
"Ya sudah Kak, saya permisi dulu," ucap Syiffa yang kini sudah sampai di kampusnya.
"Iya Syiff, oya nanti kamu pulang kuliah Kakak bakal jemput kamu." Ucap Fattan sambil tersenyum pada Istrinya.
"Baiklah Kak," jawab Syiffa lalu berpamitan sambil mencium tangan punggung suaminya kemudian keluar dari mobil suaminya.
Lalu Syiffa pun berjalan memasuki kampus tersebut, namun tiba tiba ada seseorang datang menghampiri Syiffa.
"Hei, sendirian saja nih?" Tanya seseorang mendekati Syiffa.
"Eh Kak, iya Kak." Jawab Syiffa sambil tersenyum.
"Enggak apa apakan, aku jalan bareng sama kamu?" Tanya Eka. tetap menjaga jarak.
"Boleh kok Kak," jawab Syiffa.
"Oya panggil saja Eka, jangan panggil Kakak!!" Protes Eka.
"Loh kenapa emangnya? lagian Kakak sudah senior disini." Ucap Syiffa.
"Biar enak saja ngobrolnya Cantik," jawab Eka.
"Baiklah kalau begitu Kak, eh maksudnya Eka." Ucap Syiffa.
Lalu Eka pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Selama perjalanan menuju masuk ruangan kelasnya Syiffa dan Eka banyak membicarakan tentang keadaan lingkungan kampusnya selama ini.
"Kak Fattan, kenapa diam saja? Kenapa belum berangkat juga." Tanya Della sambil menatap Fattan yang sedang memperhatikan Istrinya masuk ke dalam ruangan kelasnya.
"Iya ya.. sekarang juga mau berangkat kok." Jawab Fattan sambil mengepalkan kedua tangannya. Tidak tahu kenapa saat melihat seseorang mendekati Istrinya, dia merasa kesal dan marah walaupun cuma hanya sebatas mengobrol.
Lalu dengan segera Fattan pun menjalankan mobilnya dan pergi dari tempat kampus tersebut.
"Oya Kak, apakah nanti lusa jadi berangkat ke amerika nya?" Tanya Della.
"Iya tentu saja, emangnya kenapa?" Fattan sambil menatap Della di balik spions kaca depan.
"Tidak apa apa cuma nanya saja kok. Oya Kak, boleh aku ikut enggak ke Amerika?" Tanya Della dengan hati hati.
__ADS_1
"Tidak bolehh!! Emang kamu pikir, ke Amerika mau jalan jalan apa hah?!" Tanya Fattan dengan ketus.
"Ya tentu saja untuk bekerja. Emang kata siapa Kakak pergi untuk rekreasi." Jawab Della dengan kesal.
"Terus kenapa kamu mau ikut hah? Bukannya kamu datang ke Indonesia untuk bekerja." Ucap Fattan dengan datar.
"I-iya barang kali saja nanti Kakak butuh seorang sekretaris juga disana Kak begitu maksudnya." Jawab Della.
"Ck, emangnya kamu pikir disana tidak ada yang mampu bisa jadi sekretaris apa ketika Saya membutuhkah seorang sekretaris." Fattan sambil berbicara sinis.
"Ya terserah Kak Fattan saja deh." Jawab Della lebih memilih mengiyakan.
Kini Fattan pun menjalankan mobilnya tanpa ada yang berbicara diantara mereka.
Satu jam kemudian Fattan dan Della pun sudah sampai di Pt. Juhes Adijaya. Dengan segera mereka pun keluar dari mobil lalu berjalan menuju ruangannya.
"Oya Pak Ariff, apakah tiket untuk berangkat ke Amerikanya sudah kamu persiapkan?" Tanya Fattan yang kini sedang duduk dikursi kebesarannya.
"Sudah Pak Fattan, semuanya sudah beres." Jawab Ariff.
