Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.244


__ADS_3

Mumpung kak Ariff tidak ada, aku mau main ke rumah Syiffa ah. Dari pada di rumah disini kan jenuh tidak ada yang menemani. Terus adik ipar paling sore kayaknya pulang kuliahnya. Sudah ah mending berangkat on the way too Syiffa ucap Nurul sambil berjalan keluar.


"Non, mau kemana?" tanya Bi Lala.


"Eh Bibi, Nurul mau main dulu ke rumah Syiffa. Nanti kalau kak Ariff pulang tolong kasih tahu, kalau Nurul ada dirumah Syiffa." ucap Nurul.


"Baiklah Non." jawab Bi Lala


Lalu Nurul berjalan ke tempat garasi motor Ariff barada.


Wah bagus banget ini motor. banyak sekali lagi ini motornya lagi. Coba aku hitung motornya ada berapa? (Nurul sambil berhitung).


Ternyata ada 26 motor dengan berbeda variasi dan jenis. Wah itu ada motor jaman dulu, keren sekali. Gila ini punya suami, benar benar sultan ya banyak benar motornya. Lagian ini mau jualan ya? hhahaa (Nurul tertawa). Lumayan nih kalau dijual, banyak uangnya nih. Lagian ngapain sih ngomongin dijual? ini motor suami Nurul, jangan memancing singa jantan yang edan eh maksudnya gimana ya pribahasa nya? Entahlah ah pusing gerutu Nurul pada diri sendiri.


Kemudian Nurul pun, mengeluarkan satu motor untuk dipakai bermain ke rumah Syiffa. Setelah berada dihalaman dengan segera Nurul pun menjalankan motornya dan pergi meninggalkan rumah kediaman suaminya.


Bye.... Aku pergi dulu ucap Nurul sambil melihat rumah Ariff dan pergi meninggalkan rumah dan berjalan menuju rumah Syiffa.


Satu jam sudah kini Nurul sudah sampai dirumah Syiffa. Lalu Nurul pun memparkirkan motornya dihalaman ketika sudah sampai dirumah Syiffa.


Tok.... Tok.... Tok.... Nurul mengetuk pintu.


Kemudian seseorang pun berjalan untuk membukakan pintunya.


"Nurul?" ucap Syiffa merasa terkejut saat melihat kedatangan Nurul.


"Iya, kenapa say? Kok kayaknya kaget benar ya, melihat aku kesini." gerutu Nurul


"Say, say, apaan maksudnya? Tentu saja kaget, masa pengantin baru langsung main kerumahku. Mana tidak bilang bilang lagi." ucap Syiffa.


"Sayang maksudnya Syiffa. Loh, emangnya kenapa kalau aku baru kemarin nikah hah? Oh, kamu enggak mau ya kalau aku datang ke rumahmu hah?" gerutu Nurul.


"Bukan enggak mau Nurul, tapi biasanya kalau pengantin baru itu lagi asyik asyiknya menikmati masa romantis lho. Terus gimana nih, malam pertamamu apakah lancar?" bisik Syiffa.


"Malam pertama apaan maksud kamu?" tanya Nurul


"Iya malam pertama, yang biasa dilakukan suami istri. Kamu jangan jadi orang Oon deh Nurul, masa enggak tahu ah." gerutu Syiffa merasa kesal.


"Ngomong dong dari tadi. Lagian bagi aku tidak ada kata malam pertamaan" protes Nurul.


"Loh kenapa kamu bilang begitu Nur?" ucap Syiffa.


"Lagian bagi saya, tidak ada malam pertama. Yang ada malam kedua." ucap Nurul.


"Kamu jangan ngaco kalau bicara." Syiffa sambil menatap Nurul.


"Emang iya, kan malam pertama waktu kak Ariff merebut kesucianku. Nah sekarang sudah menikah jadi malam kedua." ucap Nurul.


"Beuh ada ada saja ini orang kalau bicara." Syiffa sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Eh Syiffa, kapan mau masuknya ke rumah nih. Masa iya dari tadi diam mematung disini." protes Nurul.


"Eh iya lupa Nurul hehe. Ya sudah, ayo masuk Nur." Ajak Syiffa.


Kemudian Syiffa dan Nurul pun masuk ke dalam rumah.


"Syiffa, kamu enggak kuliah?" tanya Nurul yang kini sedang berada di ballroom.


"Enggak Nurul, lagi izin dulu. Soalnya aku enggak enak badan nih." ucap Syiffa.


"Oh kamu lagi sakit Syiff, emangnya lagi sakit apaan?" tanya Nurul sambil menempelkan tanggannya dijidat Syiffa.


"Ih apaan sih Nurul, lebay ah. Orang pusing sama pilek nih." ucap Syiffa.


"Emangnya pusing kenapa Syif? Jangan bilang kalau kamu pusing, karena mikirin hutang dimana mana, hayoo ngaku?" Nurul sambil menatap Syiffa.


"Enak saja kalau bicara. Lagian saya ini Istri sultan loh, jadi enggak mungkin banyak hutanglah. Kamu kalau bicara semakin ngawur Nur." gerutu Syiffa.


