
Bell pun berbunyi, pertanda seluruh para karyawan harus istirahat untuk makan siang.
"Selamat siang semuanya." Ucap Fattan tiba tiba masuk ke dalam ruangan.
"Siang juga Pak Fattan." Jawab Ariff sambil tersenyum.
"Selamat siang sayang." Ucap Fattan sambil berjalan menuju tempat kerja Syiffa.
"Ih pak Fattan, ngapain teriak teriak panggilnya. Terus pakai sayang sayangan lagi. Kalau orang pada tahu gimana Pak." Bisik Syiffa dan merasa kesal.
"Loh emangnya kenapa sayang? Enggak boleh ya? Lagian biarkan semua orang tahu kalau kita sudah jadi sepasang kekasih." Jawab Fattan dengan santai.
"Tapi saya enggak suka pak Fattan. Nanti orang orang pada bilang lagi kalau saya ini so cantik dan so kecentilan lagi bisa mendapatkan hati pak Fattan." Syiffa sambil menatap sebal kekasihnya.
"Tapi emang iya kamu itu cantik kok. Jadi pantaslah centil tapi cantik." Celetuk Fattan.
"Ih Pak Fattan malah jadi ngebully saya lagi. ih punya kekasih menyebalkan sekali." Gerutu Syiffa sambil cemberut.
"Ih jelek banget ini orang kalau lagi marah nih. Lagian tadi saya cuma bercanda kok Sayang eh Syiffa maksudnya hehe." Ucap Fattan cengengesan kemudian memijit hidung mancung milik Syiffa.
"Ih Pak Fattan sakit tahu. Kebiasaan deh suka gitu mulu. Lama kelamaan nanti hidung saya pesek nih." Gerutu Syiffa.
"Habisnya kamu membuatku gemas sih. Lah lagian hidung kamu emang sudah pesek tuh." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Ya terserah pak Fattan saja deh. Ya sudah saya permisi dulu ya Pak." Syiffa sambil beranjak dari kursi kerjanya.
"Mau kemana emangnya?" Tanya Fattan.
"Mau istirahatlah pak ke kantin buat makan siang." Ucap Syiffa.
"Sudah tidak perlu ke kantin, makan disini saja Syiff." Ucap Fattan.
__ADS_1
"Enggak ah Pak, Syiffa makan dikantin saja. Lagian Syiffa tidak terbiasa harus makan disini bersama Pak Fattan. Nanti kalau orang lihat gimana, hayoo." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Makanya harus dibiasain dari sekarang. Lagian biarin saja orang pada tahu tentang hubungan kita, biar nanti tidak ada orang yang berani macam macam sama kamu. Apalagi mendekati kamu karena kamu hanya milikku." Ucap Fattan.
"Iddih, emangnya kenapa kalau seseorang mendekati saya hemm? Pak Fattan cemburu ya?" Goda Syiffa.
"Kalau iya kenapa?" Jawab Fattan.
"Iya tidak kenapa napa sih hehe." Syiffa cengengesan.
Lalu seseorang masuk ke dalam ruangan dengan membawa makanan beserta minumannya. Lalu meletakannya diatas meja khusus.
"Ayo kita makan disana Syiff." Ajak Fattan.
"Tapi.. "
"Sudah jangan banyak protes! Ayo kita duduk disana, kita makan bareng." Fattan sambil menarik tangan Syiffa.
"Loh saya enggak diajak makan nih? Tega bangetnya kalian makan hanya berdua saja. Mentang mentang kalian sudah jadi pasang kekasih jadi tidak mau mengajak saya ya?" Ariff menatap sinis Syiffa dan Fattan.
"Eh iya saya lupa kalau disini juga ada pak Ariff juga. Sini pak gabung makan bareng sama kita." Ajak Syiffa.
"Serius nih, saya boleh gabung makan bersama kalian?" Tanya Ariff.
"Iya seriuslah Pak, ngapain saya main main. Lagian ini makannya banyak kok Pak." Ucap syiffa sambil menatap Ariff.
"Oke kalau begitu. Eh tapi enggak jadi deh Syiff, soalnya saya lupa tadi sudah janjian sama teman dikantin." Ucap Ariff terpaksa berbohong saat Fattan menatap tajam dirinya.
"Ya sudah sana pergi, kasihan tuh nanti nungguin kamu lama." Ucap Fattan.
"Iya ya sabar napa sih." Gerutu Ariff sambil pergi dari ruangan tersebut dan berjalan menuju kantin.
__ADS_1
Lalu Syiffa dan Fattan pun menikmati makan siangnya.
"Oya Pak kenapa lebih memilih makan disini ketimbang di kantin? Saya lihat belum pernah melihat pak Fattan makan dikantin. Lagian ya Pak, enak makan dikantin itu bisa mengobrol langsung dengan para pekerja. Jadi coba sekali saja makan dikantin biar akrab sama para pekerja dan biar tahu keluhan mereka apa." Syiffa sambil menguyah makanannya.
"Iya saya juga pinginnya begitu Syiffa. Tapi gimana lagi, saya males mau ke kantinnya. Apalagi kerjaan saya selalu banyak hingga kadang lupa untuk makan siang pun. kamu juga tahu sendirikan Syiffa, kalau kamu kerja kadang saya suka makan. Inilah alasannya saya malas untuk ke kantin." Ucap Fattan sambil tersenyum.
"Iya juga sih pak. Sesibuk sibuknya kerja, harus inget makan siang. Kalau kita sering mengabaikan makan siang atau makan pagi itu tidak baik pak untuk kesehatan. So untuk itulah makan tepat waktu, sayangi diri sendiri. Kan kalau sudah sakit siapa yang repot? Pak Fattan sendirikan sama orangtua pak Fattan.
"Iya ya bawel. Ih ini orang makin hari makin gemas deh." Fattan mencubit pipi Syiffa.
"Ih pak Fattan sakit." Kesal Syiffa sambil mengusap pipi nya.
"Sory sayang. Oya dari tadi kamu bilang bapak, pak mulu deh. Saya ini pacar kamu Syiffa. Kali kali panggil saya juga atau bebs gitu biar romantis dikit napa sih." Protes Fattan.
"Ya ampun pak Fattan ingat ya, ini di perusahaan loh jadi harus menggunakan bahasa formal. Jangan mentang mentang kita pacaran jadi seenaknya kalau bicara. Sudah pak, ayo lanjutin makannya dikit lagi tuh." Ucap Syiffa.
"Iya tapi kamu suapin dong makannya." Fattan bersikap manja.
"Makan saja sendiri, kan punya tangan pak Fattan juga." Ucap Syiffa.
"Yaelah ini orang romantis dikit napa ya? Ya sudah saya tidak mau makan lagi ah." Fattan pura pura marah.
"Ini orang benar benar ya. Ya sudah sini saya suapin." Ucap Syiffa lalu menyuapkan makanannya ke mulut Fattan.
"Nah gitu dong sayang. Terima kasih." Ucap Fattan sambil menguyah makanan tersebut.
"Sini giliran Syiff, biar saya suapin kamu." Ucap Fattan mengambil sendok dari tangan Syiffa lalu menyendok makanan tersebut dan menyuapkannya ke mulut Syiffa. Lalu terjadilah saling suap menyuapi hingga selesai.
"Kebiasaan ya kamu sayang, kalau makan suka belepotan begitu." Ucap Fattan lalu mengambil tisu dan mengelap bibir Syiffa yang mungil.
Lalu dengan tidak sengaja mereka saling bertatapan. Mata hitam mereka saling bertemu...
__ADS_1