Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 158


__ADS_3

Kini Syiffa pun terbangun dari tidurnya. Dia merasa lelah dan cape atas acara pertunangannya kemarin. Ditambah lagi setelah acara pertunangannya selesai Syiffa bersama sahabatnya dan calon suaminya menghabiskan waktu hingga malam hari untuk menikmati keindahan pulau pantara. Dan kini Syiffa terpaksa bangun untuk kembali bekerja lagi. Meskipun pemilik perusahaan tersebut calon suami Syiffa bukan berarti dia harus seenaknya bolos kerja, dan masuk kerja seenaknya.


Hoamm... Jam berapa ini? Gerutu Syiffa pada diri sendiri yang kini masih ngantuk. Lalu Syiffa pun membukakan matanya dengan perlahan lahan.


"Arrgghhh.... " Teriak Syiffa. Tiba tiba ada seseorang kini tepat berhadap langsung dengan wajahnya bahkan sangat dekat dengan wajah milik Fattan dan Syiffa. Lalu Syiffa pun menarik selimutnya untuk menutup tubuhnya yang kini hanya memakai Tank top dan celana tidurnya.


"Kamu baik baik saja kan sayang?" Tanya Fattan merasa khawatir.


"Kakak ini apa apaan sih hah? Mau ngapain kesini hah? Mana tidak ketuk pintu lagi, main masuk kamar saja  tidak sopan banget ya," kesal Syiffa


"Lagian tadi saya ketuk pintu kok, tapi tidak ada respon dari kamu. Terus saya coba buka pintu kamu eh  ternyata tidak terkunci ya sudah masuk saja ke kamar kamu, lagian kamu lupa ya, saya ini calon suami kamu," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Tapi enggak gitu juga kali Kak, jangan seenaknya main masuk kamar saja mentang mentang calon suami saya," gerutu Syiffa sambil menatap sinis.


"Iya maaf deh sayang. Ya sudah sana mandi dulu, kita berangkat bareng ke kantornya." Ucap Fattan


"Iya Kak. Ya sudah sana Kakak tunggu dimeja makan, Syiffa mau mandi dulu." Ucap Syiffa.


"Ngapain harus nunggu dimeja makan, disini sajalah sayang nunggunya," ucap Fattan.


"Ih Kakak!! Kalau kata orang pamali tahu belum sah nikah tapi sudah ada dikamar berduaan. Sudah sana tunggu dimeja makan," protes Syiffa.


"Iya bawel, ya sudah jangan lama lama mandinya. Kakak tunggu dimeja makan bersama Ibu." Ucap Fattan.


"Iya Kak," jawab Syiffa.


Lalu Fattan pun pergi dari kamar Syiffa dan kemudian Syiffa pun berjalan menuju kamar mandi.


.


Setengah jam kemudian...

__ADS_1


"Ini ratu lama banget ya mandinya. Tumben banget bangunnya kesiangan hah?" Omel Bu Nina sambil menatap anaknya.


"Soalnya cape dan lelah banget Bu habis acara kemarin. Ini juga sebenarnya masih ngantuk banget Bu pingin tidur lagi," gerutu Syiffa sambil berjalan menuju kursi makan dan kemudian duduk.


"Ya sudah kalau kamu memang masih ngantuk, ya sudah tidur saja lagi enggak usah masuk kerja," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Seriusan Kak, tidak apa apa saya tidak masuk kerja juga?" Tanya Syiffa merasa bahagia.


"Heem," jawab Fattan sambil menggangukan kepala.


"Eitss.. enggak boleh gitu Tan. Kamu itu ya, belum juga sah jadi Istri kamu sudah memanjakan dia. Gimana kalau sudah nikah nanti Tan? Pokoknya kamu harus tetap kerja! Ingat jangan mentang mentang kamu calon Istri pengusaha, jadi seenaknya. Dan ingat tetaplah menjadi orang yang dermawan dan tidak sombong. Kamu paham Nak!?" Ucap Bu Nina sambil menatap Syiffa.


"Iya Bu, Syiffa paham kok," jawab sambil menundukan kepalanya.