"Sombong sekarang mah ya. Mentang mentang Istri sultan, enggak pernah punya hutang." ucap Nurul.


"Lah iya kalau istri sultan pasti enggak punya hutang. Lagian kamu juga bukannya kak Ariff sultan juga ya, minta saja tuh uangnya buat membeli kebutuhan yang kamu mau." ucap Syiffa.


"Benar juga ya Syiff. Tapi sekarang belum dikasih uang sama kak Ariff." ucap Nurul.


"Belum kali Nur, masa iya seorang suami tidak memberi nafkah sama istrinya. Oya, kamu kesini sendirian?" tanya Syiffa.


"Aku nanya, malah balik nanya. Kamu main kesini, kak Ariff sudah tahu?" Syiffa sambil menatap Nurul yang kini sedang asyik dengan handphonenya.


"Enggak Syiffa hehe." ucap Nurul cengengesan.


"Kamu bikin masalah saja. Kalau mau main kemana mana itu, harus izin dulu sama suami. Dosa loh, tanpa sepengetahuan suami main kesini." Syiffa mencoba menasehati.


"Yaelah malah menasehati lagi. Lagian mau meminta izin gimana Syiffa, orang aku enggak punya nomor handphone dia kok." gerutu Nurul.


"Yang benar saja kamu tidak punya handphone kak Ariff?" tanya Syiffa.


"Iya serius Syiffa, ya sudah kalau enggak percaya nih cek handphoneku." ucap Nurul.


"Iya deh, aku percaya kok. Yang sabar ya Nurul." ucap Syiffa mencoba mengkuatkan sahabatnya.


"Iya Syiffa." jawab Nurul sambil terseyum.


"Oya, kamu mau makan atau minumkah?" tanya Syiffa kepada Nurul.


"Enggak ah Nur, lagian tadi aku sudah makan kok. Oya Syiffa, lihat ini kue nya ngiler banget kayaknya enak nih." ucap Nurul sambil memperlihatkan kue yang dimaksud oleh Nurul dari youtobe.


"Pasti enaklah Nur, kalau kamu mau pesan saja." ucap Syiffa.


"Enggak ah, mau nya bikin ah. Soalnya lebih enak buatan sendiri tuh. Oya Nur, enggak apa apakan bila aku pinjam dapurmu buat bikin kue." Nurul meminta izin.

__ADS_1


"Tentu saja, boleh kok Nurul." jawab Syiffa.


"Oke, thank's Syiffa." ucap Nurul sambil berlalu pergi ke dapur. Dan Syiffa pun menyusul langkah Nurul menuju dapur juga.


"Emangnya kamu bisa ya, cara membuat kue itu?" tanya Syiffa.


"Tentu saja tidak. Lagian kan bisa lihat bahan bahannya dan cara buatnya diyoutobe langsung hehe." Nurul cengengesan.


Syiffa pun hanya mengelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.


"Ini Non, ada pesanan datang." ucap pak Toni yang tiba tiba datang membawa pesanan dari seseorang.


"Oh iya itu pesanan saya pak. Terima kasih pak." ucap Nurul sambil mengambil pesanannya dari pak Toni.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu Non," ucap Pak Toni.


"Iya silahkan pak." jawab Syiffa. Lalu pak Toni pun pergi meninggalkan Syiffa dan Nurul di dapur berduaan.


"Kamu yakin, bisa nih caranya buatnya?" tanya Syiffa.


"Tidak sih, tapi akan ku coba nih." jawab Nurul langsung mencampurkan bahan bahan seperti tatacara dalam youtobe.


"Lagi apa nih, Non?" Tanya Bi Ati, tiba tiba datang.


"Ini Bi, si Nurul lagi cobain bikin kue lapis puding." ucap Syiffa.


"Wah, itu mah gampang Non," ucap Bi Ati.


"Bibi bisa juga?" tanya Nurul.


"Tentu saja bisa." jawab Bi Ati.


"Ya sudah, ayo kita buat bersama. Soalnya babyku pingin kue buatan Ibunya sendiri nih, ogah pesan." ucap Nurul.


"Oh Non Nurul lagi hamil juga ya?" Tanya Bi Ati.


"Iya Bi." jawab Nurul sambil mengusap perutnya yang masih rata.


"Ya sudah, sini sama Bibi bantuin." ucap Bi Ati.


"Boleh juga." jawab Nurul.


Kemudian, Nurul dan Bi Ati pun kompak sama sama membuat kue lapis puding.


"Nur, aku tinggal nih. Enggak apa apakan?" Tanya Syiffa.


"Iya, enggak apa apa kok Syiffa." Jawab Nurul. Kemudian Syiffa pergi meninggalkan Nurul dan Bi Ati, lalu berjalan menuju Bedroom untuk beristirahat dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Apalagi kini usia kandungan Syiffa memasuki 5bulan.


Kini Nurul dan Bu Ati pun sedang asyik, membuat kue yang diinginkannya.

__ADS_1


__ADS_2