
"Hey Tan, Saya minta ganti rugi nih kepalaku pusing nih gara gara ulahmu nih. Untung botolnya cuma bahan plastik." gerutu Ariff sambil mengusap ngusap kepalanya dan menatap ke arah Fattan.
"Yaela Riff, lagian cuma pusing doangkan? Enggak berdarahkan? Lebay banget sih minta ganti rugi segala." Ucap Fattan sambil mengendarai mobilnya.
"Dengerin iya Pak Fattan yang terhormat, ini kepala pusing banget nih dan sedikit sakit lagi. Seriusan nih butuh obat, makanya minta ganti rugi buat beli obat juga sekalian mau periksa ke dokter takut kenapa napa nih kepalaku. Sekarang juga ganti rugi sebesar satu juta." Ucap Ariff sambil menadahkan satu tangannya kepada Fattan.
"What satu juta? Yang benar saja Saya harus ganti rugi sebesar itu hah? Ada ada saja." Ucap Fattan sambil menggelengkan kepala.
"Kenapa keberatan hah? Ck, masa iya seorang anak pengusaha sekaligus seorang pimpinan perusahaan tidak mampu membayar ganti rugi yang menurutku jumlahnya enggak besar kok." Sindir Ariff.
"Enggak usah nyindir gitu kali Rif. Lagian siapa lagi yang enggak sanggup bayar hah? Saya sanggup kok membayarnya kok, bahkan kamu mau minta 1M juga saya akan kasih deh." Ucap Fattan menatap Ariff.
"Yaelah mulai sombong nih. Tapi seriusan nih mau kasih 1M buat saya?" Tanya Ariff dengan mata berbinar.
"Iya serius. Tapi ada Syaratnya." Jawab Fattan.
"Emang apa syaratnya hah?" Tanya Ariff sambil menikan satu alisnya.
"Tapi seriusan nih, kamu bakal sanggup dengan syarat yang saya kasih nih?" Tanya Fattan.
"Pastilah saya sanggup kok, apa sih yang enggak saya sanggupin. Kayak yang enggak tahu saja saya ini orangnya gimana." Ucap Ariff.
"Oke jika kamu menyanggupinya. Syaratnya yaitu coba kamu terjun ke bawah sungai itu dan hitung ada berapa ikan yang berada di sungai itu." Ucap Fattan berhenti di atas jalan yang melewati sungai.
__ADS_1
"Yang benar saja syaratmu itu. Kamu nyuruh saya bunuh diri hah? Tega benar iya ini orang nyuruh saya terjun ke bawah sungai. Sudah ayo kita jalan lagi." Kesal Ariff.
"Loh bukannya kamu mau 1M bukan? Ya itu syaratnya." Ucap Fattan kembali melajukan mobilnya.
"Ogah banget kalau syaratnya begitu. Lagian saya ini masih mau hidup bukan mau mati. Bener benar gila kamu iya masa nyuruh orang bunuh diri hah." gerutu Ariff dengan kesal.
"Hahaha... Ariff, Arif, hhahhaha .." Ucap Fattan tertawa terbahak bahak.
"Loh ini orang kenapa lagi? Tertawa begitu saja, senang iya kalau saya bunuh diri hah?" Ucap Ariff sambil menyilangkan kedua tangannya dan menatap sebal Fattan.
"Sory ... Sory Riff, habisnya kamu lucu sekali kalau lagi kesal. Lagian tadi saya cuma bercanda kok Riff." Ucap Fattan.
"Tapi enggak lucu tahu bercandanya." geram Ariff.
"Wah seriusan nih mau ganti rugi dan kasih satu juta nih? Ah paling juga bohong dan pasti ada syaratnya juga." Ucap Ariff merasa tidak percaya.
"Iya serius. Lagian sejak kapan saya suka berbohong sama kamu hah? Kamu enggak percaya sama saya hah? Nih saya transfer nih sekarang." Ucap Fattan mengambil hp.nya dan kemudian mentransfer uang tersebut ke rekening Ariff.
"Nih percaya kan?" Sudah saya transfer tuh." Ucap Fattan sambil memberikan buktinya.
"Iya. Terima kasih bosku yang baik hati. Tapi bukannya mau kasih saya 1 M iya? " Ucap Ariff.
"Jika emang kamu mau, ambil syarat tadi." Ucap Fattan.
__ADS_1
"Ih ogah banget deh. Tapi kamu kasih segitu juga sudah cukup kok, thank' s Fattan." Ucap Ariff tersenyum.
"Heem." Jawab Fattan.
Lalu mobil pun berhenti dipertigaan lampu merah. Kini Fattan tak sengaja melihat seorang wanita yang sangat ia kenali sedang mengobrol dan tertawa bersama pria yang sama ia kenali juga. Fattan pun merasa geram melihat ini, apalagi melihat wanita tersebut berjalan dengan pria lain dan menolak ajakan Fattan tadi. Kemudian Fattan mengepalkan satu tanggannya dan satu tangannya dengan tidak sengaja menekan klaksok mobil sehingga membuat Ariff kaget yang kini sedang fokus dengan hp.nya.
Tiiiit... Tiit... Suara bunyi klakson mobil dengan keras.
"Astagfiruloh, Hey Fattan kamu benar benar iya jadi orang, bikin kaget saja dan kupingku hampir mau pecah nih. Lagian sudah tahu ini lagi lampu merah hah." Kesal Ariff.
Lalu Fattan pun hanya diam saja tanpa menghiraukan perkataan Ariff dan melihat Fattan menatap keluar jendela.
Ini orang kenapa lagi ? aneh banget tidak menghiraukan ucapanku. gerutu Ariff sambil menatap kearah luar jendela namun dia juga mengenali sosok wanita dan pria tersebut.
Oh jadi karena dia pastinya. " Hey Tan, kenapa kamu cemburu iya melihat Syiffa sama pria lain hah?" Tanya Ariff.
"Siapa bilang saya cemburu hah? Saya tidak cemburu tapi saya merasa patah hati melihat kedekatan mereka." Ucap Fattan sekilas menatap Syiffa.
"Sama saja kali ah. Ya sudah ayo kita jalan lagi tuh sudah habis lampu merahnya dan kita ikutin dia gimana?" Ucap Ariff.
"Boleh juga." Jawab Fattan.
Lalu Fattan pun menjalankan mobilnya dan mengikuti mobil tersebut kemana perginya.
__ADS_1