
Kini mobil yang dikendarai Fattan pun sudah sampai di kampus tempat kuliah Istrinya.
"Maaf ya Sayang, Kakak tidak bisa mengantar kamu ke dalam karena pagi ini ada pertemuan penting bersama para pengusaha." Fattan yang kini sudah menepikan mobilnya dipinggir jalan kampus.
"Iya tidak apa apa kok Kak, ya sudah kalau begitu Syiffa permisi dulu ya Kak," Syiffa sambil menatap suaminya lalu mencium punggung tangan suaminya
"Iya sayang, semoga kamu betah kuliah disini dan bisa mendapat ilmu yang sangat berharga buat kamu." Fattan sambil mengusap lembut rambut Istrinya.
"Iya Kak," lalu Syiffa pun keluar dari mobil tersebut. Dengan segera Fattan pun menjalankan mobilnya pergi meninggalkan tempat kampus Istrinya.
Semoga saja apa yang dicita citakan saya dan berkuliah disini bisa sukses mengapai mimpi saya. Saya berjanji mulai detik ini saya akan terus berjuang mewujudkan mimpi saya dan tidak akan mengecewakan orang orang yang sangat saya sayangi termasuk suami saya gerutu Syiffa pada diri sendiri lalu berjalan masuk ke dalam kampus.
Betapa terkejutnya semua orang saat melihat kedatangan Syiffa memasuki kampus tersebut. Termasuk semua pria yang kini menatap Syiffa tampak berkedip sama sekali dan merasa terpesona. Bahkan ketua basket yang terkenal dingin, dan playboy pun di buat takjub oleh kehadiran Syiffa dan hampir jantungnya berasa copot keluar saat Syiffa melewati segerombolan anggota tim basket.
"Wiss itu cewek cantik banget Bos, mahasiswi baru kali ya Bos soalnya baru lihat cewek itu," Riko masih menatap Syiffa yang berjalan menjauh dari segerombolan genknya.
"Kayaknya iya Ko, soalnya saya juga baru lihat cewek itu," sahut Kiki ikut menimpali.
"Emang iya sih dia anak baru. Cantik juga itu cewek," ucap Eka sang ketua basket lalu tersenyum.
"Cie si Bos kayaknya sedang jatuh cinta nih sama itu cewek, aku dukung deh Bos Eka." Kiki sambil merangkul pundak Eka.
"Apalagi kamu itu ganteng, pinter, seorang pengusaha dan cewek itu cantik banget kayaknya orang kaya juga sih, pokoknya kalian cocok deh." Riko merangkul pundak Eko sehingga juga.
__ADS_1
"Apaan sih kalian ini, tapi itu ceweknya mau enggak sama saya jangan so kepedean bakal diterima." Eka sambil menghempaskan tangan kedua sahabatnya yang merangkul pundaknya.
"Bakal kok," jawab Riko dan Kiki bersamaan.
"Kalian itu so tahu lagi, ayo kita masuk sudah bell berbunyi tuh tanda waktunya kita belajar." Eka sambil berjalan menuju kelasnya lalu disusul oleh kedua sahabatnya.
"Selamat pagi semuanya?" Ucap sang Dosen ya kini sudah berada di dalam ruangan kelas.
"Pagi juga Pak," jawab mahasiswa dan siswi serempak.
"Oya kebetulan hari ini ada mahasiswi baru yang akan belajar dan kuliah disini. Maka Bapak akan memperkenalkannya kepada kalian." Pak Didi( Seorang Dosen).
"Syiffa, ayo masuk kedalam." Teriak Pak Didi.
"Ya sudah kamu perkenalkan sama teman teman, siapa nama diri kamu." Pak Didi sambil menatap Syiffa.
"Baik Pak. Oya perkenalkan nama saya Syiffa Septiyani, saya anak baru disini." Ucap Syiffa memperkenalkan dirinya kepada teman temannya.
"Kalian sudah tahu kan, nama dia siapa? Ya sudah silahkan Nak Syiffa duduk." Perintah Pak Didi.
"Iya baik Pak," jawab Syiffa lalu berjalan menuju kursinya dan kebetulan sejajar dengan Eka.
.
__ADS_1
.
Pt. Juhes Adijaya
Fattan dan Della pun kini sudah berada diruangannya. Lalu Della pun duduk tempat kerjanya yang dulu pernah ditempati oleh Syiffa.
"Oya, ini berkas berkas yang harus kamu kerjakan." Fattan sambil menyodorkan berkasnya.
"Baik Pak," jawab Della.
"Apakah kamu sudah paham bagaimana mengerjakannya?" Tanya Fattan sambil menatap Della.
"Tentu saja belum Pak hehe," Della cengengesan.
"Ya sudah sini saya jelasin dulu," Fattan sambil membuka berkasnya lalu menjelaskannya. Kini jantung Della pun berdetak begitu cepat saat Fattan menjelaskannya begitu dekat dengan dirinya. Wajah tampannya, hidung mancungnya dan bibir tebal kecoklatan yang membuat Della semakin terpesona dan betah terus menatapnya.
"Gimana kamu sudah pahamkan?" Tanya Fattan lalu menatap Della.
"Eh iya pak Fattan, saya paham kok." Jawab Della.
"Ya sudah sekarang kamu kerjakan berkas berkas tersebut." Fattan sambil beranjak pergi dari ruangannya.
"Iya baik Pak! Oya pak Fattan mau kemana?" Tanya Della saat Fattan sudah berada digerbang pintu.
__ADS_1
"Mau ke ruangan tempat rapat bertemu bersama para pengusaha!" Jawab Fattan lalu pergi meninggalkan Della dan kemudian Della pun mengerjakan berkas berkas tersebut dengan seutas senyumannya.