
"Cafe ASRI"
" Maaf aku terlambat dan sudah menunggu kamu lama." ucap Fattan berjalan mendekati tempat kursi yang sudah disediakan Laras.
"Tidak apa apa kok Ttan. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih padamu sudah mau datang kesini bertemu dengan aku." ucap Laras.
"Ck, geer sekali kamu. Aku terpaksa menemui mu karena kau yang terus memaksa aku." ucap Fattan dengan kesal.
"Maaf." ucap Laras dengan merasa bersalah.
"Apa yang ingin kamu bicarakan? Aku tidak ada waktu terlalu lama disini!" ucap Fattan dengan sinis.
Aku ingin bicara, Mmzzz... " apakah kamu sangat mencintaiku?" Ucap Laras dengan sedikit hati hati.
"Iss..... Pertanyaan yang sangat konyol sekali. Jadi kamu cuma ingin bicara itu aja? CK, tidak penting banget ." ucap Fattan dengan kesal.
"Tapi buat aku sangat penting Ttan. Aku mohon jawab lah Ttan pertanyaan aku apakah kamu sangat mencintaiku?" Ucap Laras dengan memaksa.
"Iya dulu aku sangat mencintai kamu. Tapi ketika tau kamu menghianati aku, ntahlah perasaan aku seperti apa sekarang. Puaasssss kamu!" Bentak Fattan dengan mata memanas menahan air mata yang ingin jatuh.
" Terima kasih, Selama ini kamu sudah mencintai aku. " ucap Laras dengan tersenyum.
"Aku harus pergi sekarang. tidak bisa berlama lama lagi disini." ucap Fattan dengan datar nya sambil melangkah pergi.
"Tunggu Fattan!" ucap Laras menahan lengan Fattan.
__ADS_1
"Ada apa lagi? Aku sudah bilang aku harus pergi!" Bentak Fattan.
"maaf, ini." ucap Laras sambil menyondorkan seberkas kertas yang cantik dan unik.
"Apa ini?" Tanya Fattan dengan sinis sambil mengambil kertas tersebut.
"Itu kartu undanganku. Aku akan menikah dengan rio, Aku berharap kamu bisa datang ke acara penikahanku." ucap Laras.
"Deg"
Jantung Fattan bedebar dengan cepat. rasa nya begitu sakiitttt bangeeet. Seperti 1000 jarum yang menusuk di dalam dada, tidak percaya apa yang barusan di ucapkan Laras.
"Maaf aku tidak bisa datang di acara pernikahanmu nanti laras. Aku sibuk banyak pekerjaan yang harus di selesaikan!" ucap Fattan sambil mengembalikan kartu undangan dan pergi meninggalkan Laras.
Lalu Laras pun pergi meninggalkan tempat tersebut untuk pulang ke rumah.
__
Di tempat lain.
Setelah selesai bantu Ibu Nina dan berbincang bincang satu sama lain hingga sore hari. Kini saat nya ke tiga sahabatnya pamit pulang.
"Permisi Buu. kami bertiga mau pamit pulang dulu Bu." ucap Nella mewakili kedua sahabatnya.
"Lho kok cepat banget pulang nya Nak? Ini masih sore Nak. Kenapa enggak pada nginep aja disini?" Ucap Ibu Nina.
__ADS_1
"Maaf enggak bisa Bu. Soalnya kan besok harus kuliah. Hasna juga kuliah dan Nurul kerja. Jadi maaf ya Bu. In sya allah kalo ada waktu kita nginep disini Bu." ucap Nella.
"Ya enggak apa apa kok Nak. "Makasih ya Nak Nella, Nak Hasna dan Nak Nurul sudah main kesini, dan tadi sudah pada bantuin bantuin di dapur, maaf iya Ibu jadi ngerepotin kalian." ucap Ibu Nina.
"Enggak apa apa kok Bu. Justru kita yang minta maaf sama ibu sudah merepotkan ibu datang kesini." ucap Nurul.
"Enggak kok. Kalian enggak merepotkan Ibu. Justru ibu sangat senang kalian main kesini dan makasih sudah menemani Syiffa dan menghibur dia. Sering sering main kesini ya Nak Nurul, Nak Hasna, Nak Nella. jangan kapok untuk main lagi kesini." ucap Ibu Nina.
"In sya allah Bu. Pasti kalo ada waktu main kesini lagi Bu." ucap Nella.
"Ya sudah saya permisi ya Bu." pamit ucap Nurul.
"Iya Nak. Hati hati kalian di jalannya ya nak ucap." Bu Nina.
Iya Bu . Lalu ketiga sahabatnya pergi setelah mencium punggung tangan Ibu Nina secara giliran.
"Assalamualaikum Bu... " Ucap ketiga sahabatnya.
" Walaikumsalam .." jawab Ibu Nina.
"Ya sudah Syiffa kita pulang dulu ya. Sampai ketemu nanti." ucap Nella.
"Iya Nella.. Hati hati dijalan nya ya kalian." ucap Syiffa.
Lalu ketiga sahabatnya pergi meninggalkan rumah Syiffa dan pulang ke rumah nya masing masing.
__ADS_1