
Pt. Juhes Adijaya.
"Selamat pagi... Pak Fattan yang terhormat!" Ucap Ariff yang tiba tiba datang.
"Ck, tumben sekali kamu begitu sopan sama saya?" Ucap Fattan.
"Lah emangnya kenapa? Emang salah iya harus berbicara sopan?" Tanya Ariff.
Tidak juga. "Tapi saya yakin kamu pasti ada maunya kan?" Ucap Fattan.
"Ck ini orang negatif mulu," lagian kedatangan saya kesini tidak seperti yang kamu pikirkan! Gerutu Ariff.
"Baguslah kalau begitu." ucap Fattan.
"Maksudnya apanya yang bagus?" Oya gimana kemarin pergi ke pernikahan mantan bersama kekasih barumu itu? Tanya Ariff.
"Kalau bicara di jaga tuh mulutmu!" Lagian saya sama dia tidak ada hubungan apa apa kok gerutu Fattan.
"Masa? Iya sekarang kamu bisa bilang dia bukan siapa siapa kamu," tapi nanti dia bakal jadi kekasihmu sekaligus pasangan hidupmu kan? Ucap Ariff.
"Ini orang tambah ngaco bicara nya lagi." Lagian saya tidak tertarik sama sekali sama dia ucap Fattan.
__ADS_1
"Saya tidak percaya kamu tidak tertarik sama dia." Lagian coba kamu pikir, kamu suruh dia temanin kamu ke acara pernikahan mantanmu, terus kamu langsung mengajak Syiffa pergi ketika dia sedang mengobrol sama Pak Rendy dan Angga. "Bukan kan kamu cemburu bukan sama Syiffa ketika didekati sama pria lain?" Ucap Ariff.
"Ka-kata siapa? Sok tahu banget ini orang." Kan saya sudah bilang aku tidak tertarik sama dia! Lagian saya juga tidak punya perasaan sama sekali sama dia ucap Fattan.
Ck, dia itu oon atau gimana sih tentang perasaannya itu gerutu Arif bicara pelan
"Apa kamu barusan bilang?" ucap Fattan menatap tajam Ariff.
Sa-saya tidak bicara apa apa kok ucap Ariff berbohong.
"Kamu pikir aku tuli apa?" Terus kamu tahu dari mana kalau Syiffa ketemu sama Rendy dan Angga? "Jangan bilang kamu jadi mata mata kan?" Ucap Fattan.
Ti-tidak kok, siapa- ucapan Ariff tertunda saat seseorang datang.
"Untung saja dia datang, jadi saya tidak perlu menjelaskan pertanyaan Fattan batin Ariff. "
" Selamat pagi juga cantik.." Jawab Ariff.
"Ck, menyebalkan sekali menjawab perkataannya." gerutu Fattan.
"Ya sudah karena bentar lagi mau masuk, saya permisi dulu karena ada urusan diruangan sana." ucap Ariff pamit kepada Fattan.
__ADS_1
Iya silahkan jawab Fattan.
"Oya selamat bekerja cantik. Dan terima kasih kamu telah menyelamatkanku." bisik Ariff pada Syiffa lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Maksudnya dia apa? Dia bilang aku telah menyelamatkan dia," emangnya aku sudah menyelamatkan apa sama dia? Gerutu Syiffa merasa bingung dan aneh apa yang di ucapkan Ariff barusan.
"Oya, nih ada berkas berkas yang harus kamu kerjakan." ucap Fattan sambil memberikan berkas tersebut.
"Baik Pak." ucap Syiffa sambil menerima berkas tersebut.
Lalu Syiffa pun mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Atasannya.
Di tempat lain,
"Mamih, aku tidak mau di jodohkan sama pria yang belum aku kenal Mih." Lagian Mami sudah tahu kan, kalau aku sudah punya kekasih ucap wanita tersebut.
"Iya Mamih tahu Nak, tapi maaf Mamih tidak bisa membantumu Nak?" Kamu tahu kan kalau Mamih sudah sering membujuk papihmu untuk membatalkan acara perjodohanmu, tapi hasilnya nihil papihmu tetap keras kepala ucap Mamih Rina.
"Terus aku harus putus gitu Mih? sama pria yang sudah tiga tahun menemani aku saat duka dan suka," pria yang sangat aku sayangi dan cintai ucap Wanita tersebut.
"Iya kamu harus memutuskannya dengan kekasihmu itu." ucap Papih Reza yang tiba tiba datang.
__ADS_1
Pa-papih? ucap wanita tersebut merasa kaget dengan kehadiran papihnya.