"Ya sudah ayo Nak, kita makan bersama. Maaf ya Nak menu nya hanya seadanya saja. Tidak seperti dirumah kamu hehe," ucap Bu Nina sambil cengengesan karena merasa malu.


"Iya tidak apa apa kok. Maaf ya Bu kedatangan Fattan kesini jadi merepotkan Ibu," ucap Fattan sambil menatap Bu Nina.


"Enggak kok Nak, lagian Ibu senang banget kamu mau makan disini bareng sama kita. Ya meskinya tidak semewah dan senyaman dirumah kamu," ucap Bu Nina.


"Syukurlah Nak, kalau memang sudah nyaman." Ucap Bu Nina membalas senyuman Fattan.


"Sudah ayo jangan banyak bicara, mari kita makan. Nanti kesiangan lagi kerjanya," gerutu Syiffa.


"Habisnya kita keasyikan ngobrol ya Nak, sampai lupa tujuan kita mau makan. Ya sudah silahkan dimakan Nak," ucap Bu Nina saat sudah selesai mengalaskan makannya.


"Iya terima kasih Bu," ucap Fattan sambil tersenyum.


"Ibu ini ya Syiffa perhatiin perhatian banget sama dia, bahkan sampai lupa sama anaknya sendiri tidak ditanya tanya." Ucap Syiffa sambil cemberut.


"Iss.. kamu itu ya Syiff enggak boleh gitu ah kalau bicara. Lagian dia itu calon suami kamu bukan orang lain loh. Sudah cepat makan nanti keburu kesiangan masuk kerjanya." Gerutu Bu Nina.

__ADS_1


"Baiklah Bu," ucap  Syiffa.


Lalu mereka pun menikmati sarapan paginya hingga selesai.


"Ya sudah Bu, Fattan permisi ya Bu mau berangkat kerja dulu," pamit Fattan pada calon Ibu mertuanya.


"Iya Nak, hati hati ya dijalannya." Ucap Bu Nina.


"Syiffa juga ya Bu," ucap Syiffa menatap Ibunya.


"Iya Nak," jawab Bu Nina.


Lalu Fattan dan Syiffa pun mencium punggung tangan Bu Nina lalu pergi meninggalkan Bu Nina dan berjalan menuju perusahaan Pt.Juhes Adijaya.


.


.


Pt. Juhes Adijaya


Kini mereka pun sudah sampai diperusahaan. Para karyawan dan karyawatinya kini merasa iri saat melihat Fattan dan Syiffa sedangi berjalan bersama. Mereka tidak menyangka seorang Pimpinan sekaligus anak pemilik perusahaan Pt. Juhes bisa bertunangan dengan Karyawannya sendiri. Tapi para karyawannya tidak mempermasalahkan dengan latar belakang Syiffa. Justru mereka sangat mendukung Fattan dengan Syiffa. Apalagi Syiffa selain cantik, dia juga memiliki tubuh yang ideal, dan perawakan tinggi. Sehingga sangat cocok berpasangan dengan sang Pimpinannya. Kini mereka mereka disambut baik dan disapa oleh para karyawan dan karyawatinya.


"Ternyata cape juga ya Pak, menjawab satu persatu sapaan dari mereka," gerutu Syiffa sambil duduk dikursi kerjanya.


"Lagian siapa suruh buat jawab sapaan mereka. Kan sudah saya kasih tahu cukup tersenyum dan menganggukan kepala saja itu sudah mewakilkan kok," ucap Fattan sambil duduk diatas meja kerja Syiffa.


"Iya benar juga ya Kak, hoamms.." ucap Syiffa sambil menguap.


"Ih ini cewek jorok banget ya. Sekarang waktunya kerja bukannya tidur. Sana ke wastafle dulu cuci muka biar tidak ngantuk dan segar." Perintah Fattan.


"Baiklah Pak," ucap Syiffa sambil berjalan menuju wastfale untuk cuci muka.

__ADS_1


Lalu tiba tiba seseorang pun masuk dan berjalan ke ruangan Fattan kemudian seseorang tersebut memeluk erat Fattan dari belakang .


"Fattan!!" Ucap Seseorang kemudian sambil memeluk erat Fattan dari belakang saat Fattan hendak berjalan menuju meja kerjanya.


__ADS_2