"Iya Pak, begitulah yang pasti kita inginkan. Oya Pak kayaknya disana kita butuh seorang sekretaris deh Pak, soalnya butuh bantuan seseorang untuk menganalisa lebih banyak lagi." Ucap Ariff.
"Iyakah begitu? Ya sudah saya akan bawa Istriku saja kesana untuk jadi Sekretarisku." Jawab Fattan sambil menaikan dua alisnya.
"Yaelah, kalau Pak Fattan bawa Istrimu yang ada nanti bukannya fokus untuk bekerja yang ada tuh Honey moon, mesra mesraan." Gerutu Ariff sambil menatap Fattan.
"Nah itu kamu tahu sendiri." Jawab Fattan.
"Sebenarnya Pak Fattan mau Honeey Moon atau untuk pekerjaan sih. Lagian kasihan tuh Istrimu baru juga masuk kuliah sudah bolos kerja, biarkan saja Istrimu kuliah untuk mengejar cita cita yang dia impikan selama ini." Ucap Ariif sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Iya Saya juga tahu kok, lagian tadi cuma bercanda saja lah." Ucap Fattan.
"Terus kita mau bawa siapa kesana Della kah?" Tanya Ariff.
"Heem." Jawab Fattan.
"Oke baiklah kalau begitu. Oya gimana kabarnya Syiffa, sudah adakah tanda tanda junior di dalam perutnya?" Tanya Ariff.
__ADS_1
"Belum Pak Ariff, mungkin Saya kurang tajam kali mainnya, atau mungkin harus terus olahraga malam tiap hari biar Syiffa cepat hamil tuh." Ucap Fattan.
"Yaelah emang kamu pikir Istrimu itu apaan sih pak Fattan, ada ada saja ini orang." Ariff sambil menyunggingkan bibirnya.
"Habisnya nikmat surga dunia ternyata, beuh pokoknya kamu bakal betah nanti di pelukan Istrimu." Ucap Fattan sambil membayangkannya.
"Iss mentang mentang sekarang sudah nikah ya, pikirannya mesum mulu," ucap Ariff.
"Terserah Saya dong, mau bicara apa juga. Makanya cepetan nikah sana jangan mempertahankan status jomblomu itu." Ucap Fattan.
"Makin kesini makin kurang asem ya ini orang," gerutu Ariff semakin kesal.
"Emangnya kamu pikir saya buah mangga muda apa hah? yang asem asem manis gitu," canda Fattan.
"Emangnya ada ya hah? Buah mangga rasanya asem asem manis gitu." Tanya Ariff.
"Tentu saja ada kok, bila kita yang adain hahaha." Jawab Fattan sambil tertawa.
"Iss makin menyebalkan sekali ini orang. Sudah ah lama lama aku bisa gila karena ulamu," ucap Ariff sambil berlalu pergi dari hadapan Fattan dan pergi menuju meja kerja Della.
Fattan pun hanya tersenyum dan mengelengkan kepala melihat ulah Ariff yang kini merasa kesal akibat ulahnya.
"Oya Della, nanti lusa kita akan pergi ke Amerika untuk menganalisa proyek dan pekerjaan disana." Ucap Ariff yang kini sudah berada di meja kerja Della.
"Serius Pak?" Tanya Della.
"Heem. Gimana tidak keberatan kan?" Tanya Ariff.
"Enggak kok, tentu saja saya sangat senang banget." Jawab Della.
"Baiklah kalau begitu, maaf saya sudah menganggu. Ya sudah saya permisi dulu." Pamit Ariff untuk pergi tempat ruangan kerjanya.
"Tidak apa apa kok Pak. Baiklah Pak." Jawab Della sambil tersenyum.
Lalu Ariff pun berlalu dari tempat Della dan berjalan menuju tempat kerja Ariff.
Yes akhirnya bisa ikut ke Amerika juga. Saatnya punya kesempatan nih buat bisa lebih dekat lagi dengan Kak Fattan. Tunggu saja permainan saya gerutu Della dalam hati sambil menyunggingkan seutas senyum liciknya.
__ADS_1