Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.207


__ADS_3

Setelah mereka beres  membersihkan tubuhnya akibat ulah mereka sendiri dan kini sudah selesai memakai bajunya. Kini mereka pun sedang duduk diatas sofa sambil berbincang bincang tentang masalah pekerjaan Suaminya selama di Amerika.


"Oya Kak, mana dong oleh oleh dari Amerikanya dan mana Kado ulang tahunnya?" Ucap Syiffa sambil menadahkan kedua tanggannya.


"Oh iya Kakak sampai lupa, tunggu sebentar Sayang." Ucap Fattan sambil beralu pergi meninggalkan Syiffa dan berjalan keluar.


"Iss Suamiku ini ya, bagaimana bisa lupa begitu... " ucap Syiffa.


Tidak lama kemudian Fattan pun memasuki kamar lagi sambil membawa barang barang yang tadi beli di Amerika untuk Istrinya.


"Nih, khusus Istri cantikku." Ucap Fattan sambil memberikan barang barang tersebut kepada Syiffa.


"Ini buat siapa Kak? Buat Syiffakah?" Tanya Syiffa.


"Tentu saja buat kamu, emangnya kamu pikir ini buat siapa hah?" Tanya Fattan sambil menatap Istrinya.


"Seriusan nih Kak, buat Saya? Banyak banget Kak barangnya." Ucap Syiffa.


"Tentu seriuslah Sayang. Lagian Kakak sengaja beli barang buat kamu sebanyak itu, untuk membuktikan kalau Suamimu ini sungguh sangat ingin membuat Istrinya bahagia." Jawab Fattan.


"Terima kasih Kak Fattan. Boleh Saya buka Kak?" Tanya Syiffa.


"Tentu saja boleh Sayang. Apalagi kalau mau membuka bajumu juga dengan senang hati boleh banget hehe." Canda Fattan.


"Iss mulai mesum ya.. " gerutu Syiffa.


"Bukan mesum Sayang, tapi emang menginginkannya. Apalagi-"


"Oya Kak, ini bagus banget. Saya suka banget nih, kok Kakak tahu saja sih apa yang Saya suka." Ucap Syiffa sengaja memotong pembicaaran  Fattan.


"Ck, dasar kamu itu kalau Saya bicara begitu kebiasaan suka memotong pembicaraan ternyata tidak pernah berubah dari dulu. Lagian tentu saja tahu, kamu itu lupa ya, kan aku ini Suamimu jadi tahu apa yang kamu suka. Oya nih ada kado untukmu." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.


"Apa Kak?" Tanya Syiffa.


Lalu dengan segera Fattan pun membuka sebuah benda kotak berwarna merah berukuran sedang kemudian membukanya. Dan Syiffa pun merasa terkejut dengan Isinya.


"Nih untuk kamu, sayang. Gimana kamu suka kan?" Tanya Fattan sambil menatap Syiffa.


Syiffa pun tidak bisa menjawab apa apa, dia terlalu terkejut dan tidak percaya apa yang dikasih Suaminya.  Syiffa pun hanya menganggukan kepala.


"Ya sudah sini biar Kakak pasangin kalungnya," ucap Fattan sambil memakaikan kalungnya dijenjang leher Istrinya.


"Cantik sekali Kak kalungnya." Ucap Syiffa sambil menatap cermin dan melihat kalungnya yang sudah selesai dipasang di jenjang lehernya.

__ADS_1


"Kamu Suka Sayang?" Tanya Fattan.


"Tentu saja Kak. Kayaknya ini kalung mahal banget Kak, kelihatan berkilau sekali berliannya. Apakah yang dimaksud dalam kalung ini, nama kita Kak, S&F ?" Tanya Syiffa.


"Tentu Sayang. Saya juga punya satu lagi cincin nih, kamu pakai dengan nama saya, begitu pun sebaliknya dengan Saya. Sini tangan kamu mana?" Ucap Fattan sambil memegang tangan kiri Istrinya kemudian memakaikan cincinnya.


"Thank's, My Hubby." Ucap Syiffa sambil memeluk Suaminya kemudian mencium lembut bibir Suaminya.


"Iya, My Wife." Jawab Fattan lalu mencium lembut pucuk rambut Istrinya.


"Kak Fattan?" Panggil Syiffa.


"Iya Sayang, ada apa?" Tanya Fattan sambil menatap Istrinya.


"Perutku lapar, pingin makan Kak hehe," ucap Syiffa cengengesan.


"Ya sudah, kalau kamu lapar kita ke bawah mari kita makan." Jawab Fattan.


"Masalahhnya Saya pingin makan nasi goreng diluar Kak." Ucap Syiffa mendadak manja.


"Kenapa enggak minta Bi  Ati saja untuk membuatkan nasi goreng." Ucap Fattan.


"Enggak mau Kak, pinginnya makan diluar. Gimana mau kan Kak?" Tanya Syiffa.


