Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 144


__ADS_3

Setelah melalui perdebatan panjang antara Fattan dan Ibunya tentang masalah perjodohan dirinya dengan Nella. Kini Fattan pun menyetujui syarat yang Ibunya berikan.


"Tapi Ibu seriuskan dengan syarat Ibu tadi bilang?" Tanya Fattan merasa belum yakin.


"Iya serius Nak." Jawab Bu Angel.


"Oke, baiklah kalau begitu Bu. Dan Ibu juga Ingat harus menyetujui dan syarat dari Fattan." Ucap Fattan menatap Ibunya.


"Iya.. Iya Nak. Sudah yuk kita ke bawah, kasihan mereka menunggu lama kita." Ucap Bu Angel.


"Baiklah Bu." Jawab Fattan.


Lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan kamar Fattan, dan berjalan menuju ruang tamu.


"Maaf iya, sudah membuat kalian lama menunggu." Ucap Bu Angel.


"Iya tidak apa apa kok." Jawab Mamih Rita.

__ADS_1


"Oya kalian ngobrol saja berdua, Ibu sama Mamih Rita harus keluar dulu ada urusan bentar." Ucap Bu Angel sambil memberikan kode pada mamih Rita.


"Eh iya kita ada perlu bentar. Kalian ngobrol saja dulu, saling kenalan. Siapa tahu nanti cocok satu sama lain." Ucap Mamih Rita.


"Iya benar tuh. Ya sudah yuk jeung." Ucap Bu Angel sambil menarik Mamih Rita.


"Tapi Mih." Ucap Nella.


"Sudah jangan banyak tanya. Mamih keluar dulu sama Bu Angel." Ucap Mamih Rita. Lalu pergi meninggalkan Fattan dan Nella.


"Saya merasa tidak menyangka iya. Kok bisa ada seorang teman berpura pura tidak mengenali temannya sendiri, padahal mereka sudah berteman sudah lama iya. Tapi tega banget iya tuh orang pura pura hilang ingatan atau gimana iya? Akting nya benar benar bagus." Sindir Fattan.


Deg..


Nella pun menelan salivanya dengan susah. Ternyata benar apa yang tadi Nella pikirkan terjadi juga. Dia merutuki kebodohannya karena telah membohongi temannya sekaligus sahabatnya sendiri.


"Iya terserah saya dong, mau pura pura lupa atau hilang ingatan juga. Itu hak saya!" Ucap Nella menatap tajam Fattan.

__ADS_1


"Tapi kamu sebagai sahabatnya tidak pantas bersikap seperti itu. Dan asal kamu tahu iya, Syiffa adalah orang yang sangat saya cintai dan sayangi. Jadi kalau ada yang berani melukai dia, maka dia harus berurusan dengan saya." Ucap Fattan menatap Nella.


"Emangnya Syiffa mau sama kamu hah? Saya lihat dari awal kenal kamu, dia sangat membencimu. Jadi mana mungkin dia mau menerima kamu." Ucap Nella dengan sinis.


"Ternyata kamu belum tahu juga iya. Itu kan dulu sebelum kita saling mengenal. Tapi sekarang saya sama Syiffa saling mencintai, tapi gara gara kehadiran kamu semuanya jadi berantakan! Dia menjadi salah paham. Dan kamu pikir, saya mau apa sama kamu hah? Sory kamu bukan tipe wanita yang saya idamankan." Ucap Fattan menatap sinis Nella.


"Terus kamu pikir saya juga mau sama kamu hah? Kamu juga bukan tipe cowok saya. Lagian saya ini sudah punya cowok yang selalu setia sama saya. Enam tahun selalu ada saat duka dan suka, tapi harus gimana lagi saya terpaksa menerima perjodohan ini. Sebenarnya hatiku sakit tahu, bagaimana harus di paksa memutuskan hubungan sama orang yang saya cintai." Ucap Nella dengan nada sedih.


"Terus kenapa kamu mau menerima perjodohan ini hah? Dan rela memutuskan pria yang kamu cintai demi keegoisan orangtuamu hah?" Tanya Fattan.


"Iya itu juga karena keluarga kamu!" Bentak Nella.


"Kamu jangan bawa bawa keluarga saya iya. Tidak ada urusannya dengan kamu!" Ucap Fattan.


"Oh ternyata kamu belum tahu juga iya. Dan asal kamu tahu iya, Ibumu mengancam keluargaku. Dia akan memecat Ayahku dari perusahaan mu dan Mamih juga yang bekerja dirumah sakit milikmu. Terutama semua beasiswa saya akan dicabut dan dikeluarkan dari kampus. Inilah kenapa alasan saya menerima perjodohan ini. Sungguh tega sekali kan Ibumu itu hah?" Ucap Nella tak terasa airmatanya terjatuh. Padahal tadi mencoba untuk menahannya.


"Lagian kenapa Ibu melakukan itu lagi. Sudahlah kamu jangan sedih, saya akan membantumu menyelesaikannya. Dan tidak akan terjadi dengan perjodohan ini. Kita akan pastikan kembali bersama orang yang sangat kita cintai. Gimana setujukan?" Tanya Fattan.

__ADS_1


__ADS_2