Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.23


__ADS_3

"Tapi apa sayang?" Tanya Fattan.


"Bu-bukan nya kamu hanya assiten manager di perusahaan tersebut, jadi kamu enggak ada hak untuk memecat mereka." Lirih Laras dengan suara kaku.


"Siapa bilang, sebenarnya-" Lirih Fattan


"Sebenarnya apa sayang?" Tanya Laras.


"Eh tidak apa apa sayang. Apa yang kamu bicarakan emang benar aku enggak ada hak untuk memecat mereka. Tapi aku janji akan buat dia berlutut kepada kita." lirih Fattan dengan tersenyum.


"Ok, baikalah," lirih Laras dengan senyum sedikit kecewa.


Sebenarnya Fattan ingin mengatakan ya sebenarnya, tapi dia urungkan niatnya. Karena dia ingin mencari pasangan hidupnya yang mencintai dengan tulus dan apa adanya. Bukan mencintai dia karena ada apanya, dan hanya menginginkan harta nya saja itulah janji Fattan. Dia akan mengambil alih perusahaan ketika menemukan pasangan yang tepat.


"Sayang bangun, kita sudah nyampai rumah kamu!" lirih Fattan.


"Hoamm.. masih ngantuk, ternyata kejadian tadi membuat pikiranku jadi lelah bahkan sampai tidur," Lirih Laras dengan senyum sinis terlintas mengingat kejadian tadi.


"Makasih ya sayang atas semuanya aku sangat bahagia banget walaupun tadi sempat ada kekacauan gara gara cewek sialan itu,"Lirih Laras.


"Ya sayang, jangan dipikirin masalah yang tadi. Enggak mau masuk ikut ke rumahku? tanya Laras.

__ADS_1


"Maaf sayang aku enggak bisa tadi Ariff nelpon kata nya ada kepentingan yang harus di bicarakan." lirih Fattan.


"Oke Baiklah kalo begitu," Lirih Laras.


*Di tempat lain,


"Kamu mau kemana sih Nell? dari tadi muter muter jakarta?" Lirih Nurul.


"Tau tuh, mentang mentang punya mobil sendiri jadi seenak nya!" celetuk Hasna.


"Eh kalian kalo bicara bisa enggak di jaga jangan seenaknya. Aku tuh lagi kesal tau enggak sama si cewek Lampir itu tahu." lirih Nella dengan kesal.


"Sudah sabar Nella, jangan dibawa hati. Enggak penting kejadian tadi di ingat ingat." lirih Syiffa.


"Ya udah kita cari cafee xxx kita makan yuk? Laparr nih perutku sudah pada demo nih minta di isi." lirih Nurul.


"Sama aku juga.." Lirih Hasna.


"Ya sudah kita berangkat menuju kesana," lagi pula aku juga sama lapaarrr lirih Nella sambil cengengesan.


"Huh dasar kalian ini," Lirih Syiffa sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


*


"Arif kamu dimana?" Tanya Fattan yang sedang menelepon.


"Aku di cafee xxx Ttan." jawab Ariff.


"Oke, sekarang aku kesana." lirih Fattan sambil memutuskan telpon nya.


Huh dasar ini orang, tidak sopan banget main diputusin aja telpon nya. Kalo bukan karena jasa kedua orang tuanya, aku ogah bangett deket dan kenal dia huh Lirih Ariff dengan tersenyum renyah.


"Let's go, kita sudah nyampe di cafe xxx nih ayo kita turun ." lirih Nella.


Lalu mereka pun berjalan masuk menuju caffe..


"Ramai juga ya ini caffe, mana minimalis banget caffe nya bagus dan nyaman tentu nya." lirih Hasna.


"Pasti nya, kata nya pemilik caffe juga ini masih muda sekitar usia 25 tahun an sih," lirih Nella.


"Really? wah jadi pingin deh segera ketemu mudah mudahan saja dia cowok cakep dan jodoh aku." lirih Nurul dengan penuh harapan.


"Huh ngehayal mulu ya Nur, emang nya dia mau sama kamu?" lirih Syiffa.

__ADS_1


"Ih kalo nama nya jodoh mh enggak bakal kemana mana, ich kamu mah jahat banget sama aku enggak rela ya aku dapat cowok tajir, cakep and pintar?" lirih Nurul dengan wajah cemberut dan kesal.


"Hihihi, bercanda kok jangan cemberut gitu dong. Aku mah pasti dukung lah kamu punya pacar sama cowok tajir, ganteng dan pintar pasti itu impian semua wanita Nur dan yang paling penting dia setia dan jujur saling terbuka satu sama lain." lirih Syiffa.


__ADS_2