"Ya sudah, ayo kita makan nasi goreng diluar." Ajak Fattan sambil merangkul pundak Istrinya.


"Baiklah Kak," jawab Syiffa.


Lalu Fattan dan Syiffa pun pergi meninggalkan kamarnya dan akan pergi untuk makan nasi goreng di luar sesuai keinginan Istrinya.


"Kalian mau kemana?" Tanya Bu Angel saat melihat Syiffa dan Fattan berjalan melewatinya.


"Eh Ibu. Kita akan pergi makan malam diluar Bu." Ucap Syiffa sambil menatap Bu  Angel.


"Ya sudah sana, jangan pula malam malam ya." Ucap Bu Angel.


"Eh, tunggu dulu." Ucap Syiffa menghentikan langkahnya.


"Ada apa Sayang?" Tanya Fattan.


"Eh Bu, Ibu kenapa tidak terkejut saat melihat Kak Fattan sudah pulang?" Tanya Syiffa sambil menatap Bu Angel.


"Kenapa harus terkejut sama anak kurang ajar ini. Lagian sebelum kamu tahu, Ibu yang pertama duluan tahu. Dan kamu tahu tidak tadi lampu mati karena siapa? Karena ulah Suamimu." Ucap Bu Angel sambil menatap putranya.

__ADS_1


"Kan Saya sengaja, untuk memberikan kejutan sama Istriku ini. Jadi biar berkesan dengan mati lampu Bu." Ucap Fattan sambil menatap Ibunya.


"Lagian kenapa tidak datang pas hari perayaannya tadi saja, sungguh menyebalkan sekali. Dan kamu tahu tidak Nak, semua orang pada ngegosip tentang Syiffa karena tidak ada hadirnya seorang Suami. Kasihan tuh Istrimu sampai digituin sama orang lain." Ucap Bu Angel.


"Benarkah itu Sayang, yang dikatakan oleh Ibu?" Tanya Fattan kepada Istrinya.


"Iya benar Kak. Ini semua gara gara kamu sih." Ucap Syiffa sambil menatap Suaminya.


"Maafkan Saya sayang, kalau ini terjadi padamu. Lagian tadi lama karena habis belanja dulu barang barang untuk oleh oleh buat kamu dan hadiah special untukmu." Ucap Fattan.


"Alasan!!" Ucap Bu Angel.


"Ya ampun Bu jangan jadi kompor deh, lagian emang benar kok. Kalau enggak percaya tanya saja sama Syiffa." Ucap  Fattan.


"Benarkah begitu Nak?" Tanya Bu Angel kepada menantunya.


"Iya benar Bu." Jawab Syiffa.


"Coba buktikan sama Ibuku.. nih Saya juga membelikan kalung liontin besama cincin nih Bu." Ucap Fattan sambil memperlihatkan Kalung yang dipakai Istrinya dan cincinnya yang mereka pakai.


Lalu Bu Angel pun tersenyum terhadap mereka. Awalnya Bu Angel merasa kesal terhadap Fattan karena tadi sudah mempermalukan Istrinya sendiri sehingga masih  teringat dalam ingatannya dan merasakan pernah dalam posisi tersebut.


"Baguslah kalau begitu. Harusnya  kamu harus begitu sama Istrimu." Ucap Bu Angel sambil menatap Fattan dan Syiffa.


"Iya Bu. Ya sudah Bu, Saya permisi nih, keburu malam ini kasihan Istriku tadi lapar pingin makan nasi goreng diluar." Ucap Fattan.


"Ya sudah sana," ucap Bu Angel.


"Mau ikutkah Ibu, untuk makan diluar." Ucap Syiffa.


"Tidak Sayang. Ya sudah, sana pergi." Ucap Bu Angel.


"Baiklah Bu. Ya sudah ayo Sayang, kita berangkat." Ajak Fattan.


Lalu mereka pun pergi meninggalkan Bu Angel  dan berjalan menuju mobil.


"Ayo sayang, kita naik." Ajak Fattan.


Lalu Syiffa pun segera naik ke dalam mobil. Dan setelah semuanya aman, dengan segera Fattan menjalankan mobilnya. Kemudian dengan segera mencari nasi goreng sesuai Istrinya yang di mau.


"Sudah berhenti disana Kak," ucap Syiffa saat melihat ada tukang nasi goreng.


"Baiklah." Jawab Fattan.

__ADS_1


Lalu mereka keluar dari mobilnya dan berjalan menuju tukang nasi goreng tersebut. Kemudian memesannya. Setelah pesananya datang dengan segera Syiffa dan Fattan pun kini sedang menikmati nasi gorengnya. Kemudian Fattan menatap Istrinya yang kini sangat menikmatinya. Kemudian tersenyum dan merasa bahagia karena bisa membahagiakan Istrinya tadi yang hampir saja kedatangannya membuat Syiffa menangis dan terluka.


__ADS_2