Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.122


__ADS_3

"Hei Syiff, apa kabar?" Tanya Cindy mendekati Syiffa.


"Baik Kok!" jawab Syiffa.


"Syukurlah kalau begitu, oya saya lihat kamu kesini sama Pak Fattan. Apakah kalian menjalin hubungan?" Tanya Cindy menatap tajam Syiffa.


"A-aku enggak ada hubungan sama sekali kok sama dia." ucap Syiffa.


"Oya masa sih? enggak mungkin kamu sama dia enggak ada hubungan.


Kamu tahu pak Fattan adalah tipe cowok yang susah didekati sama cewek. Tapi kok kamu bisa dekat sama dia, cewek gat*l yang tidak tahu diri." ucap Cindy.


"Kalau ngomong tuh mulut di jaga, jangan bicara seenaknya! Kalian maunya apa sih? Terserah aku dong mau dekat sama Pak Fattan atau siapa juga, kenapa meski kalian heboh sendiri hah?" ucap Syiffa menatap tajam Cindy.


"Wow sekarang sudah berani iya sama aku? Mentang mentang kamu jadi sekretaris pak Fattan jadi seenaknya hah? Asal kamu tahu, Dia milik aku, jadi enggak boleh ada satu orang pun mendekati atau memiliki dia!" ucap Cindy.


"Ya sudah ambil saja Dia kalau mau, kenapa sampai mengancam begitu sama aku hah? Lagian aku sama Pak Fattan enggak ada hubungan apa apa kok. Sekarang kalian awas minggir aku keluar!" ucap Syiffa melangkah untuk pergi keluar dari westafle.


Namun tiba tiba....


"Bugggkkk......"


"Aww, sakit sekali kakiku! Kalian jahat banget sih sama aku?" ucap Syiffa yang sedang mengusap kakinya yang sedikit tergilincir karena terjatuh.

__ADS_1


"Oppss... Sory Syiff, aku benar tidak di sengaja, Maaf banget." ucap Cindy berbohong.


"Ya sudah sini aku bantu bangunin." Ucap Metta.


"Kamu ngapain harus bantu dia lagi, sekarang ayo kita pergi!" ucap Cindy menarik Metta untuk pergi.


"Dasar cewek enggak punya hati, seenaknya saja kalau bertindak. Kalau dia emang suka sama Pak Fattan ngapain harus bertindak seenaknya sama aku, padahal tinggal dekati dan nyatakan saja langsung sama Pak Fattannkan bereskan? Itu cewek benar benar gila kali." Geruti Syiffa sambil berusaha bangun.


"Aduh sakit sekali nih Kakiku, aku harus sebisa mungkin berjalan seperti biasa jangan sampai Kak Fattan curiga dengan apa yang terjadi barusan." ucap Syiffa sambil berjalan keluar dari westafle.


"Maaf lama iya Kak." ucap Syiffa yang baru datang dan langsung duduk.


"Iya enggak apa apa kok Syif, nyantai sajalah Syiff." Ucap Fattan.


"Iya terima kasih Pak." ucap Syiffa.


"Sama sama, ya sudah saya permisi." ucap pegawai tersebut sambil berlalu pergi.


"Wah kayaknya enak nih, aku coba ah?" ucap Syiffa lalu mulai menyuapkan eskrimnya.


"Gimana rasanya?" Tanya Fattan.


"Benar benar enak banget Kak, apalagi ini banyak coklat sama topingnya." ucap Syiffa melanjutkan makan eskrimnya.

__ADS_1


"Hati hati pelan pelan makannya!" ucap Fattan.


"Iya Kak, oya Kak Fattan mau coba?" Tanya Syiffa.


"Enggak ah Syiff, sudah kamu saja habisin." jawab Fattan.


"Ya sudah kalau enggak mau mah, enggak apa apa kok." ucap Syiffa lalu menghabiskan eskrimnya.


"Ya sudah yuk kita pulang?" Ajak Fattan saat Syiffa sudah selesai makan eskrimnya.


"Ya sudah yuk Kak!" ucap Syiffa lalu berdiri dan berjalan.


"Aww, kakiku sakit." ucap Syiffa saat mau berjalan.


"Loh kaki kamu kenapa emangnya? Tanya Fattan.


mampus nih aku, lagi pula aku lupa dan tidak sadar kalau kakiku lagi sakit batin Syiffa.


"Tadi Kakiku keseleo Kak." jawab Syiffa berbohong.


"Makanya kalau jalan tuh hati hati. Ya sudah sini saya bantu jalan." ucap Fattan sambil menuntun Syiffa berjalan menuju mobil dan pergi dari tempat tersebut.


Lalu keduanya pun pergi menuju pulang kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2