
Hotel Intra
Kini saatnya yang di nantikan oleh keluarga Adijaya Dan keluarga Pratama pun telah tiba. Namun kebahagiaan itu hanya sesaat, kini kedua belah pihak harus merasakan kecewa dan malu saat Nella melarikan diri dan tidak ada ditempat tersebut.
"Gimana kalian sudah menemukannya?" Tanya Bu Angel pada orang suruhannya.
"Maaf Nyonya, kami belum menemukannya." Jawab Bram anak buahnya sambil menundukan kepalanya.
"Kalian ini enggak becus banget cari wanita itu hah? Mas kalah sama wanita itu. Kalian itu wanita atau pria hah?" Bu Angel benar benar geram dan emosi.
"Maaf ," Ucap Bram lagi lagi hanya mampu berkata seperti itu.
"Arrghh.. Kalian sudah bikin saya malu tahu tidak hah? Berani sekali anakmu mempermalukan saya seperti ini." Geram Bu Angel menatap tajam Rina.
"Maafkan saya Bu Angel, saya juga tidak tahu bakal seperti ini." Ucap Mamih Rina.
"Terus apa yang harus saya lakukan sekarang hah? Kamu lihat semua orang sudah datang dan duduk sedang menunggu acara kita di mulai. Terus apa jadinya bila acara pertunangan kita dibatalkan. Mau taruh muka saya dimana hah?" Ucap Bu Angel merasa frustasi.
"Maaf ya Bu Angel, saya juga tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Mungkin kita hanya bisa pasrah saja," Ucap Rina.
"Apa kamu bilang hanya pasrah hah? Kamu tidak lihat apa disana banyak ribuan tamu sudah menghadiri pertunangan ini. Terus kita mau membatalkannya begitu? Otakmu dipakai dimana hah? Sungguh memalukan saya saja," Angel dengan tersenyum sinis.
"Karena anakku belum ditemukan dari tadi, kita bisa apa Bu Angel? Kasihan para undangan menunggu kita dari tadi?" Ucap Rina.
"Arrgh... ini semua gara gara anakmu tahu tidak? Saya benar benar menyesal menjodohkan dengan anakmu. Anakmu itu benar benar brengsek, dan tidak punya otak hanya mempermalukan saya saja." Hina Angel.
"Anda jangan berbicara sembarangan ya! Apa yang anda katakan itu tidak benar, anak saya bukan orang seperti itu." Ucap Rina menatap tajam Angel dan merasa tidak terima anaknya dihina.
"Jangan sok ngebelain anak yang salah, kalau salah tetap saja salah. Dan kamu ingat saya akan pecat dan keluarkan kamu dari tempat kerjaku. Begitu juga suamimu." Ancam Angel lalu berlalu pergi meninggalkan Rina dan berjalan menemui Fattan yang kini sedang berada di belakangan halaman.
__ADS_1
Arrght.... Nella kamu itu benar benar ya sudah mempermalukan Mamihmu. Mamih sangat kecewa denganmu Nella. Kamu tahu tidak Nella, dia mengancam Mamih akan memecat Mamih dan Papihmu untuk tidak lagi bekerja disana. Terus kita gimana mau hidup gelandangan begitu hah? Gerutu Rina merasa Frustasi dan benar benar marah.
"Sudahlah Mih, kita sabar saja. Lagian kita emang sudah salah sama Nella yang sudah memaksakan untuk bertunangan dengan anaknya Bu Angel. Kita emang egois tanpa mengerti perasaan Nella, padahal Nella begitu bahagia bersama Veri." Ucap Reza suaminya.
"Iya Pih, tapi gimana dengan pekerjaan kita?" Tanya Nella.
"Sudahlah jangan dipikirin Mih, kemarin ada perusahaan yang sedang membutuhkan seorang manager, siapa tahu Papih bisa diterima bekerja disana." Ucap Reza
"Iya Pih," ucap Rina lalu tersenyum pada suaminya.
.
"Bu gimana ini? Perempuan itu kemana Bu, kok main kabur saja saat acara pertunangan sudah tiba." Ucap Fattan sambil menatap Bu Angel.
"Ibu juga sudah tidak tahu lagi Fattan, apa yang harus kita lakukan. Perempuan itu benar benar bikin malu Ibu saja." Bu Angel merasa pusing lalu memijit kepalanya yang pusing.
"Entahlah Nak, Ibu juga benar benar pusing. Tidak ada pilihan lain selain membatalkannya." Ucap Bu Angel.
"Tidak, tidak boleh dibatalkan. Fattan akan mencari seorang pengganti agar acara ini tetap dilanjutkan dan biar tidak memalukan keluarga kita." Ucap Fattan menatap Ibunya.
"Pengganti? Emangnya ada orang yang mau sama kamu hah? Sungguh aneh sekali pikiranmu." Omel Bu Angel.
"Sudah Ibu tenang saja. Saya akan paksa dia untuk jadi tunangannku," ucap Fattan.
"Terserah kamu saja Tan. Ibu benar benar sudah pusing," ucap Bu Angel.
Lalu Fattan pun pergi meninggalkan Ibunya dan berjalan mencari wanita yang mau menjadi tunangannya.
"Nih Bu orangnya," Fattan sambil membawa wanita tersebut.
__ADS_1
Lalu Bu Angel pun menatap wanita tersebut dari bawah sampai kepala.
"Lumayan cantik juga. Tapi apakah benar dia mau bertunangan denganmu?" Tanya Bu Angel.
"Tentu saja dia pasti mau Bu. Iya kan Syiff, kamu maukan bertunangan denganku." Ucap Fattan.
"Gimana ya? Saya juga tidak tahu apa yang harus saya katakan." Ucap Syiffa merasa bingung.
"Sudahlah Syiff, mau ya? Masa kamu tega lihat acara pertunangan dibatalkan sih, apalagi banyak tamu yang sudah hadir, pasti bakal kecewa." Ucap Fattan.
"Iya Nak, gimana mau kan bertunangan dengan Fattan?" Tanya Bu Angel sambil memegang tangan mungil milik Syiffa.
"Baiklah kalau begitu," ucap Syiffa sambil tersenyum.
"Terima kasih ya Nak, sudah menolong Ibu dan mau bertunangan dengan Fattan," ucap Bu Angel sambil menatap Syiffa.
"Iya Bu," ucap Syiffa.
"Eh tunggu dulu, Ibu kayaknya kenal nih sama kamu? Kamu yang waktu itu membantu menolong sayakan? Yang waktu itu mobil saya rusak," tanya Bu Angel.
"Iya Bu," jawab Syiffa.
"Wah beruntung sekali nih, kamu datang menyelamatkan keluarga saya dan mau bertunangan dengan anak saya. Terima kasih ya Nak, " ucap Bu Angel.
"Iya Bu sama sama." Ucap Syiffa.
"Ya sudah telepon Ibumu, kita akan segera melangsungkan acara pertunangan kita sekarang juga." Ucap Bu Angel.
"Baik Bu," ucap Syiffa lalu melakukan apa yang diperintahkan oleh Bu Angel
__ADS_1