyain Ayah, sudah datang kesini. Panjang umur banget Yah. Enggak mau ngapain ngapain kok Yah." Jawab Fattan sambil tersenyum terhadap Ayah Anwar.


"Mmzz.... selamat ulang tahun Nak, semoga panjang umur, semakin dewasa semakin bijaksana, dan tetaplah menjadi pemimpin keluarga yang harmonis dan tanggung jawab." Ucap Ayah Anwar.


"Iya terima kasih Ayah." ucap Fattan.


"Iya Nak. Ya sudah kalau begitu Ayah pamit dulu, mau tidur lagi." Ucap Ayah Anwar.


"Ada ada saja Ayah ini, datang kesini cuma mau ucapin itu doang." gerutu Fattan.


"Masih mending dong loh Tan. Ingat, ucapan orangtua itu mujarab loh." Ucap Ayah Anwar.


"Iya juga Yah hehe." Fattan cengengesan.


"Ya sudah ayo Bu, kita tidur. Kita bikin adik buat Fattan." Ucap Ayah Anwar sambil merangkul pundak Bu Angel.


"Apa?" Ucap Fattan merasa kaget.


Namun Ayah Anwar pun tidak mendengarkan ucapan anaknya, dia memilih untuk terus berjalan meninggalkan Fattan dan Syiffa berdua.


"Yang benar saja, mereka mau buat adik buat saya? Mereka tidak berpikir apa, mereka sudah Tua loh." Ucap Fattan sambil menatap istrinya.


"Tapi masih pantaslah usia segitu mau memiliki baby lagi. Ciee.... yang bakal punya adik lagi." Sindir Syiffa.


"Ih apaan sih sayang, pokoknya saya enggak mau. Harusnya diusia mereka yang tidak muda lagi sudah stop! Cukup kita yang memproduksi banyak anak." Ucap Fattan.


"Ada ada saja suamiku ini." Syiffa sambil menggelengkan kepalanya.


"Oya karena kamu tadi siang sudah mengerjaiku, maka saya akan kasih kamu hukuman." Ucap Fattan lalu menarik pinggang istrinya, sehingga kini wajah mereka berdekatan dan hidungnya saling bersentuhan. Fattan pun langsung mencium lembut bibir milik istrinya. Lalu Syiffa pun membalas setiap ciuman yang Fattan berikan, sehingga kini mereka terbakar dengan hasrat yang sangat tinggi. Dengan segera mengendong istrinya lalu mentidurkan istrinya dengan pelan pelan diatas kasur.


"Kak Fattan, mau ngapain?" Tanya Syiffa.

__ADS_1


"Saya mau menghukummu. Maaf baby, sekarang Ayah sangat mengingikan Ibumu." Fattan sambil mengusap lembut perut istrinya yang kini semakin membuncit. Lalu dengan segera Fattan pun membuka baju milik istrinya dengan perlahan lahan sehingga tubuhnya kini polos tanpa sehelai benang pun, kemudian membuka punya dirinya. Setelah keduanya sama sama keadaan polos, dengan segera Fattan pun melakukan penyatuannya. Dan kini mereka sedang menikmati indahnya surga dunia.


__ADS_2