Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.125


__ADS_3

"Kondisi Ibu saya sekarang gimana Dok?" Tanya Syiffa semakin khawatir karena melihat Dr.Pita dengan tatapan yang susah diartikan.


"Kondisi Ibu Anda sekarang.."


"Sekarang apa Dok? Baik baik sajakan Ibu saya?" Tanya Syiffa sekali lagi karena merasa penasaran dengan ucapan Dr.pita yang Di gantung.


"Alhamdulilah sekarang kondisin Ibu Anda sudah membaik, dan pastinya Ibu anda baik baik saja!" Jawab Dr.Pita.


"Alhamdulilah, terima kasih iya Dok sudah berusaha dan berjuang dalam melakukan operasi terhadap Ibu Saya." ucap Syiffa merasa senang.


"Iya sama sama. Lagi pula ini semua berkat Mbak yang selalu mendoakan Ibu Anda ketika masa operasi, sehingga operasinya berjalan lancar." Ucap Dr.Pita dengan tersenyum.


" Iya Dok. Jadi gi-"


"Iss.. Sok tahu saja Dr.Pita ini, kalau Dia selalu mendoakan Ibu nya." Celetuk ucap Fattan dengan sinis dan memotong pembicaraan Syiffa.


"Ta- tapi emang benarkan Mbak tadi selalu mendoakan Ibu Mbak kan? Ketika kami sedang menjalani operasi Ibu Mbak!" ucap Dr.Pita merasa sedikit malu dengan sindiran Fattan.


"Iya Pastinya lah Dok, Saya tadi selalu berdoa buat Ibu Saya supaya operasinya berjalan lancar, dan Alhamdulilah Doaku terkabul semuanya berjalan lancar." Jawab Syiffa menatap sinis Fattan.


"Tuh Pak Fattan dengar sendirikan? dimana mana pastilah seorang anak selalu mendoakan yang terbaik buat Ibunya. Apalagi keadaan seperti tadi, Dia Akan selalu berdoa terus agar operasinya berjalan lancar dan semuanya baik baik saja!" Ucap Dr.Pita penuh penekanan.


"Iya emang benar yang Dokter katakan. Lagian Kak Fattan apaan sih berbicara seperti itu hah? Kak Fattan enggak mau Ibu saya selamat dan baik baik saja gitu? dan saya enggak boleh berdoa demi keselamatan Ibu saya dan kesembuhan Ibu Saya hah?" Kesal Syiffa dengan mengacak pinggang tangannya.

__ADS_1


"Eh napa jadi begini? Maaf Syiff, Bu- bukan maksud saya begitu. Lagi pula saya hanya bercanda kok kepada Dr.Pita." jawab Fattan merasa jadi serba salah.


"Bercanda sih bercanda. Tapi bercandanya itu enggak lucu tahu, masa dalam kondisi begini dibikin candaan sih Kak!" geram Syiffa merasa greget dengan Atasannya itu.


"Benar tuh Mbak, enggak tau tempat banget nih Pak Fattan!" ucap Dr.Pita ikut menimpali dan berusaha menahan tawanya yang sejak tadi pingin tertawa saat melihat seorang Fattan Adijaya yang dingin dan datar itu sekaligus pemilik rumah sakit itu dimarahi oleh Syiffa.


"Diam Kamu, Jangan Ikut campur!" bentak Fattan pada Dr.Pita.


"Kak Fattan! enggak boleh begitu, bersikap sopanlah kepada yang lebih tua." ucap Syiffa merasa kesal dengan tingkah Fattan.


"hehe.. Oya maaf iya Syiff, saya tadi tidak bermaksud untuk melarang kamu berdoa demi keselamatan Dan kesembuhan Ibu kamu Kok. Dan Maafin saya karena sudah bercanda pada saat yang tidak tepat saya sungguh menyesal." ucap Fattan.


"Baguslah kalau sudah menyesali perbuatan Kak Fattan sendiri . Terus kenapa Kak Fattan harus minta maaf sama saya!" ucap Syiffa.


"Terus saya harus minta maaf sama siapa dong kalau bukan sama kamu?" Tanya Fattan.


"I-iya untuk Dr.Pita bukan nyindir untuk kamu kok!" ucap Fattan.


"Nah jadi Kak Fattan harus minta maaf sama Dr.Pita!" ucap Syiffa.


"A-apa sama dia?" ucap Fattan sambil menatap Dr.Pita.


hmpttt... rasain loh Pak Fattan jadi kena getahnya kan, saya salut banget nih sama cewek sudah berani menaklukan seorang Fattan Adijaya yang dingin dan datar, momen langka nih bisa lihat langsung melihat dengan mata saya sendiri batin Dr.Pita.

__ADS_1


"Iya minta maaf sama Dokter Pita, kenapa keberatan?" tanya Syiffa dengan menantang.


"Si-siapa yang keberatan, enggak Kok." jawab Fattan dengan suara gugup.


"Ya sudah sekarang minta maaf Kak!" ucap Syiffa.


"Baiklah. Oya dr.pita yang terhormat maafin saya sudah membuat Anda merasa tidak nyaman dan kurang tidak sopan karena perbuatan saya." ucap Fattan dengan terpaksa.


"Iya Pak Fattan, saya maafin kok asal jangan mengulanginya lagi." Jawab Dr.Pita.


"Nyantai saja Dok, pasti dia enggak bakal mengulanginya lagi kok, benar kan Kak?"Tanya Syiffa sambil menyingkut lengan Fattan.


" Eh I-iya pastinya Syiff!" ucap Fattan sambil menghempaskan napas dengan kasar.


"Oya gimana saya sekarang bisa bertemu dengan Ibu saya Dok?" tanya Syiffa.


"Iya silahkan bisa kok Mbak." ucap Dr.pita.


"Baiklah terima kasih Dok." jawab Syiffa.


"Iya sama sama. Kalau begitu saya permisi." pamit Dr. Pita meninggalkan Fattan dan Syiffa.


"Ya sudah yuk Kak, kita masuk kedalam." ajak Syiffa.

__ADS_1


"Baik Syiff." jawab Fattan.


Lalu Syiffa dan Fattan pun berjalan menuju ruang rawat Ibu Nina, kebetulan setelah selesai dioperasi Ibu Nina langsung dipindahkan keruang rawat.


__ADS_2